
Mika menutup tasnya lalu menentengnya keluar. Pelajaran hari ini sangat membosankan baginya. Ia berjalan menuruni tangga. Sampai di parkiran luar, ternyata sedang hujan deras. Ia segera berlari kembali ke dalam sekolah. Ramai juga teman-temannya berdiri di sana.
Kau di mana sekarang.
Mika berusaha menelepon J.O.
Tak ada jawaban. Mika mendengus. Ia juga berpikir. Apa yg di lakukan pria itu sekarang. Apa dia sedang enak-enakan tidur? Atau sedang berkencan dg gadis lain? Atau?? Ahh !! Mika sadar, ia terlau jahat jika menuduhnya yg bukan-bukan. Ia melirik arlojinya. Sudah lima menit ia berdiri di sana.
Tiba-tiba dari arah belakang seseorang memakaikan jaket padanya. Dan memayunginya. Teman-teman Mika sontak memperhatikan hal itu. Terutama yg perempuan. Mereka melihat seseorang yg tampan bersama Mika. Mereka diam-diam iri pada gadis itu.
"Maaf membuatmu menunggu" ucap J.O.
"Yah, tidak apa-apa. Sekarang kau di sini bukan?" Mika menoleh ke arah J.O dan melihat baju pria itu basah kuyup.
J.O sedikit tersenyum. Lalu memeluk Mika agar berjalan bersamanya. Mereka berjalan menuju mobil yg di parkir tak jauh dari mereka. J.O menyuruh Mika agar segera masuk ke dalam. Setelah Mika ada di dalam, ia berputar ke sisi sebelah untuk masuk ke dalam mobil. Setelah berada di dalam, J.O tak kunjung menjalankan mobilnya. Sepertinya ia kedinginan karena menunggu Mika selama satu jam di depan sekolah dalam keadaan hujan deras.
"Apa kau baik-baik saja?" tanya Mika.
"Ya" jawab J.O singkat.
"Sejak kapan hujan turun? Apa kau sudah lama menungguku di sana" tanya Mika ingin tahu.
__ADS_1
"Ya"
Mika melepas jaket yg J.O berikan padanya. Lalu ia pakaikan pada pria di sampingnya itu. J.O menolak, karena bajunya terlalu basah, ia menyuruh Mika memakai jaket itu kembali.
"Pakai ini. Ini perintah !" Mika sedikit menaikkan nada bicaranya.
J.O menoleh pada Mika. Di tatapnya mata gadis itu. Dia terlihat benar-benar marah. J.O pun menurutinya.
"Baiklah. Akan aku pakai. Tetapi, aku akan melepas bajuku. Ini terlalu basah untuk di rangkap. Tolong berpalinglah atau tutup matamu sebentar" pinta J.O.
Mika mengangguk.
Ia menutup mukanya dg kedua telapak tangannya. Jantungnya terasa mau copot. Dari sela jarinya, ia melihat pria itu melepas baju basah yg menempel di badannya itu. Badannya terlihat sangat kekar walaupun penuh bekas luka dan beberapa luka baru.
"Apa kau sengaja mengintipku?" kata J.O.
Mika kelabakan. Ia segera memalingkan mukanya ke jendela dan menatap jauh keluar. Sambil mengipas-ngipas mukanya dg buku miliknya. Ia tak melihat kalau J.O tersenyum lebar karena ulahnya.
"Dasar gadis nakal" ucap J.O berbicara pada dirinya sendiri.
Ia tersenyum. Entah mengapa beberapa hari bersama dg gadis ini ia seperti merasa sedikit gila. Sebenarnya, sudah dari tadi ia mengenakan jaket. Tetapi ia membiarkan Mika menikmati degup jantungnya yg semakin tak karuan.
Tanpa sepengetahuan gadis itu, ia mendekatkan kepalanya ke sisi kepala Mika.
__ADS_1
"Apa kau merasa kepanasan di saat hujan sederas ini?" bisiknya tiba-tiba tepat di samping telinga Mika.
Mika spontan menoleh ke arah asal suara. Betapa terkejutnya ia. Muka J.O hampir menempel ke mukanya. Mika semakin salah tingkah saat menatap bibir pria itu. Mika pikir, J.O akan menciumnya. Ia pun memejamkan matanya.
"Sedang apa kau? Jangan berpikir mesum" kata J.O membuat Mika malu.
"Ah??" Mika membuka matanya.
"Ayo pulang. Ayahmu sudah menunggu" J.O segera menjalankan mobilnya lalu meluncur di bawah derasnya hujan.
Mika memalingkan mukanya ke arah jendela. Ia merasa begitu kekanakan, berpikir kalau J.O akan menciumnya tadi. Ia tahu bahwa J.O sangat dingin. Tetapi, apakah dia benar-benar sedingin itu? Apa itu hanya di buat-buat saja? Mika ingin tahu apa yg menjadikan J.O mempunyai sikap begitu dingin.
Tetapi jujur di dalam hatinya, ia menikmati kejadian barusan. Walau membuat jantungnya melompat-lompat. Membuat Mika terbayang-bayang karenanya. Menurut dia, tadi itu pemandangan bagus. Ia pun tersenyum-senyum sendiri.
"Apa kau masih memikirkan hal tadi?" tanya J.O yg melihat Mika tersenyum-senyum sendiri sedari tadi.
"Ah? Ti..tidak. Aku hanya ingat temanku di kelas tadi sangat lucu. Ya,, begitulah" jawab Mika asal sambil tertawa yg di paksakan.
Mika tak berani menoleh ke arah J.O.
Ia takut, jantungnya benar-benar akan copot jika ia melihatnya lagi. J.O pun tersenyum kembali.
__ADS_1
*****