THE CEO'S GENIUS DAUGHTER

THE CEO'S GENIUS DAUGHTER
TCGD-21 BERTEMU OM GANTENG.


__ADS_3

Pagi hari yang cerah, dibumbui dengan kehangatan dari ufuk timur. Sang mentari bersinar begitu cerahnya hari ini. Begitu pula senyum indah yang terukir cerah di wajah gadis kecil yang tengah berpose anggun di atas panggung studio. Dengan sang photographer yang senantiasa memberi aba-aba. Dan beberapa staff yang hadir.


"Wah wah, semakin hari Nona kecil semakin terkenal saja." Ujar salah satu staff tata busana, yang membantu Aileen untuk mengganti kostum.


"Benarkah?" Salah satu rekannya menimpali.


"Lihat saja ini! Sekarang bahkan nama Nona kecil menjadi trending topik. Dan akun media sosial agensi kita bertambah followers!"


"Wah Nona kecil memang hebat, bahkan ia melongsorkan Tuan Arkian dari posisi trending topik. Sepertinya Nona kecil adalah calon-calon bintang di masa depan."


"Hey kalian!"


Merasa ada yang memegang bahunya, akhirnya mereka berdua pun menoleh. Dan benar saja, Ginal sudah berdiri tegap di belakang dua staff yang tengah menggosipi Arkian itu. Ginal melayangkan tatapan tajamnya, seakan menelan bulat-bulat dua staff itu.


Glegg.


Ludah mereka tertelan dengan begitu susah. Ginal, sekertaris sekaligus tangan kanan Arkian itu memang terkenal dengan kewibawaannya itu. Ginal hanya bisa menjadi kocak di depan Arkian saja. Ia akan menjadi kucing jantan lucu jika di depan Arkian.


"Kalian menggosip? Kalian ini sudah bosan kerja atau sudah kaya?" Ginal mengangkat satu alisnya. Ia terlihat santai namun menakutkan bagi kedua staff perempuan itu.


"Hehe, kami anu, Tuan." Mereka tergaugup. Entah kenapa, otaknya seakan buntu tidak bisa mengarang satu kata pun yang pas untuk diucapkan.


"Anu! Oh karena kalian menjawab anu. Jadi aku anggap kalian sudah kaya dan bosan bekerja. Baiklah aku akan segera urus pemecatan kalian." Ujarnya, kemudian ia sembunyikan kedua tangannya tepat di sakunya celananya. Dan di pun berjalan dengan penuh wibawa, melewati kedua staff perempuan yang masih tercengang di tempat.


"Tuan."


"Tuan."


Mereka berlari secepat mungkin mengejar Ginal, dan menghadang Ginal dari depan. Ginal tentu sudah tahu, mereka pasti akan mengejar dirinya. Untuk mendisiplinkan pekerja, Ginal tak perlu mengeluarkan banyak tenaga. Hanya dengan sedikit ancaman mereka pasti sudah takut.


"Kami minta maaf Tuan. Kami masih membutuhkan pekerjaan ini. Kami senang bekerja di sini. Kami mohon Tuan." Mereka berdua mengatupkan tangannya di depan dada. Dengan puppy eyes untuk merayu Ginal.


"Jangan diulangi, berhenti menatapku seperti itu! Bukannya lucu, kalian malah makin seram."


"Tega-teganya dia!" Mereka berucap, tentu saja setelah Ginal sudah pergi jauh. Kalau tidak, bisa-bisa mulut mereka berbusa karena harus mengucapkan banyak kata maaf.


***


"Baiklah, pemotretan hari ini sudah selesai. Nona kecil, Anda sudah boleh pulang." Ujar sang photographer, ia membantu Aileen turun dari panggung.


"Mommyhh!" Gadis kecil yang telah melepas high heels nya itu, segera saja melompat ke dalam gendongan mommy nya.


"Jangan lari-lari, Nak. Nanti Aileen jatuh!" Kynara memang kerap kali khawatir, karena putrinya itu terlampau aktif.


"Sebentar Sayang, mommy angkat telepon dulu. Aileen tunggu disini dulu yah."


"Otey Myh!"

__ADS_1


Kynara menjawab panggilan dari nomor tidak dikenal.


["Assalamualaikum, Hy Nara."] Sapa seseorang diseberang sana. Kynara mengernyitkan dahinya, ia seperti mengenal suara ini. Pikirnya.


"Waalaikumsalam, ini siapa ya?" Sahutnya.


["Ish, masa kamu lupa sama sahabat SMP kamu sih?"]


Dan otak Kynara langsung nyantol, ya itu sahabatnya semasa SMP. Laki-laki sekaligus sahabat yang rutin mencontek jawaban ulangannya. Dan juga tidak pernah absen untuk mentraktir Kynara di kantin.


"Oh Alex!" Betapa girangnya ia sekarang.


