THE CEO'S GENIUS DAUGHTER

THE CEO'S GENIUS DAUGHTER
TCGD-10 VIRAL!


__ADS_3

Selepas sholat Maghrib, Tanisa mengambil smartphone nya. Khawatir ada pesan atau email penting dari Delia yang hendak mengirim laporan pengeluaran dan pemasukan uang butik.


Namun, betapa terkejutnya Tanisa saat foto-foto gadis kecil yang beberapa jam yang lalu ia posting ternyata banyak mendapat reaction dari khalayak. Benar-benar menjadi trending topik, bahkan melebihi nama CEO yang kini tengah melambung karirnya.


Cantik banget, jadi pengen uyel pipinya.


Anakku fix.


Mau foto sama dia dong!


Mau juga baju kaya gitu!


Dan masih banyak komentar-komentar beragam dari para netizen. Bahkan followers akunnya kini tengah melonjak drastis. Banyak email dan pesan masuk, untuk order pakaian yang sama seperti yang dikenakan gadis kecil itu. Gaun ala-ala princess.


"Kynara!"


"Apa Tanisa? Kenapa raut wajah mu seperti itu?"


"Lihat ini! Putrimu jadi trending topik! Aileen, keponakanku viral Nara." Tanisa bahkan sempat terbengong.


"Benarkah?" Kynara mengambil smartphone miliknya dan memastikan apa yang baru saja dikatakan oleh Tanisa. Dan benar saja, foto-foto putrinya tersebar di mana-mana. Bahkan menjadi trending topik.


"Alhamdulillah. Kynara ini rezeki, kita harus membuat banyak gaun semacam ini. Putri mu benar-benar tidak bisa diragukan lagi!"


"Alhamdulillah, aku sangat bangga pada putri kecilku."


***


Dibelahan bumi lainnya, seorang CEO yang merasa namanya tersingkir dari trending topik pun bertanya-tanya. Siapa yang bisa menandingi namanya?


"Tuan! Anda tersingkir oleh seorang gadis kecil." Asistennya menunjukkan kepada pria itu gadis kecil yang telah membuat namanya jadi tersingkir dari trending topik.


Gila, hanya seorang gadis kecil. Gadis yang cantik, imut dan juga anggun!


"Lihatlah Tuan, gadis ini sangat cantik. Namanya Aileen Shaquilla."


"Aileen Shaquilla, nama yang cantik. Secantik orangnya." Tanpa sadar, bibir yang bahkan tidak pernah memuji wanita itu, seketika tertarik untuk memuji seorang gadis kecil.


"Aku tertarik pada gadis kecil ini, Gina!" Lagi dan lagi tuannya memanggilnya dengan nama itu.


"Nama saya Ginal, Tuan. Bukan Gina! Saya seorang lelaki sejati, masa dipanggil Gina."

__ADS_1


"Kau tidak terima?" Pria berperawakan tinggi besar itu melayangkan tatapan membunuhnya pada si asisten.


"Ah tentu saya tidak--"


"Oh kau tidak terima?" Tanyanya sekali lagi.


"Ma.. maksud saya, saya tidak berani untuk tidak terima, Tuan." Sahutnya dengan kekesalan dan ketakutan yang bercampur aduk.


"Bagus."


"Apa Tuan tidak tertarik pada gadis kecil itu?" Tanya asistennya memastikan. Ia yakin tuannya pasti tertarik akan pesona dan keanggunan gadis kecil berparas cantik itu.


"Tentu aku tertarik, aku ingin kau merekrutnya menjadi model cilik untuk agensi ku!"


"Baik Tuan."


"Kau kirim email kepada butik itu. Jika mereka bersedia merelakan gadis kecil itu untukku, maka aku akan mengalirkan suntikan dana untuk butik itu. Selama masa kontrak anak itu berlaku di butik itu."


"Baik Tuan, saya akan kirim email untuk pengajuan perjanjian. Jika mereka menyetujui, saya akan langsung turun tangan untuk datang ke sana!" Sahut si asisten.


Pria yang kerap kali dipanggil Arkian itu tak terkejut sama sekali. Karena asistennya memang bisa diandalkan, karena itulah ia kerap kali memberikan bonus tambahan untuk si asisten yang sudah banyak bekerja untuk perusahaan. Perusahaan yang bergerak di berbagai bidang itu semakin lama semakin berkembang, saat ada di tangan Arkian. Sosok pria dingin tak tersentuh.


***


"Aku mempercayakan semuanya padamu, Tan. Aku yakin kamu pasti bisa memilih yang terbaik untuk putriku!" Sahut Kynara. Ia benar-benar merasa bangga akan kelebihan yang Allah berikan untuk putrinya.


