THE CEO'S GENIUS DAUGHTER

THE CEO'S GENIUS DAUGHTER
TCGD-34


__ADS_3

Malam telah tiba, dinginnya angin malam sangat serasi dengan kegelapan langit di atas sana. Rembulan malam ini bersinar dengan terangnya, memecah kegelapan malam.


Setelah menidurkan sang putri, Kynara segera melaksanakan sholat. Kemudian ia segera menghampiri suaminya di ruang kerja, dengan membawa secangkir kopi.


"Silahkan diminum, Mas." Suara lembut nan mendayu-dayu itu seketika membuyarkan fokus Arkian. Mata tajam itu langsung saja menatap wanita cantik di hadapannya.


"Terimakasih, Sayang."


"Sekarang aku ingin bertanya pada Mas." Kynara seraya membenarkan duduknya di sofa ruang kerja Arkian.


"Apa yang ingin istriku ini tanyakan? Hmm?"


"Siapa sebenarnya kamu, Mas?"


"Hahaha... Sayang, jangan becanda. Aku ini suami kamulah, daddy-nya Aileen."


"Lalu siapa mereka tadi?" Sekarang Arkian paham arah pertanyaan istrinya. Ia yakin, istrinya pasti akan bertanya perihal ini.


"Mereka tadi hanya orang iseng saja." Arkian menyahut dengan santainya sembari meneruskan pekerjaannya.


"Kalau memang hanya iseng, engga mungkin kan pakai main pistol segala. Aku cuma engga ingin putriku terancam, Mas."


"Kamu tenang saja, aku tidak akan membahayakan putriku sendiri. Bahkan jika harus menyerahkan nyawaku, aku rela demi putriku!" Arkian menekankan, bahwa dirinya juga sangat menyayangi putri semata wayangnya itu. Bukan hanya istrinya saja yang menyayangi gadis kecil itu.


Bahkan tanpa tes DNA itu, aku sudah tahu dari semua sifat gadis kecil itu. Aku sangat yakin, bahwa dia memang putriku!


Memang setelah tinggal hampir satu Minggu dengan gadis itu, membuat Arkian perlahan mulai paham akan watak gadis kecil itu. Yang begitu mirip dengan wataknya, ambisius dan pantang menyerah.


"Pergilah tidur, aku akan segera menyelesaikan ini."


Kynara pun pergi meninggalkan suaminya sendiri di ruang kerja. Ini sudah larut dan dirinya butuh tidur awal untuk bangun di esok hari.


"Myh!" Aileen mengerjap, tidurnya terganggu karena sebuah mimpi buruk.


"Daddyh... Hiks.. hiks.." Seperti biasa gadis kecil itu akan merengek jika tidurnya masih belum puas. Dan terpaksa harus bangun di tengah jalan karena mimpi buruk yang menimpanya.


"Cup cup cup, mommy di sini, Nak."


Kynara seraya mempuk-puk punggung putrinya. Namu nihil gadis kecil itu masih saja merengek tak mau diam. Tidurnya gelisah, matanya masih terpejam tetapi mulutnya terus bersuara. Rengekan-rengekan itu terus keluar dari mulut Aileen.

__ADS_1


"Daddy... Hiks... hiks.."


Tiba-tiba saja Arkian datang dari arah pintu. Pria itu nampak tergesa-gesa karena mendengar rengekan sang putri yang mencari dirinya.


"Mas."


Arkian segera saja memeluk Aileen, seraya menyembunyikan gadis kecilnya itu dalam pelukannya. Seketika tangis gadis itu mereda, ia mulai nyaman akan aroma tubuh dan kehangatan daddy-nya. Hingga membuatnya tidak bisa tertidur pulas tanpa pelukan hangat daddy-nya.


"Biar aku aja, Mas kan masih banyak kerjaan."


Kynara angkat bicara, jujur ia tidak enak hati karena telah mengganggu pekerjaan sang suami.


"Kamu bicara apa sih! Aileen juga putriku, aku hanya mau menemani putriku."


Dalam hati, Kynara bersyukur karena Arkian begitu menyayangi Aileen. Ia sangat bersyukur sang putri bisa mendapatkan kehidupan yang layak dan pendidikan yang memadai berkat kerja kerasnya. Kini nama gadis kecil itu disandingkan dengan jejeran model-model ternama ibukota.


***


"Lord!"


