TERSESAT DI HATIMU

TERSESAT DI HATIMU
KEMBALINYA CINTA


__ADS_3

Siang itu, hembusan angin sedikit membawa pasir ke kuil Miaoying. Sehingga beberapa pelataran dan patung dewa menjadi berdebu karenanya. Yin baru saja memandikan Ann dan memakaikan pakaian yang dibelikan oleh Jack kemarin. Lalu Ann di ajaknya bermain di halaman depan, dengan maksud agar Jack melihat Ann memakai baju pemberiannya. Namun setelah menunggu lumayan lama, Yin tidak juga melihat sosok Jack di kuil. Kemana dia? Yin mulai bertanya-tanya.


"Kakak Leen, apa hari ini kau melihat Jack?" tanya Yin pada Leen yang sedang menapih beras.


"Jack? oh iya benar, aku belum melihatnya hari ini. Kemana dia ya?" jawab Leen menambah rasa khawatir di hati Yin.


"Kemana dia kira-kira, aku jadi khawatir." ucap Yin menundukkan kepala.


Leen menatap ke arah Yin. Ia melihat bahwa adik seperguruannya itu mulai mengkhawatirkan Jack. Tapi dimana Jack, Leen juga tidak mengetahuinya. Di belakang halaman kuil, kakak Liu sedang berlatih kungfu bersama kakak yang lain yang berjumlah empat belas orang. Mereka melakukan latihan setiap dua hari sekali. Di sudut pagar pelataran, duduklah Jack dengan jaket hitam yang ia letakkan di pagar pembatas sambil tangannya bersandar di atasnya, ia memperhatikan gerakan kungfu tersebut dan sesekali mengambil foto mereka. Jika ia mengamati, gerakan kungfu mereka ini, gerakan yang dominan adalah melingkar dan lebih lembut dengan acuan binatang sebagai jurus-jurusnya. Sedangkan gerakan karate yang ia pelajari, gerakannya lebih ringan dan pendek, sedangkan tekniknya berjeda dan cepat.



Tiba-tiba kakak Liu memanggilnya untuk mencoba ikut berlatih gerakan beladiri. Awalnya Jack tidak ingin melakukannya, namun karena kakak Liu sedikit memaksa akhirnya Jack ikut bergabung. Mereka mencoba adu lawan. Saat pertama Jack hanya sering menghindar. Mereka pikir Jack masih sedikit takut dan memintanya lebih serius lagi. Ketika kakak Liu mencoba melawan Jack, ia menyerang Jack maju namun berkali-kali Jack hanya menghindar. Ketika kakak Liu benar-benar hampir mendaratkan pukulan, Jack membalas pukulan tersebut dengan cepat. Hal itu membuat kakak Liu terkejut. Karena ternyata Jack bisa bertarung. Kakak Liu mencoba lagi menyerang karena ia ingin tahu seperti apa kemampuan Jack. Dan ternyata Jack mampu memukul dengan berbagai macam teknik, dan menendang dengan gaya roundhouse kick seperti biasanya. Kakak Liu mengakui kemampuan bela diri Jack sangat baik. Setelah beberapa kali pertarungan, akhirnya mereka beristirahat.


"Kau sangat piawai dengan tendanganmu itu Jack." ucap kakak Liu. "Apa benar kau seorang letnan marinir?" lanjutnya ingin tahu.


"Ya, tapi itu dulu. Satu tahun yang lalu aku sudah mengundurkan diri dari kesatuan." jawab Jack cepat.


"Kenapa? Bukankah itu membanggakan?"


"Aku hanya ingin menjalani hidup yang tenang bersama Mika dan keluar dari zona merah." jawab Jack sambil memutar-mutar ponselnya. "Selama bertahun-tahun aku di hadapkan dengan politik dan kejahatan sekelompok manusia. Hal itu membuatku dan orang yang ada di sekitarku menjadi incaran kejahatan dan aksi pembunuhan. Aku juga tidak memungkiri bahwa aku seringkali membunuh untuk bertahan hidup dari kejaran beberapa penjahat." ungkap Jack.


"Apa itu sebabnya Yin bisa sampai kemari?" tanya kakak Liu.


"Benar. Ia diculik oleh penjahat terakhir yang aku ingin lenyapkan. Ketika aku berhasil mengatasinya, kenyataan bahwa Mika hilang di daerah Beijing membuatku gila. Namun aku mencoba terus mencarinya. Dan aku meyakini, semua ini adalah campur tangan Tuhan yang akhirnya telah mempertemukan kami kembali." jawab Jack panjang lebar.


Kakak Liu akhirnya mengerti, setidaknya ia tahu bagaimana kehidupan Jack dengan penjahat-penjahat itu. Pasti sangat melelahkan.


...----------------...

__ADS_1


Menjelang malam, Jack masih berada di mobilnya. Ia mencoba menenangkan hatinya yang sedikit gundah. Ia menjadi gerah dan berkeringat. Iapun keluar dari mobil menuju jembatan di taman Beihai. Sambil dudukan ia menikmati angin semilir yang menerpa tubuhnya. Sebenarnya ia hendak melihat apakah Yin memakai cincin darinya atau tidak. Namun ia masih enggan melakukannya. Ia sedikit takut, seandainya Yin tidak memakai cincin itu, apa yang akan ia lakukan setelahnya. Ia merenung duduk di pinggiran pagar jembatan dengan kaki menggantung di sisinya.


