
KLIK KLIK KLIK !
Jack menekan beberapa angka kombinasi untuk membuka pintu rumahnya. Kang il sebagai kepala pelayan di rumah besar, mendengar suara pintu depan terbuka. Ia segera menghampiri pintu dan menyambut tuannya.
"Selamat malam tuan." ucap Kang il memberi salam.
"Hmm malam. Oh ya, apa kau sedang sibuk pak Kang?" tanya Jack.
"Kebetulan tidak, tuan. Apa ada yang bisa saya bantu?" tanyanya pada Jack.
"Tolong bawakan aku kopi. Dan antar ke kamarku " ucap Jack.
"Baik, tuan." jawab Kang il.
Jack pergi menyusuri tangga menuju kamar atas. Ketika sampai di kamar ia melepas jasnya dan melemparnya ke kursi sofa merah di dekat tempat tidurnya. Ia melepas dasinya dan membuka dua kancing kemejanya sehingga tampak sedikit dadanya yang bidang. Lalu ia menekan tombol on pada remote AC dan duduk di sofa merah sambil melepas sepatu dan menggantinya dengan sandal putih di kamarnya. Sebelum mandi, ia menyandarkan tubuhnya pada jok sofa dan menengadahkan kepalanya. Matanya menerawang jauh ke dalam kehidupannya. Ia merasakan kesejukan dari mesin pendingin ruangan itu. Kepalanya yang dari siang sudah merasa panas dan sakit sedikit demi sedikit berangsur normal kembali.
"Tok Tok !" suara pintu kamar Jack di ketuk.
"Masuk." serunya.
__ADS_1
Pak Kang il masuk membawa secangkir kopi panas dengan nampan kayunya. Ia meletakkan minuman itu di atas meja sambil membungkuk dengan sopan. Ia mengamati tuannya yang seperti sedang ada masalah. Namun ia tidak berani menanyakan suatu hal pada tuannya itu. Ia hanya berdiri menunggu tuannya bicara.
"Pak Kang, kau ingat map-map yang aku suruh kau untuk menyimpannya dalm peti itu?" tanya Jack.
"Ingat tuan." jawab pak Kang il.
"Tolong bawakan peti itu kemari sekarang juga. Aku akan membersihkan badan terlebih dahulu. Aku ingin, peti itu sudah berada disini sebelum aku selesai mandi." perintah Jack.
"Baik tuan. Segera saya lakukan." jawab pak Kang kembali membungkuk memberi hormat.
Setelah pak Kang meninggalkan kamarnya, Jack melepas jam tangannya dan meletakkannya di atas meja. Ia melepas kemejanya dan juga celananya. Dan sebelum masuk kamar mandi, ia memasukkan baju yang ia pakai tadi. dalam keranjang cucian. Jack masuk kamar mandi dan mengguyur kepalanya dengan air yang keluar dari shower yang ada di atas kepalanya. Ia mengusap-usap kepalanya pelan sambil ia pijit sedikit. Tak sampai setengah jam, ia sudah keluar dengan handuk putih yang melilit di pinggangnya. Ia melihat pak Kang kembali membawa kotak peti yang di inginkannya di bantu dua orang pelayan. Jung won dan Seo.
"Baik tuan. Segera saya laksanakan." ucap pak Kang undur diri.
"Hmmm." Jack mengangguk.
_________________
Ia mulai membuka gembok peti dan tampaklah berkas-berkas peninggalan Bong. Jack berpikir apa yang harus pertama ia lakukan dengan semua barang itu. Sambil menyeruput kopinya, ia mengambil satu map dan membaca lembar demi lembar kertas yang ada di dalamnya. Jadi, semua kertas ini adalah catatan yang beruntun. Bukti-bukti visual yang Bong tinggalkan. Ia masih penasaran dengan orang yang berinisial LC. Siapakah dia? Jack semakin pusing. Ia kembali minum kopinya. Lalu berdiri dan meletakkan map itu ke atas meja. Ia berjalan ke depan lemari pakaian mengambil celananya dan langsung ia pakai. Setelah itu ia memilih kemeja biru tua untuk di kenakan. Dengan sedikit sentuhan gell rambut, ia menyisir rambutnya yang sedikit panjang ke belakang. Ia juga memakai sedikit parfum. Lalu ia kembali lagi duduk santai sambil membaca-baca isi map itu. Sampai di map berwarna hitam, ia menemukan sejumlah besar uang yang dikirim pada LC. Dengan sebuah perjanjian penculikan pada seorang letnan marinir beserta istrinya, Lima belas tahun yang lalu. Itu dirinya !
__ADS_1
Jack mengamati lebih dalam maksud dari semua itu. Jadi, penculikan yang terjadi padanya adalah rekayasa belaka? Sudah di rencanakan dengan matang oleh seseorang. Lalu apa motif penculikan itu? Semakin di telisik, ia juga menemukan sebuah keganjilan. Dimana setiap pos interogasi lintas negara mengijinkan kontainer-kontainer milik Bong lewat begitu saja tanpa pemeriksaan. Bukankah itu wewenang petugas kepolisian yang bertugas di distrik 3, 7, 8, 11,13, 19, 21, 28. Wilayah pengawasan Gyeonggi Nambu Police Agency ( GNPA ). Mengapa mereka melepaskan mereka begitu saja? Jika ini benar, pastilah ada keterlibatan orang dalam satuannya. Ada sesuatu yang mencurigakan. Jika tidak ada suap, lalu apa lagi motif mereka. Jack berpikir keras. Ketika ia terlalu keras memikirkannya ia menjadi pusing. Ia kembali meletakkan map itu dalam peti. Ia menyandarkan kepalanya di sofa. Dan memejamkan matanya sebentar.
*
*
*
*
*
_______________
Nb :
Terima kasih untuk pembaca setia kisah Jack 😘❤ Boleh tinggalkan like dan komentar ataupun saran apapun dengan kata-kata yang memberi semangat ya,,, 😄
Penulis sangat berterima kasih atas perhatiannya,,,,,,👍👍
__ADS_1
___________________