"Anda tengah menjadi bahan perbincangan. Karena berita yang beredar itu."


Betapa geramnya Arkian, saat melihat sebuah berita yang tengah beredar di jagad maya. Ia tahu benar siapa dalang dibalik semua ini, sudah pasti Veronica. Wanita itu adalah penyebab kekacauan ini, kini semua orang telah meminta klarifikasi Lord Wolf itu sendiri.


Khalayak terus-menerus mendesak sang pimpinan Klan Black Blood itu untuk angkat suara. Perihal video panas yang tengah beredar, dimana terpampang dirinya yang tengah mencumbu mesra Veronica dalam video berdurasi lima belas detik itu.


"Siapkan ruangannya, aku akan segera melakukan klarifikasi. Dan meminta semua orang agar menonton televisi hari ini. Juga meminta untuk menjauhkan jangkauan dari anak di bawah umur!"


"Baik Lord."


"Gina, kau awasi terus pergerakan mereka!"


"Siap Tuan."


Sekarang, waktunya publik untuk tahu, siapa sebenarnya wanita yang ia cintai dan siapa sebenarnya Veronica, si wanita licik itu.


***


Kini, ruangan itu telah siap, Arkian dengan gagahnya melangkah masuk ke dalam. Di dalam sudah ada jejeran bangku dimana para wartawan duduk. Dan juga sorotan lampu kamera yang tertuju pada Daddy Aileen itu.

__ADS_1


"Baiklah, di sini aku hanya ingin meminta kalian, untuk menonton televisi pada sore ini, lima belas detik dari sekarang! Jauhkan dari jangkauan anak di bawah umur!"


Setelah berkata demikian, Lord Wolf itu langsung beranjak pergi begitu saja. Hingga membuat para wartawan tercengang, sebenarnya apa yang akan ditayangkan di televisi dalam lima belas detik ke depan? Pikir mereka semua. Seketika siaran live itu berakhir, kini semua khalayak tengah menunggu apa berita yang akan disiarkan oleh Arkian.


Lima belas detik, dan video itu pun beredar. Semua orang terkejut mendapati kebenaran, ternyata yang tengah bercumbu di dalam video itu sebenarnya bukan Arkian, melainkan lelaki lain. Dengan bodohnya Veronica menceburkan dirinya sendiri dalam kubangan lumpur. Tentu Arkian tidak usah bersusah payah lagi untuk menjatuhkan harga diri wanita itu. Karena sekarang, di hadapan masyarakat Veronica tidak akan lagi memiliki harga diri.


***


Di apartemen, Kynara tengah bertelepon ria bersama sahabatnya, Tanisa. Ia merasa rindu dengan sahabatnha itu, dua Minggu lebih tidak bertemu membuatnya merasa kehilangan sosok itu.


"Nara, kamu engga lihat video yang beredar. Perihal percintaan panas Tuan Arkian dan Tunangannya!"


Degg.


Kynara sontak terlonjak, handphone-nya terjatuh begitu saja. Panggilan itu seketika mati karena handphone-nya retak. Ia segera melihat televisi untuk memastikan berita itu. Tetapi televisi di apartemen justru tidak berfungsi, entah televisi atau sambungan listrik yang eror. Kynara juga tidak tahu, ia harus menanyakan langsung pada suaminya.


Mungkin berita yang beredar bisa saja hanya berita palsu, tetapi jawaban langsung dari mulut suaminya tidak mungkin hanya ungkapan palsu kan? Ia akan langsung bertanya nanti, jika berita yang beredar ini benar adanya, maka lihat saja apa yang bisa dilakukan oleh wanita penyabar itu.


Tetapi Kynara yakin, suaminya tidak mungkin berbuat kotor. Bahkan saat mereka berhubungan pun, Arkian tidak pernah menyentuh dirinya lebih dari pegangan tangan.


"Myh, Daddy teunnpa lama pullang?"


"Iya Nak, Daddy kan masih bekerja."


Seketika gadis cerdas itu mengerti, bahwa sang Daddy bekerja untuk dirinya dan mommy-nya. Ia pun hanya mengangguk pasrah, kemudian melangkah ke dalam kamar untuk melanjutkan main-main asyik bersama boneka-boneka Barbie miliknya.


.


.


.


.


.


TBC!


YOK RAMAIKAN! JANGAN LUPA VOTE LIKE AND KOMENNYA YAH! 💖

__ADS_1


__ADS_2