TERSESAT DI HATIMU

TERSESAT DI HATIMU
MISI BALAS DENDAM DAN PENYELAMATAN


__ADS_3

Malam ke seratus dua belas hari setelah menghabisi Kim Jihun, J.O kembali mempersiapkan misi selanjutnya. Ia mencari informasi tentang Ja Giyong dari beberapa informan.


Telah didapatnya beberapa informasi mengenai pria itu. Diantaranya dia seorang penyelundup barang gelap dan mempunyai rumah bordil di salah satu tempat di Gangnam.


"Kau yakin dengan apa yang kau katakan padaku?" tanya J.O pada salah satu informannya.


"Aku yakin sekali" kata informan itu.


"Baiklah, terima kasih banyak."


Mereka berdua berpisah di persimpangan jalan besar. Saat J.O kembali ke mobilnya, ia menyiapkan senjata apinya. Dan mengintai rumah bordil dari dalam mobil. Dia menunggu orang yang bernama Ja Giyong muncul. Kira-kira setelah satu jam ia menunggu, datanglah sebuah mobil mewah berwarna kuning. Dari dalamnya, keluar seorang pria botak yang sedang merangkul dua wanita simpananannya. Dia berjalan menuju pintu masuk rumah bordil. Mata J.O mengamati dengan seksama posisi kepala pria botak itu. Dengan sekali tarikan, J.O menembakkan peluru senapannya. Dan mengenai kepala botak Ja Giyong. Pria itu segera terjatuh tewas seketika di pelukan wanita-wanita simpanannya. J.O pun segera melarikan mobilnya dari sana. Meninggalkan wanita-wanita yang berteriak histeris.


_____________________


Di posisi keduanya, J.O mengawasi rumah Shio Han. Ia berencana akan menerobos ke dalamnya. Iapun menyiapkan senjata apinya dan mengalungkan peluru cadangan di badannya. Ia juga mengantongi pistol api di kantung senjata yang ada di ikat pinggangnya. Lalu ia memakai topi dan topeng hitam. Ia melangkah dengan pasti mencari Shio Han di dalam rumah besar itu. Ia menyelinap dari pintu ke pintu. Tampak beberapa pelayan yang turun dari ruang atas membawa cucian baju. Rumah itu cukup luas namun terlihat sepi. Dengan sangat hati-hati J.O mengendap-endap naik ke lantai atas dengan menaiki tangga. Beberapa kali ia menoleh ke kanan dan ke kiri. Saat ia hampir sampai di atas, datang kepadanya dua orang penjaga yang hendak turun melewati tangga. J.O segera bersembunyi turun ke samping tangga dengan berpegangan di besi pinggirannya. Jika dilihat dari bawah, tampak tubuhnya menggantung di sisi tangga.


Setelah kedua penjaga itu melewatinya, ia segera naik kembali ke atas dan menyelinap ke kamar-kamar yang di perkirakan Shio Han ada di dalamnya. Kamar pertama, kamar kedua, semuanya kosong. Di kamar ketiga. J.O melihat seorang gadis tanggung sedang terlelap dalam tidurnya. Ia berpikir mungkin itu adalah anak dari Shio Han. Saat ia kembali menutup pintu, gadis itu melihatnya.


"Si,,,si,,siapa kau ?" tanya gadis itu ketakutan.


"Tenanglah. Aku tidak akan melukaimu" kata J.O.


J.O segera mendekati gadis itu dengan perlahan. Dia melihat betapa takutnya gadis itu saat melihatnya sambil duduk di sudut ranjangnya dengan mengenggam selimut. J.O khawatir gadis itu akan berteriak. Maka iapun memukul pundaknya. Sehingga gadis itu pingsan. Ia segera meninggalkan kamar gadis itu menuju kamar lain. Dan sampailah ia di sebuah kamar yang terdengar ada suara orang sedang mendesah keras. J.O membuka sedikit pintu kamar itu dan melihat dari celahnya ada seorang pria sedang menggauli seorang wanita dengan kasarnya. Namun wanita itu tampak menolak perbuatan Shio Han.


"Aahh,,,aah,, Lepaskan aku tuan ! Aku mohon !" suara wanita itu.

