
Sabtu pukul 21.22
J.O menunggu di seberang jalan ketika mengawasi pergerakan kontainer dengan tanda X-AR yang mengangkut sabu telah bersiap berangkat. Kali ini Ia tidak membawa mobilnya. Ia menyelinap perlahan dari seberang jalan memasuki wilayah tumpukan kontainer bekas. Namun tugasnya hanya akan membawa pergi kontainer biru dengan tanda X-AR. Banyak penjagaan di sana sini. J.O menyelinap ke samping kontainer biru.
Ia melihat seorang driver tengah menyiapkan keberangkatan kontainer Biru X-AR. Sebelum kontainer itu benar-benar berangkat, J.O masuk mencekik dan memukul supir kontainer yang lengah. Dengan beberapa kali pukul dan sayatan di leher, supir kontainer itu tumbang. J.O segera merangkap pakaiannya dengan pakaian dan topi supir kontainer. Ia juga menyembunyikan mayat supir truk ke jok belakang.
J.O mulai mengendarai truk kontainer menuju gerbang depan penjagaan, ia juga melewati beberapa petugas pemeriksaan.
Untungnya mereka tidak menaruh curiga pada J.O. Karena J.O memakai seragam milik supir yang sebenarnya. Ketika truk yang ia kendarai turun ke jalan, dua truk tampak menyusul di belakangnya. Truk-truk inilah yang akan dikirim ke Amerika nanti setelah melewati bandara.
Ditengah perjalanan, J.O membelokkan kendaraannya ke jalan lain. Ia juga menaikkan kecepatan kendaraannya. Tak hayal, beberapa anak buah Bong Cheol yang mengiringi keberangkatan truk ke bandara, segera mengejar truk yang salah jalan. Mereka menyadari bahwa ada seseorang di dalamnya yang sengaja membawa lari truk itu. Tembak-menembak pun tak terelakkan lagi. Aksi kejar-kejaran di jalanan juga tak bisa di hindarkan. Membuat kacau keadaan dan lalu lintas. Kerusakan di jalanan membuat banyak kecelakaan. J.O beberapa kali menyerempetkan truknya ke mobil hitam yang sedang mengejarnya.
Orang yang ada di dalam mobil hitam beberapa kali menembaki J.O. Tembakan itu mengenai kemudinya, lalu terpelanting melesat menyerempet dan mengenai lehernya.
__ADS_1
"Sial !!" umpat J.O kesal.
Sekali lagi J.O menyerempetkan truknya ke mobil hitam di sisi kanan jalan. Ia berhasil membuat mobil hitam kehilangan kendalinya dan terguling bebas di jalanan. Tetapi, masih ada satu mobil lagi yang mengikutinya dari belakang. Mereka terus saja menembaki J.O. Tanpa henti, lagi-lagi ia di tembaki dengan liar oleh pengemudi mobil yang mengejar truk itu.
Tiba-tiba beberapa mobil polisi juga ikut mengejarnya. Entah siapa yang memberi perintah pada mereka. J.O semakin kewalahan memilih jalan yang dirasa aman untuk ia lewati. Ia pun menerobos beberapa bangunan pertokoan dan parkiran umum. Menabrak beberapa rak barang dan pakaian.
Dalam rencananya semula, ia akan melewati jalur rel kereta api KangSo untuk menghilangkan jejak dari kejaran polisi dan anak buah Bong Cheol. Ia sudah memperhitungkan semuanya dengan matang. Tanpa main-main ia tetap akan menerobos rel kereta yang hampir dekat dengan truknya. Sesaat sebelum ia melewati jalur rel kereta, sebuah tembakan mengenai ban belakang truknya. J.O sedikit kehilangan kendalinya. Truk kontainer yang ia kendarai oleng beberapa saat. Walaupun begitu, J.O tidak mau menyerah. Ia melihat kereta akan melintas di depannya. Berjarak hanya beberapa meter saja dari truknya.
BRAK ! GUBRAK !
Suara ban belakang truknya menghantam tepian rel. Saat itu juga kereta melintas secepat kilat di belakang truknya. Mobil polisi dan mobil anak buah Bong Cheol terhalang cukup lama oleh lintasan kereta api. Mereka akhirnya harus menerima kenyataan bahwa mereka sudah kehilangan jejak.
"Huffhh ! Syukurlah" desah J.O merasa beruntung.
__ADS_1
Ia membawa laju truknya semakin cepat. Tanpa ampun ia menerobos jalanan. Menuju tempat yang sudah di jadwalkan oleh si pria misterius.
GRUNGG ! GRUUNGGG !!
Suara truk Kontainer biru dengan tanda X-AR sampai di sebuah gudang barang bekas. Beberapa orang menyambut kedatangannya. Kemudian setelah ia turun, ia mendapat telepon.
"Kau berhasil? Aku terkesan dengan aksimu di jalan" kata si misterius.
"Sekarang berikan bukti kedua yang kau janjikan padaku. Ingat, Jangan coba-coba membohongiku. Atau aku akan hancurkan barang itu"
"Ya, Baiklah. Aku sudah siapkan bukti itu untukmu." ucap si pria misterius.
"Paketku ada di tempat saat aku meneleponmu pertama kali. Cari sebuah batu besar yang ada pecahan kacanya" lanjut suara pria misterius dari seberang.
J.O segera menutup teleponnya. Ia membuang topi yang ia kenakan, kemudian melepas pakaian milik supir truk.
Setelah itu, Ia berjalan melewati jalan umum, menunggu di halte untuk naik bus ke tempat waktu itu ia menerima telepon pertamanya.
Sesampainya disana, J.O mencari batu yang menurut pria misterius ada pecahan kacanya. Berjam-jam ia mencari dalam kegelapan, akhirnya ia menemukan sebuah amplop dengan tali merah. Segera ia menyimpan amplop itu dalam bajunya. Ia pun kembali menuju jalanan, menunggu di halte bus untuk segera pulang.
__ADS_1
*****