
Arkian memang sengaja meminta agar pemotretan dilakukan di lokasi yang asri. Maka, Ginal pun memutuskan untuk melakukan pemotretan di puncak. Puncak adalah pilihan yang tepat, dengan pemandangan yang hijau dan asri serta udara yang sejuk. Sekaligus merefresh pikiran sejenak.
Tentu selaku CEO WJY ENTERTAINMENT, tidak satu orang pun yang berani membantah Arkian. Mereka akan sebisa mungkin melakukan apa yang diperintahkan oleh pria berwatak dingin itu. Karena Arkian tidak mau ada kesalahan atau bahkan cacat sedikitpun. Pria Perfeksionis itu hanya menuntut para pekerjanya untuk sanggup. Karena dirinya sudah memberikan gaji yang lebih dari cukup untuk mereka.
Tidak ada seorang pun yang tahu, bahwa Arkian adalah CEO dari WJY ENTERTAINMENT. Karena dirinya menutup rapat data pribadinya, supaya tidak beredar di jagat maya. Mungkin beberapa orang tahu, tetapi tidak banyak orang tahu. Bahkan Kynara yang notabenenya adalah mantan kekasih Arkian, pun tidak tahu perihal itu. Ia hanya tahu, kalau Arkian adalah CEO dari sebuah perusahaan yang diwariskan oleh keluarganya.
Dulu, Arkian adalah pria dengan pembawaan santai. Senyum yang ramah dan humble. Namun sayang, semua itu berubah seratus delapan puluh derajat saat Kynara tidak lagi bersamanya. Pasca putus dari Kynara, membuat seorang Arkian benar-benar terpuruk. Padahal dirinya lah yang memutuskan Kynara, bukan wanita itu yang meninggalkan dirinya.
Semua itu tentu ada alasannya, dimana ia harus terpaksa putus dengan Kynara. Membuat nya menjadi seperti sekarang ini, dingin, arogan dan ambisius.
"Kau sudah siapkan semuanya?" Tanya Arkian, kini ia tengah berada di kantor. Hari ini dirinya akan melihat proses pemotretan gadis kecil yang membuatnya sangat gemas. Ia bahkan terpesona dengan pose-pose anggun gadis kecil itu. Namun, ia merasa janggal. Senyuman gadis kecil itu seakan mengingatkan dirinya akan seseorang. Tapi itu mungkin hanya dugaannya saja, pikirnya.
"Tentu Tuan, semuanya sudah saya siapkan sesuai dengan perintah Tuan Arkian." Jawab Ginal, bahkan seorang Ginal saja lah yang tahu perihal kehidupan pribadi Arkian. Namun, Ginal sama sekali tidak berani untuk ikut campur. Ia sadar akan posisinya yang hanya seorang asisten.
"Kita berangkat sekarang!" Arkian beranjak dari kursi kebesarannya. Dibuntuti Ginal di belakangnya. Entah kenapa, belakangan ini Ginal kerap kali melihat Arkian memandang foto-foto gadis kecil itu. Seakan ia jatuh dalam pesona gadis kecil itu.
Bukan hanya memandang, tetapi juga disertai senyum-senyum tidak jelas. Bahkan Ginal sempat menganggap Arkian kerasukan, karena tiba-tiba saja Arkian tersenyum saat menilik foto gadis kecil itu. Entah kenapa, foto Aileen seakan menjadi candu untuk Arkian. Karena senyum yang terukir di wajah mungil itu seakan mengingatkan dirinya akan seseorang.
***
Di lain tempat, Tanisa, Kynara dan Aileen tengah bersiap untuk berangkat, karena mereka masih menunggu jemputan.
"Myhh Aileen mau pindam hape, hehe." Aileen bosan, ia tidak suka menunggu lama. Lebih baik melihat si keriting pikirnya.
"Mau lihat apa di hape? Sebentar lagi sudah mau berangkat, Nak." Sahut sang mommy spontan. Bukan apa, baterai handphone nya sudah hampir low. Pasti akan drop jika digunakan untuk menonton video.
__ADS_1
"Si telliting, Myh."
"Nanti ya, Sayang. Ponakan aunty yang paling cantik. Nanti setelah sampai di sana baru boleh main handphone, okey?" Jika sudah Tanisa yang memperingatkan, gadis kecil itu hanya akan mengangguk-angguk kepala saja. Karena kerap kali sang mommy mengingatkan agar is tidak membantah Tanisa. Karena Tanisa begitu menyayangi dirinya.
"Ote, Aunty." Walaupun dengan raut sedih, gadis cantik itu masih saja mengacungkan jempolnya. Membuat Tanisa terkekeh geli melihat kelakuan keponakannya itu.
Tin tin.
Terdengar suara klakson mobil dari luar rumah. Pertanda jemputan sudah datang, dan waktunya untuk berangkat
"Ah pasti mereka sudah datang, ayo kita berangkat." Kynara membawa semua barang-barang kebutuhan Aileen dan dirinya. Hanya satu tas piknik, tidak begitu banyak. Dan Tanisa membawa tasnya sendiri.
"Tuyyy bellantattt." Gadis kecil itu dengan semangat membara keluar dari rumah. Dan menghampiri sebuah mobil hitam yang tengah menunggu mereka.
"Hy Nona kecil." Sapa si sopir.
"Hahaha... Bro dundul." Ujar salah seorang dari mereka. Sedangkan si sopir hanya merengut seraya melengos dari para kawannya.
"Nama saya Hery, Nona." Karena tak terima dipanggil gundul, sehingga ia harus terlebih dahulu memperkenalkan namanya. Supaya gadis kecil di hadapannya itu tak lagi memanggil nya semena-mena dan membuat semua temannya mengejeknya.
"Helly? Butannya Helly itu andding yah, Untell?" Tanya nya. Karena setahunya Hery itu adalah anjing.
"Apa?" Berani sekali anak kecil itu, pikir Hery. Bahkan gadis kecil itu sama sekali tak takut melihat perawakannya yang tinggi besar dengan otot menonjol sempurna.
"Helly dud dud dud, Helly dud dud dud. Ayo lalli lalli. Betul tan Untell?" Sontak semua pengawal tertawa ngakak mendengar celotehan Aileen. Namun tidak dengan Hery, yang sontak membulatkan matanya ke arah para pengawal. Dan mereka menghentikan tertawa daripada harus menghadapi bahaya.
__ADS_1
Karena Hery merupakan kepala pengawal yang ditugaskan Arkian untuk menjadi sopir gadis kecil itu.
"Selamat pagi, Nona dan Nyonya." Sapa Hery kepada Tanisa dan Kynara yang baru saja datang membawa sebuah tas di punggung masing-masing.
"Saya Hery, utusan dari Tuan Boss untuk menjemput Anda." Sebelum Kynara bertanya, terlebih dahulu Hery memperkenalkan dirinya.
"Ah, selamat pagi Hery. Kita langsung berangkat yah."
"Baik, Nona."
Mereka pun berjalan menuju tempat tujuan. Dengan mobil pengawal tetap membuntuti dari belakang. Arkian sengana memberikan beberapa pengawal untuk Aileen. Takutnya ada kejadian tidak diinginkan.
.
.
.
.
.
TBC!
YOK RAMAIKAN! VOTE LIKE AND KOMENNYA YAH!💖
__ADS_1
oh ya, buat yang nanya perihal novel othor yang satunya, masih stop yah, insyaallah bakal lanjut tgl 24 Oktober. Karena othor masih harus fokus buat TCGD dulu. MAAF YAH🥺💖