__ADS_1


"Diam Kau !" Shio Han menampar keras kepala wanita itu sambil melakban mulutnya dengan lakban hitam.


Aahh ! Aahhh !!


Suara desahan Shio Han semakin keras.


Dengan mata penuh amarah J.O masuk dan mengunci kamar tersebut. Ia mengantongi kuncinya di saku bajunya. Spontan saja keduanya merasa sangat terkejut. Shio Han pun melepaskan tubuhnya dari wanita itu. Dan dengan telanjang bulat dia mendekati laci mejanya untuk mengambil pistol.


"Siapa kau? Beraninya mengganggu kenikmatanku !" tanya Shio Han menodongkan pistolnya ke arah J.O.


Ketika ia hendak menembak, J.O lebih dahulu menembakkan pelurunya ke arah tangan Shio Han yang memegang pistol. Sehingga pistol itu terlepas dari tangannya. Dengan cepat J.O menendang jauh pistol Shio Han yang jatuh. Wanita yang tadi bercinta dengan Shio Han merasa ketakutan. Satu pria saja berulang kali menganiaya dirinya. Apalagi dua orang pria ada di dalam kamar sekarang. Pikirnya.


"Kau ingin tahu siapa aku?" ucap J.O sambil menyliding (sleding) kaki Shio Han sehingga pria itu jatuh.


"Akulah orang yang pernah ingin kau habisi. Namun kau gagal" jawab J.O.


"Apa yang kau mau dariku, ha !?"


Dengan menodongkan pistol, J.O menyuruh Shio Han tengkurap. Setelah Shio Han menuruti perintahnya, iapun duduk di atas punggung pria itu. Lalu meminta wanita yang ada di kamar itu untuk mengambil lakban yang dipakai Shio Han tadi. J.O mengikat kencang tangan Shio Han kebelakang dengan lakban hitam. Lalu ia menarik Shio Han agar duduk di bangku yang ada disana. J.O kemudian melakban tubuh Shio Han bersatu dengan bangku itu. Dengan mata yang tajam, J.O melepas topeng yang di kenakannya. Shio Han tidak menduga bahwa Jack datang kepadanya. Iapun menjadi ketakutan. Tubuhnya berkeringat.


"Ka,,,kau Jack ??"


"Aku datang untuk menjemput kematianmu. Bagaimana? Apa kau sudah siap ?!" tanya J.O dengan nada sok lembut.


"Aku mohon jangan bunuh aku. Aku masih ingin hidup" rengek Shio Han.

__ADS_1


"Benarkah ? Mari kita lihat" jawab J.O.


Dengan sangat kesal J.O menampar kepala pria itu. Lalu mencekik lehernya dan meludahi wajahnya.


"Berulang kalipun meminta, aku tidak akan pernah mengampunimu !! Sekarang, aku akan mengambil nyawamu. Seperti dulu kau mengambil nyawa istriku dengan keji !!" ucap J.O meremas kasar ******** Shio Han hingga pecah.


AAAAAAARRRRGGGHHH ! !


Suara Shio Han menggema di dalam kamar. Lalu dengan kuat J.O menendang kepala pria itu hingga tulangnya patah, sampailah pria itu pada kematiannya. Wanita yang ada dikamar itupun menatap tercengang dengan apa yang dilakukan J.O pada tuan rumahnya. Namun ia merasa sangat berterima kasih pada J.O karena melenyapkan orang yang selama ini dengan kasar memperkosanya.


"Cepat pakai bajumu. Pergilah dari rumah ini dan tinggalkan kota ini segera. Mereka akan mencarimu dan manghabisimu karena kaulah yang terlihat terakhir kali bersamanya."


"Terima kasih telah menolongku tuan" ucap wanita itu dengan tulus.


J.O membantu wanita itu keluar dengan aman dari rumah Shio Han. Ia juga mengantarkannya ke stasiun kereta yang akan membawanya pulang ke kampung halamannya.


"Terimalah uang ini. Semoga cukup untuk ongkos perjalanmu".


"Ii,,,ini sangat cukup tuan. Terima kasih banyak" ucap wanita itu dengan mata terharu.


"Sama-sama"


J.O pun pergi berlalu meninggalkan stasiun kereta.


______________________

__ADS_1


__ADS_2