TERSESAT DI HATIMU

TERSESAT DI HATIMU
KEBENCIAN DI MASA LALU


__ADS_3

Pukul 01.44


J.O sedang tidur. Ketika di dalam mimpinya ia melihat kejadian sepuluh tahun yang lalu. Dimana saat pembantaian yang dengan kejam mereka lakukan pada istri dan calon bayinya. Di depan kedua matanya, beramai-ramai mereka menikmati dan mencabik-cabik tubuh istrinya.


"Tidaaaakkk !! " teriak J.O terbangun dari mimpi buruk itu.


Mata J.O menitikkan air mata saat terbangun. Ia melihat kembali peristiwa kejam itu di dalam mimpi. Tubuhnya kembali bergetar hebat dan bercucuran keringat. Mengenang rasa sakit yang istrinya dapatkan dari orang-orang biadap. Hingga wanita yang sedang hamil muda itu meregang nyawa dengan mengenaskan. Di depan matanya.


AAARRRGHHH !!


J.O mengamuk dan melempar semua barang yang ada di atas meja. Ia berteriak melepas amarah yang selama ini ia simpan.


Tubuh dan matanya kembali menangisi masa lalunya. Ia meringkuk dan meremas-remas selimut dengan penuh kebencian. Air matanya semakin deras mengalir. Tak sanggup ia bendung lagi.


*****


Kemudian ia teringat amplop yang ia terima dari Yuki-San kemarin belum ia buka. Dengan tertatih-tatih ia menghampiri laci mejanya. Ia ambil amplop itu dan dengan tubuh yang masih gemetaran, Ia buka isi amplop. Isinya beberapa foto.


Mata J.O terbelalak sehingga matanya yang sipit terlihat besar. Foto-foto itu adalah rekaman peristiwa saat tubuh istrinya di nikmati bergantian beramai-ramai. Mereka mencabik-cabik pakaian dan tubuh istrinya seperti binatang buas.


Ada juga foto dimana dirinya terluka parah dengan kaki dan tangannya saat itu yang tengah diikat dengan rantai.


Hati J.O semakin pedih melihat semua gambar itu. Ia tak bisa menguasai tubuhnya. Sehingga ia jatuh tersungkur. Dan semua foto yang ada di tangannya jatuh berhamburan. Rahangnya mengatup semakin rapat sehingga nampak urat-urat di lehernya karena menahan amarahnya. Ia masih konsisten dengan janjinya. Bahwa ia akan mencari jejak pelaku pembantaian sampai ke ujung dunia sekalipun.

__ADS_1


HUFFFH !


J.O mengambil nafas perlahan. Ia mengusap air matanya dan memunguti foto yang sempat jatuh berhamburan di sekitarnya. Ia masukkan kembali ke dalam amplop. Ia beri sedikit tulisan sebagai pengingat. Lalu ia simpan ke dalam koper miliknya.



Tidak terasa, pagi datang dengan sinar matahari masuk lewat celah ventilasi ke dalam kamarnya. J.O masih duduk di bawah. Tak bergeming. Matanya tampak masih merah dan sedikit sembab dengan lingkar hitam di sekelilingnya. Ketika jam menunjukkan pukul tujuh pagi, ia mencoba bangun dengan wajah yang masih dengan tatapan kosongnya. Namun karena tubuhnya tak seimbang ia kembali tersungkur menubruk pintu kamar mandi.


GUBRAAKK !!


Suara itu terdengar oleh Mika yang tengah berdiri di luar pintu.


Gadis itu khawatir dengan keadaan J.O di dalam. Ada apa? pikirnya. Ia pun mengetuk pintu dengan perlahan. Berulang-ulang kali. Sampai ketukan yang terakhir.J.O berdiri dan melangkah membukakan pintu.


Ia melihat gadis itu tampil dengan sedikit polesan lipstik warna merah muda. Tampak begitu cantik dan manis. Namun suasana hati J.O sedang buruk sehingga ia tak memberi komentar apapun. Ia diam seribu bahasa. Hingga saat masuk kamar mandi pun ia masih diam. Dengan sempoyongan, ia meninggalkan Mika yang datang untuk mengejutkan J.O dengan penampilannya.



Gadis itu menggigit bibirnya. Ia merasa ada yang tidak beres dengan pria itu. Semenjak pertemuan terahirnya dengan J.O di kolam malam itu, ia belum bertemu lagi dengannya. Karena ayahnya memukulinya. Ayah Mika tahu semua yang Mika lakukan dengan J.O di malam itu.



Mika ingin mendapat pelukan hangat dari pria itu. Ia ingin mendapat pelukan yang selalu bisa membuat dirinya nyaman dan merasa dilindungi. Saat Mika merasakan gundah dalam hatinya, ia baru menyadari kalau kamar J.O berantakan dengan barang-barang jatuh di lantai dan sebagian ada yang pecah.

__ADS_1


"Apa yang terjadi padanya?" gumam Mika.


Mika membereskan semua kekacauan itu. Dan menunggu J.O keluar dari kamar mandi. Ia menutup pintu kamar. Lalu duduk di atas tempat tidur. J.O keluar dengan handuk putih melingkar di pinggangnya. Wajah dan tubuh pria itu sudah terlihat segar. Tercium pula aroma wangi sabun mandi.


Saat J.O membuka lemari untuk mengambil baju ganti, Mika mendekatinya dan memeluk tubuh pria itu dari belakang.


"Apa kau baik-baik saja?" tanya Mika.


"Ya" J.O menjawab singkat.


"Kau tampak lebih segar" Mika meraba handuk yang dipakai J.O.


J.O mencegah tangan Mika. Dan menyingkirkannya dengan lembut. Ia segera mengambil baju dan memakainya.


"Kau masuk sekolah hari ini kan? Ayo berangkat sekarang" ucap J.O tanpa ekspresi.


Mika menarik lengan J.O dan berdiri di hadapannya. Ia memeluk dan merangkul leher pria yang lebih tinggi darinya itu.


"Hari ini aku libur. Apa kau tidak ingat?"


J.O mengerjapkan matanya. Dan menghena nafas. Ia menyadari bahwa ia terlalu fokus pada kebenciannya di masa lalu. Sehingga ia tak melihat Mika yang sekarang ada di hadapannya.


________________

__ADS_1


__ADS_2