["Yep!"]


"Aku engga nyangka loh, kamu bakalan nelepon aku. Aku kira kamu udah pulang kampung." Kynara kegirangan.


["Kita ketemu yah, aku tunggu kamu di cafe xx sore ini!"]


"Okey Lex!"


Dan telepon pun berakhir. Alex adalah teman dekat Kynara semasa sekolah menengah pertama. Saat itu selain Tanisa, ia juga akrab dengan Alex. Alex adalah blasteran Belanda, Papahnya asli orang Belanda. Bahkan wajah tampan Alex membuat semua wanita ingin berdekatan dengan pria itu. Bahkan beberapa wanita sempat iri pada Kynara dan Tanisa, karena hanya mereka berdua lah yang dekat dengan Alex.


Dulunya Alex adalah seorang protestan, namun semenjak mengenal Kynara. Dan semenjak sang ibu dan ayahnya muallaf, ia juga menjadi muallaf. Alex adalah pria dengan kepribadian yang baik, hangat dan periang. Sangat cocok disandingkan dengan putri kecilnya Kynara.


Aileen, gadis kecil itu akan benar-benar terlihat seperti orang bule jika rambutnya di cat pirang. Bentuk wajahnya yang merupakan bentuk diamond shape. Membuat gadis kecil itu benar-benar seperti keturunan bule. Bentuk wajah itu sama persis dengan bentuk wajah Arkian.


"Sayang, Aileen ikut mommy ya." Tanisa tengah tidak ada di rumah. Wanita itu sedang keluar kota bertemu klien, sekarang butiknya sudah semakin maju. Maka dari itu, Kynara harus mengajak serta sang putri, kasihan jika sendiri di rumah.


"Kita akan ke cafe dekat sini, Sayang. Bertemu teman lama mommy, Sayang." Mereka berjalan ke luar dari studio.


"Otey Myh!"


"Kalian awasi mereka!" Tanpa Kynara sadari, sedari tadi seseorang telah mengawasi dirinya dan Aileen dari kejauhan.


"Baik Tuan!"


"Kalian foto semua kegiatannya, kemudian kirim ke email-ku!"


"Baik Tuan."


***


Sore hari pun tiba, Kynara dan Aileen kini berada di luar rumah. Mereka menunggu taxi datang. Keduanya nampak terlihat cetar dengan outfit yang melekat di tubuh masing-masing. Kynara dengan gamis Turki berwarna maroon dan hijab pasmina sebahu berwarna putih salju. Sedangkan sang putri mengenakan gaun cantik selutut tanpa lengan. Bermotif lollipop kecil berwarna-warni.


"Ah taxi sudah datang, Ayo Sayang." Kynara menuntun Aileen masuk ke dalam mobil.


Di dalam perjalanan menuju cafe, suasana terdengar begitu gaduh akan celotehan gadis kecil di dalam mobil itu. Hingga Kynara tidak menyadari, kalau sedari tadi taxi yang ditumpangi olehnya diikuti oleh mobil hitam.

__ADS_1


Lima belas menit berselang, taxi akhirnya sampai di cafe tujuan.


"Mana Myh temennya Mommy?" Mereka menilik setiap orang yang hadir di cafe itu. Dan tepat di meja pojok belakang, Alex berada.


"Alex!" Alex seketika menoleh merasa ada yang memanggil namanya.


"Kynaraaaa!!" Ia langsung saja menerjang wanita cantik yang merupakan sahabat dekatnya itu.


"Lex, bukan mahram!"


"Astagfirullah! Aku lupa Nara. Maaf yah, hehe!"


Karena merasa terabaikan, akhirnya gadis kecil yang masih memegang erat tangan mommy nya itu pun bersuara.


"Hallo disini ada olang!"


"Wah wah, siapa gadis cantik ini?" Tanya Alex.


"Dia putriku!"


"Bagus yah, kamu menikah engga undang-undang. Tega kamu!"


"Heuh, ceritanya panjang, Lex. Ini engga seperti yang kamu kira."


"Bagaimana maksudmu? Ceritakan padaku!"


"Sayang kenalin nama om, Alex. Panggil aja Om ganteng." Ia sengaja mengakrabkan diri dengan gadis kecil cantik itu.


"Otey Om Danteng!" Sahutnya.


"Sini duduk sama om, nanti Om kasih es krim yang banyak." Seketika mata Aileen berbinar. Tentu gadis itu mau duduk di pangkuan Om ganteng itu.


Akhirnya Kynara menceritakan segala sesuatu yang menimpa hidupnya. Termasuk kejadian enam tahun yang lalu, ia segera mengusap air mata yang hampir saja menetes. Putri cerdasnya itu bisa curiga nanti.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


TBC!


YOK RAMAIKAN! VOTE LIKE AND KOMENNYA YAH! 💖


__ADS_2