Di tempat lain, tepatnya di kuil Miaoying. Hujan turun lumayan lebat. Yin menunggu kedatangan Jack dengan risau. Namun pria itu belum juga datang. Ia memegang cincin dari Jack dan masih bingung apakah akan ia pakai atau tidak. Akhirnya ia memakai cincin itu di jari manis tangan kirinya. Berulang kali ia melayangkan pandangan ke seluruh sisi kuil. Namun tidak ada tanda-tanda kedatangan Jack. Saat ia hendak menuruni tangga depan kuil, Yin kurang berkonsentrasi dengan tangga yang basah karena air hujan. Sehingga kakinya tergelincir dan membuatnya jatuh berguling di tangga. Dahinya terantuk-antuk kayu tangga dan sedikit mengalami luka lecet.


"Aah !!" suara Yin kesakitan karena jatuh.



Yin merasa pusing sekali apalagi sekarang ia duduk di tengah-tengah hujan deras. Tiba-tiba saja penggalan-penggalan kejadian bermunculan di otaknya. Dari awal dia bertemu Jack, saat ia menyelamatkan Jack yang tenggelam, sampai saat ia menyekap dan menusuknya. Lalu ia mengingat saat hujan deras seperti saat ini, Jack menjemputnya sambil hujan-hujanan. Ia juga ingat bagaimana mereka menikah dan melewati masa krisis. Ya ! Kini mata Yin terbuka lebar. Ia sudah mengingat semuanya. Ia ingat bahwa ia begitu mencintai suaminya. Jack. Iapun bangkit dan mencari Jack di seluruh tempat. Namun ia tak menemukannya. Kemudian ia ingat saat ia bertemu kembali pertama kali denganya di atas jembatan.


"Ya. Aku adalah Mika. Aku istrimu Jack, dimana kau sekarang? Aku sangat merindukanmu."


Leen melihat Yin terjatuh dan mendekatinya untuk menolong. Namun Mika berlari dan berteriak padanya. "Aku sudah ingat semua tentang Jack, kakak. Aku benar-benar mencintainya,,sekarang aku harus mencarinya." teriaknya sambil berlari menjauhi kuil.


Leen ingin mencegahnya karena hujan semakin deras, namun ia tak bisa berbuat apa-apa. Ia hanya bisa memandangi saudarinya yang begitu bersemangat untuk mengejar cintanya. Mika berlari tak patah semangat. Walaupun ia menerjang hujan yang lumayan deras. Beberapa kali ia jatuh tersungkur karena terpeleset, namun ia kembali bangkit. Ia akan menunjukkan pada Jack bahwa ia sudah memakai cincin pemberiannya. Air matanya mengalir deras membasahi pipi dan bercampur dengan air hujan yang juga begitu deras.


"Jack, kau dimana? Aku merindukanmu. Aku menunggumu untuk mencariku ,,sekarang aku disini. Aku sudah mengingatmu,,,Hiks hiks."


"Jack !" teriak Mika.


Mendengar seseorang berteriak memanggil namanya, Jack segera berpaling dan ia begitu terkejut melihat Mika ada di belakangnya sambil hujan-hujanan. Iapun berdiri dan melangkah mendekati Mika. Namun Mika lebih dulu berlari menubruk tubuhnya dan memeluknya dengan erat. Ia menangis sejadi-jadinya. Melihat orang yang dicintainya menangis, ia bertanya apa penyebab yang membuatnya menangis.


"Kau kenapa kemari, diluar hujan sangat deras. Kau bisa sakit karenanya." ucap Jack.


"( hiks hiks )" Mika masih menangis dan tidak sanggup berkata-kata. Hanya pelukannya saja yang semakin erat.


"Katakan mengapa kau menangis seperti ini. Apa ada seseorang yang menganggumu?" tanya Jack lagi. Mika hanya menggeleng. "Lalu apa? Ayo ke mobil, aku tidak mau melihatmu sakit nanti." Jack mendekap Mika berjalan menuju mobilnya.


Setelah di dalam mobil, Jack mengambil handuk dan pakaian yang ada di kopernya. Setelah Mika mengganti bajunya yang basah dengan baju kering, di usapnya rambut Mika dengan handuk agar sepat mengering. Kemudian ia juga mengusap air mata wanita yang dicintainya itu.

__ADS_1


"Maafkan aku, karena terlambat mengingatmu. Dan dia adalah putrimu,,putri kita." ucap Mika sesenggukan.


Jack melihat jari manis di tangan kiri Mika. Cincin yang ia berikan kemarin tersemat indah di jari wanita itu. Mata Jack berlinang air mata. Dengan penuh kerinduan ia memeluk Mika dan mengatakan sesuatu. "Ehem,,aku sudah tau kalau Annchi adalah putriku. Dan tidak apa sayang. Walau kau butuh waktu untuk mengingatku. Aku tahu kau akan datang kepadaku." jawab Jack lembut sambil menepuk-nepuk pundak Mika.


"Maafkan aku yang terlambat menjemputmu. Sekarang semua masalah sudah selesai. Aku berjanji akan memberikan hidup yang damai untukmu dan Ann." sambung Jack.



Kedua mata mereka saling bertatapan, Jack memberikan ciuman mesra untuk Mika dengan tetap mengenggam tangannya. Akhirnya setelah begitu banyak ujian yang Jack dan Mika lalui, mereka pun kembali bersama lagi. Untuk kehidupan yang lebih damai dan lebih berarti.


❤❤❤


_____________ \= SELESAI \= ____________


...----------------...


Nb :


Hay pembaca setia Jack & Mika, terima kasih sudah mengikuti ceritanya sampai akhir. Maaf kalau di cerita ini banyak kekurangan. Penulis sudah berusaha yang terbaik.


Boleh tinggalkan kritik dan saran ya,,, biar menjadi masukan buat penulis.😘😉


* Dan yang suka jangan lupa tinggalkan like & ratenya ya.❤❤😀


...----------------...


Baca juga novel yang lainnya ,,,😀


👉~INCUBUS SNARES~

__ADS_1



__ADS_2