"Baiklah, terimakasih untuk izinmu." Sahut Tanisa.


"Myh, tepetan dong. Aileen dinnin, nanti Aileen membettu tayak putli Anna!" Teriak si kecil dari dalam kamar. Ya, hari memang sudah pagi, bahkan gadis kecil itu baru saja selesai dimandikan oleh sang ibunda.


"Astagfirullah, aku lupa. Aileen masih belum pakai baju!" Kynara menepuk jidatnya. Bisa-bisanya ia lupa kalau sang putri masih telanjang bulat.


"Sana pakaikan baju!"


Sejak keviralan Aileen, Tanisa terus saja menerima berbagai email dari berbagai agensi di ibukota. Bahkan, Tanisa tengah membaca semua email-email yang masuk. Semuanya hendak merekrut Aileen sebagai model cilik. Dengan perjanjian-perjanjian yang mereka buat masing-masing. Untung saja hari ini Tanisa tidak ada jadwal ke butik. Karena sudah ada Delia yang menghandle.


"Ini, sepertinya yang ini menarik. Perjanjian ini tidak terlalu memberatkan untuk Aileen. Dan lagi pula ini juga akan menguntungkan kedua belah pihak, aku akan terima ini!" Akhirnya Tanisa membalas salah satu email dari agensi ternama di ibukota. 'WJY ENTERTAINMENT.'


Tanisa mengirim alamat butiknya. Dan mereka bilang akan datang besok. Jadi Tanisa harus mempersiapkan berkas-berkas yang diperlukan sekarang. Karena mereka meminta beberapa berkas. Salah satunya adalah berkas yang berisi data-data Aileen. Dan juga berkas yang menyatakan persetujuan Kynara sebagai orang tua kandung Aileen.


"Hy Aunty." Baru saja dibicarakan, sudah muncul orangnya. Aileen yang sudah terlihat segar dengan dress warna-warni motif polkadot yang melekat sempurna di tubuh rampingnya.

__ADS_1


"Hy Sayang. Aunty mau tanya boleh?"


"Bollehlah! Tapi seubentall Aileen mau minum dulu, auss!"


"Jadi begini, Sayang. Apa Aileen mau membanggakan mommy dan aunty?" Tanisa berusaha menjelaskan dengan bahasa yang mudah dipahami oleh anak seusia Aileen.


"Mau dong, Aunty." Sontak Aileen menyetujui, mana ada anak yang tidak mau membanggakan orang tuanya? Kalau ada, bisa tuh! Bisa digantung di atas pohon belimbing!


"Kalau begitu, Aileen mau menjadi model di rumah cantik yang lain? Bukan rumah cantik milik aunty."


"Llumah tantik na siyapa, Aunty?"


"Rumah cantiknya teman aunty, Aileen mau kan, Sayang?" Bagaimana pun juga, Tanisa tetap harus mendapat persetujuan dari orang yang bersangkutan itu sendiri. Karena ia tidak ingin memaksa gadis sekecil Aileen untuk mencari uang.


"Ote, Aunty. Aileen mau!" Ia menunjukkan jari jempolnya yang berdiri tegak pada sang aunty. Dan hanya dibalas kedipan mata oleh Tanisa.


"Anak pintar." Tanisa seraya mengacak pusaran rambut Aileen.


Kynara tengah melaksanakan sholat Dhuha, wanita berhijab itu memang tidak pernah absen melaksanakan sholat Dhuha. Karena selain memiliki banyak manfaat, dirinya memang memiliki waktu luang untuk itu.


"Aunty, Aileen mau es tlim llasa ballu!"


"Rasa baru? Rasa apa itu, Sayang."


"Llasa cinta, Aunty. Ibu na si telliting bilang, talau llasa cinta itu enak bannet." Sahutnya. Ia memang kerap kali menonton sebuah video anak kecil seusianya di yutub. Mungkin dalam video itu tak sengaja terekam ketika kedua orang tua si keriting mengobrol perihal orang dewasa.


"No no, tidak rasa cinta, Sayang. Rasa cinta itu pahit!" Spontan Tanisa menjawab sekenanya. Karena ia terkejut ketika Aileen tahu perihal cinta. Ia akan meminta Kynara untuk lebih waspadai lagi untuk video-video yang sering ditonton Aileen.


"Pahit yah? Ote, Aileen mau llasa totlat adda deh!" Dan akhirnya ia kembali memilih rasa kesukaannya itu.


.


.


.


.


.


TBC!

__ADS_1


Yok ramaikan! Vote like and komennya ya!


__ADS_2