
Daniel mempersilahkan tamunya untuk masuk, ia dan Liza baru saja selesai makan dengan anak-anak. Karena merasa masih ada sisa makanan yang ia masak tadi, segera Liza menyiapkan hidangan dan minuman untuk tamunya. Mika mendekatinya dan mencoba membantunya menyiapkan makanan. Namun Liza menolak, karena Mika datang sebagai tamu.
"Eh,,,,jangan Mika. Kamu tunggu saja disana biar aku yang bawa nampannya ya." Liza berseru.
"Sudah tak apa Liza, aku senang kok." ucap Mika.
Akhirnya Mika membantu membawa nampan kayu berisi sushi. Ketika mereka sampai di ruang tamu, tampak Jack sedang bermain bersama anak-anak yang merasa bahagia. Rachel juga sangat manja pada pamannya. Mereka berebut menceritakan kisah seru di sekolah mereka. Dan Jack menanggapi cerita mereka dengan seksama dan beberapa komentar yang memberi semangat. Saat Liza dan Mika datang, mereka menawarkan makan siang untuk Jack. Mereka pun akhirnya makan siang bersama, di temani anak-anak yang ingin makan lagi. Daniel dan Liza tidak ikut makan. Hanya menemani mereka di meja makan saja.
"Hemm,,lezat sekali masakanmu Liza. Jangan lupa ajari Mika juga resepnya. Dia tidak pernah memasak sesuatu untukku sekarang." ucap Jack.
"Benarkah? Kau ini Jack. Apa kau mau aku beritahu resepnya, Mika?" tanya Liza tersenyum.
__ADS_1
"Ah, tentu saja. Aku selalu ingin bisa memasak sepertimu. Lihat saja suamiku. Dia makan begitu lahap di disini. Masakanmu pasti sangat lezat." jawab Mika.
Jack mengambilkan sushi lagi untuk Mika. Gadis itu segera menerimanya. Kedua tamu di rumah Daniel sangat menghargai makanan yang di suguhkan oleh tuan rumah. Mereka juga memuji kelezatan masakan Liza. Sehingga membuat Liza merasa tersanjung dan di hargai. Setelah semua makanan yang di sediakan mereka nikmati, Jack mengatakan bahwa belum pernah ia merasakan perutnya begitu kenyang seperti saat ini. Mika mengupaskan beberapa buah apel dan jeruk untuk pencuci mulut. Dan memotong beberapa dengan ukuran yang lebih kecil untuk anak-anak. Lalu membawanya ke ruang depan tempat semuanya berkumpul. Saat mereka mengobrol seru sambil menikmati buah-buahan segar, Jack baru ingat dengan hadiah yang mereka bawa untuk keluarga Daniel.
"Oh iya, paman lupa. Paman punya sesuatu untuk kalian semua. Apa kalian ingin tahu?" tanya Jack pada anak-anak.
"Apa itu paman? Aku mau." jawab Keanu.
"Sudah begitu lama dia menginginkan kehadiran seorang anak. Saat kau mengandung waktu itu, dia sangat berharap itu akan berhasil. Namun ternyata Tuhan belum memberinya kesempatan. Aku rasa, sekarang ini sangat tepat bila kalian bisa memiliki anak kembali." ungkap Daniel. "Apa kalian sudah merencanakannya kembali?" tanya Daniel pada Mika.
"Kami sudah berusaha melakukan segala cara dan upaya. Beberapa bulan yang lalu, aku sempat membuatnya kecewa. Namun Jack tidak menampakkan rasa kecewanya padaku. Walaupun begitu, aku tetap mengetahui bagaimana perasaan Jack yang sebenarnya." jawab Mika sedikit murung.
__ADS_1
"Namun, dalam bulan-bulan ini aku masih mendapatkan haidku. Sebenarnya, aku ingin sekali memberinya seorang anak. Agar ia bisa merasakan kebahagiaan sesungguhnya." ungkapnya lagi.
Tampak Jack datang membawa kotak hadiah untuk Liza dan Boby. Sedang Rachel dan Keanu membawa kotak hadiah mereka sendiri dengan riang. Betapa senangnya anak-anak Daniel mendapat hadiah dari paman dan bibi mereka. Anak-anak segera membuka bungkus kado mereka masing-masing. Liza mengingatkan mereka agar tidak lupa mengucapkan terima kasih pada paman Jack dan bibi Mika. Dengan serentak mereka mengucapkan terima kasih pada paman dan bibi. Ketika Rachel melihat set rumahan barbie beserta boneka barbienya, ia berteriak kegirangan. Begitu juga dengan Keanu yang melihat mobil besar remot controlnya, ia langsung mencoba menjalankan mobil itu di dalam rumah. Sedangkan Boby masih di bantu Liza untuk membuka bungkus kadonya. Anak kecil itu sebenarnya belum tau apa-apa. Tapi ia juga merasakan senang saat ia mendapatkan hadiahnya.
"Dan ini untukmu Liza. Aku sudah menganggapmu sebagai saudariku. Jadi aku ingin memberimu sesuatu. Terimalah." ucap Mika sambil menyerahkan kotak hadiah untuk Liza.
"Oh? Ya Tuhan,,, kalian ini repot-repot memberi hadiah untuk kami. Terima kasih untuk segalanya Mika, Jack." ucap Liza merasa terharu sambil menutup mulutnya dengan tangan.
"Kalian tidak perlu sungkan. Kami sudah menganggap kalian sebagai keluarga. Tanpa kalian, usahaku dalam menjalankan misiku tidak akan pernah selesai." ucap Jack.
Pada siang hari yang cerah, mereka kembali berbincang-bincang. Cuaca sangat mendukung pertemuan dua sahabat lama itu. Begitupun anak-anak mereka yang begitu antusias bermain dengan hadiah baru mereka. Tiba-tiba nada dering ponsel Jack terdengar. Sambil masih tetap mengobrol, ia mengambil ponsel itu di dalam saku celananya. Tanpa melihat nomor penelepon, Jack mengangkat panggilan itu. Seketika wajahnya menjadi serius dan mencoba meninggalkan tempatnya mengobrol. Ia menuju luar rumah agar leluasa bicara. Mika memperhatikan mimik muka Jack yang langsung berubah saat mendengar suara dari orang yang meneleponnya. Tidak seperti biasanya. Jika ia menerima telepon dari toko roti sekalipun. Siapa yang menelepon Jack di saat seperti ini? Mika penasaran. Apakah masih ada lagi orang yang terlibat dengan masa lalunya?
__ADS_1
________________________