THE CEO'S GENIUS DAUGHTER

THE CEO'S GENIUS DAUGHTER
TCGD-32 KETUA KLAN BLACK BLOOD.


__ADS_3

Ginal, Arkian dan Nyonya Ellena baru saja sampai di unit apartemen Arkian, pria itu menempelkan jempolnya dan pintu besi itu pun terbuka otomatis.


"Sayang..." Arkian berteriak seraya memanggil sang istri. Namun ternyata wanita yang ia cari itu tengah tertidur di sofa. Bersama sang putri dalam dekapannya. Keduanya terlihat tertidur nyenyak, mungkin terlalu nyaman tiduran di sofa hingga membuat Kynara tidur sungguhan.


"Tuan, Nyonya dan Nona kecil tidur."


"Ah, Sayang.. bangun ada Mamah." Arkian duduk bersimpuh, ia mengelus lembut kepala istrinya. Dan mengangkat perlahan putrinya dari dekapan sang istri, kemudian ia pindahkan gadis kecil itu ke ranjang empuknya.


"Ehmm..." Kynara mengerjapkan matanya, samar-samar ia melihat tiga bayangan di hadapannya.


"Mas, kamu kok udah pulang?" Terlebih dahulu, ia mencium tangan Arkian. Karena bagaimanapun, pria itu adalah suami yang wajib ia hormati.


"Iya Sayang, mamah mau ketemu kamu katanya."


Deggg.


"Tan.. tante?"


Kynara menatap Nyonya Ellena dengan gugup. Seakan semua kenangan buruk yang diberikan oleh wanita paruh baya itu masih sangat membekas di ingatannya. Saat-saat dimana wanita itu menghina bahkan mengusir dirinya.


Brukk.


Nyonya Ellena menjatuhkan tubuhnya tepat di hadapan Kynara yang masih duduk di sofa. Wanita paruh baya itu menempatkan tangannya di kedua lutut Kynara seraya menunduk. Nyonya Ellena menangis, wanita itu menyesal atas semua perlakuannya terhadap Kynara. Air matanya bahkan membasahi kain gamis Kynara.


"Ma.. maafkan mamah, Nara. Mamah sudah jahat sama kamu, sebenarnya mamah yang membayar orang di tempat kerjamu untuk memfitnah kamu, dan kamu dipecat."


Kynara tercengang, jadi wanita itu adalah dalang dari kesengsaraan dalam hidupnya. Dulu, saat dirinya masih berhubungan dengan Arkian, ia sempat bekerja di sebuah kafe. Dimana saat itu ia difitnah oleh orang tidak dikenal yang membuat dirinya harus dipecat dan akhirnya tidak mempunyai pekerjaan. Bahkan untuk makan sehari-hari saja wanita itu tidak punya, untungnya ada Arkian yang membantunya.


"Kenapa Anda setega itu? Anda tahu, setelah itu hidup saya menjadi sangat susah. Saya tidak memiliki penghasilan, saya hanya hidup atas belas kasih Mas Kian."


"Hiks.. hiks.. maafkan mamah, Nak."


Saya sudah memaafkan Anda, jauh sebelum Anda meminta maaf."


Sahut wanita baik hati itu, dengan mudahnya ia melupakan semua kejahatan yang diperbuat oleh ibu mertuanya sendiri. Kunara berdiri sembari membantu Nyonya Ellena untuk berdiri.


Ginal dan Arkian yang melihat drama ini, hanya bisa terdiam. Dalam hati Arkian sangat bersyukur, kini istri dan ibunya telah saling damai. Tanpa ada pertikaian atau penghinaan yang terlontar dari mulut Nyonya Ellena.


"Ehm!" Seketika semua pandangan tertuju pada Arkian. Pria itu nampak begitu tegas, dengan tatapan mata yang tajam.

__ADS_1


"Aku harap setelah ini Mamah bisa menghargai istriku. Aku tidak ingin lagi pertengkaran." Ujar ketua klan Black Blood itu.


"Silahkan duduk, Mah dan Sekertaris Ginal."


"Terimakasih Nyonya."


Dan Kynara segera berlalu, untuk menghidangkan beberapa suguhan kepada para tamu tak diundang.


Grep.


Tangan kekar melingkar di pinggang rampingnya. Saat Kynara tengah menata kue kering dan tiga cangkir teh di sebuah nampan, suaminya datang dan memeluk dirinya dari belakang. Sontak wanita itu menoleh, dan jarak wajah mereka begitu dekat.


