
Pukul 09.34
Jack bersiap ke kantor polisi tempat Kapten Lucas menunggunya. Selepas mandi Jack mengenakan kaos hitam ketat dan celana Cargo Armynya. Tak lupa ia menyisipkan pistol tangan di saku ikat pinggangnya. Ia berpamitan pada Mika, istrinya tersebut sedang di pijit kakinya oleh Suin.
"Aku pergi dulu sayang. Jangan lupa hari ini kau istirahat saja dirumah. Soal kuliahmu, nanti kita bicarakan lagi." Jack mengingatkan Mika.
"Baiklah, aku tidak akan kemana-mana hari ini." jawab Mika tersenyum. Jack pun pergi berlalu.
Kira-kira butuh waktu 47menit perjalanan Jack menuju kantor agensi kepolisian Gyeonggi Nambu. Ketika ia masuk ke dalamnya, banyak juniornya yang menyapa. Begitu juga seniornya. Ia bertanya pada salah satu senior yang bertugas di bagian sekretariat apakah kapten Lucas ada di kantornya atau tidak. Mereka mengatakan bahwa kapten ada di dalam dan sudah menunggu kedatangannya sedari tadi. Jack melangkah memasuki kantor kaptennya.
TOK ! TOK ! TOK !
"Masuk !"
Jack masuk menemui kaptennya dan memberi hormat padanya. Kapten Lucas meminta Jack duduk. Ia mengulurkan tangannya untuk memberi selamat pada Jack atas keberhasilannya menangkap atau melenyapkan Bong Cheol. Jack menerima uluran selamat dari kaptennya.
"Baiklah aku tidak akan berbelit-belit Jack, kau akan mendapatkan tugas baru kali ini. Yaitu untuk melacak lokasi gudang penyimpanan heroin milik Bong yang disembunyikan di Beijing." Ucap Kapten Lucas mulai bersiasat. "Namun sebelum itu, kau harus menemukan dimana putri Bong Cheol berada. Karena hanya dialah satu-satunya orang yang mengetahui kombinasi angka gembok gudang tersebut. Jika kau tidak sanggup menangani kasus ini, petugas lain yang akan melakukannya." Kapten Lucas tersenyum licik melihat raut muka Jack berubah.
"Apa yang harus aku lakukan setelah menemukan putri Bong Cheol?" tanya Jack sedikit tergagap.
"Kau paksa dia, kalau perlu siksa dia untuk membuka suaranya. Sampai kau mendapatkan kodenya. Jika dia tak mau membuka suara kepadamu, serahkan dia ke kantor polisi. Biar agen Samuel yang menanganinya." ucap Kapten Lucas.
Jack terdiam di kursinya, ia tahu seperti apa agen Samuel. Jika tak ada bukti nyata, ia tak segan-segan membuat kesaksian palsu agar saksi menjadi tersangka. Walaupun Jack seorang yang mampu membunuh dengan cara kejam, namun ia akan memastikan terlebih dahulu apakah orang tersebut pantas atau tidak untuk mmenerima kematian. Jika orang yang ada di hadapannya tidak bersalah, ia akan melepaskannya. Suasana hening sesaat. Saat Jack terdiam, datanglah seorang pemuda yang bernama William. Pemuda itu adalah putra pertama Kapten Lucas. William memasuki ruang kantor ayahnya tanpa permisi. Ia duduk di kursi yang letaknya tepat disamping Jack. Jack menoleh sebentar ke arah pemuda itu. Ia pernah bertemu William sesaat sebelum dirinya berangkat bertugas ke timur tengah. Itupun saat anak itu berusia 10tahun.
__ADS_1
"Letnan Jack." sapa William pada Jack.
"Hmm. Apa kabar anak muda."
"Baik letnan."
Setelah dirasa tugasnya sudah jelas, Jack pamit undur diri. Ia memberi hormat pada kaptennya lalu menyentuh pundak William sebelum keluar dari ruangan Kapten Lucas. Andai saja Jack tahu bahwa pemuda itulah yang berbuat senonoh pada Mika, ia akan segera menghabisinya ditempat itu juga. Setelah Jack keluar dari pintu ruangan, kapten Lucas mengirim pesan kepada seorang masta-matanya yang ada di dalam mobil yang terparkir disamping mobil Jack.
"Dia sudah keluar, ikuti dia dan cari tahu dimana dia tinggal. Pastikan kau mengambil gambar sedekat mungkin."
Jack menarik porsneling dan menginjak gas mobilnya dengan kecepatan penuh. Ia melesat keluar tanpa menyadari ada seseorang mengikutinya dibelakang. Kapten Lucas mengirim orang itu untuk memata-matai gerak gerik Jack setelah kematian Bong. Sebenarnya ia tahu bahwa Mika ada bersama Jack. Namun ia sempat kehilangan jejak mereka, dan tidak berpikir bahwa mereka menempati rumah semula. Ia memanggil Jack datang kepadanya hanya untuk melempar umpan. Ia mempunyai rencana licik yang terselubung, yaitu untuk mengetahui kegiatan Mika sehingga mudah bagi dirinya dalam menjalankan penculikannya. Lalu ia akan membawanya ke Beijing untuk sebuah kode angka yang harus di pecahkan. Dengan begitu dirinya bisa menguasai berton-ton kontainer yang berisi heroin dan kokain peninggalan Bong Cheoul.
Sampai dirumah, Jack memarkirkan mobilnya didepan garasi samping rumah. Ia melangkah masuk dengan buru-buru. Ia harus menemui Mika sekarang. Ia mempunyai firasat buruk dengan tugas barunya. Di dalam kamarnya, Ia melihat Suin sedang mengambil cucian kotor. Ia menanyakan padanya dimana nyonyanya sekarang. Ternyata Mika sedang ada di kamar mandi. Suin menawarkan minuman untuk tuannya.
"Baik tuan, akan saya antar secepatnya." jawab Suin.
"Hemm."
Setelah Suin meninggalkan kamar, Jack berbaring di tempat tidur untuk melepas penat. Namun, bukan badannya yang merasa penat, perasaannya lah yang merasa begitu gelisah dan semakin khawatir. Ia mengira-ngira apa yang ada di dalam pikiran Kaptennya. Kenapa ia mencari Mika? Padahal Jack yakin, kapten Lucas sudah mengetahui hubungannya dengan putri Bong Cheol.
Apa yang dia rencanakan kali ini?
.
__ADS_1
.
.
.
.
.
.
.
.
.
____________________
Terima kasih masih setia membuka episodenya Jack dan Mika😘❤
Yang baru mengikuti,,yuk coba tinggalkan like dan ratenya,,,😉
__ADS_1