Cup.


Arkian bahkan mencuri satu ciuman juga dari bibir peach Kynara. Seketika, jantung wanita itu tidak lagi bisa diajak kompromi. Seakan hatinya mulai terhanyut dalam belaian suaminya, namun logikanya masih berkata tidak. Dirinya harus jual mahal tentu, karena pria itu datang dan tiba-tiba saja memaksa dirinya untuk menikah tanpa meminta maaf kepadanya. Bahkan, pria itu sama sekali tidak terlihat menyesal atas kesalahannya di masa lalu.


"Lepas Mas, aku mau ke ruang tamu."


"Kamu kenapa sih, setiap aku peluk selalu nolak. Kamu tahu, kamu ini dosa loh nolak suami kamu sendiri."


"Aku masih belum siap untuk semua ini, Mas."


"Maaf."


Kynara segera berlalu, ia tidak sanggup melihat wajah itu meredup. Wajah yang selalu nampak garang itu seketika meredup karena penolakan istrinya. Tetapi wajar istrinya menolak, karena dirinya hanyalah masa lalu yang kembali mengusik ketenangan istrinya.


"Maafkan aku, Sayang."


***


"Kau hasut dia, agar lebih membenci suaminya. Kau buat mereka bertengkar, dan serang Arkian saat ia lengah!" Seorang pria terlihat tengah menelepon seseorang, pria itu begitu serius.


["Baik Dad!"] Dengan patuh lawan bicaranya langsung mengiyakan permintaannya.


Pria itu tersenyum puas, ia akan menghancurkan siapapun demi sebuah kekuasaan. Arkian, adalah target selanjutnya, ia akan membumi habiskan seluruh keturunan Arkian dan merebut kekuasaan yang dimiliki oleh Arkian.


Dalam dunia gelap, rebut merebut kekuasaan adalah hal yang biasa. Arkian adalah penguasa Benua Eropa, tentu banyak musuh yang akan mencoba untuk merebut wilayah kekuasaannya itu. Namun dengan entengnya Arkian berkata 'Biarkan saja mereka berperang, hingga hancur dengan sendirinya!'


***

__ADS_1


"Tuan, dia berusaha untuk menghancurkan kita melalui putranya."


"Sial! Kau selidiki siapa putranya itu, kau berikan data lengkapnya di mejaku, besok!"


"Tetapi ini akan memakan waktu, Tuan. Karena tidak mudah untuk mencari tahu mengenai putra mafia."


"Kau usahakan, Gina! Berikan padaku datanya paling lambat besok."


"Baik Tuan."


Saat ini kedua orang itu tengah berada di markas rahasia Arkian. Yang terletak di atas air, di wilayahnya. Perairan Asia adalah wilayah Arkian, maka dengan cerdiknya pria itu membangun markasnya di atas air dengan segudang teknologi canggih di dalamnya. Karena jika di atas air, markasnya tidak akan bisa diserang dari darat, kecuali diserang dari udara.


Serangan udara lebih mudah untuk dideteksi dan ditaklukkan dibandingkan serangan dari darat. Sungguh Lord Wolf, Anda benar-benar pria cerdas.


"Lord, dia menaruh mata-matanya di beberapa titik di sekita unit apartemen Anda!" Laporan dari salah satu bawahannya, seketika gigi Arkian menggertak.


"Kau musnahkan mereka semua, bawa ke markas semua mayat mereka."


"Baik Lord." Lelaki berseragam serba hitam dengan kepala plontos itu akhirnya pamit undur diri dan segera memerintahkan anggota untuk bersiap untuk melakukan perintah Lord mereka.


"Gina! Kau kirim mata-mata kita di beberapa titik, jangan sampai ada yang tertangkap."


"Sudah saya kerjakan, Tuan.


Ini yang Arkian suka dari Ginal, tangan kanannya itu selalu bisa untuk diandalkan. Bahkan Ginal tahu apa yang ia mau, tanpa harus memberitahu. Sudah bertahun-tahun Ginal menjadi orang kepercayaannya, namun sekalipun Ginal tidak pernah mengecewakan dirinya. Semua yang dikerjakan oleh Ginal pasti akan selalu membuat Arkian puas.


.


.


.


.


.


TBC!


YOK RAMAIKAN! JANGAN LUPA VOTE LIKE AND KOMENNYA YAH! 💖

__ADS_1


__ADS_2