THE CEO'S GENIUS DAUGHTER

THE CEO'S GENIUS DAUGHTER
TCGD-80


__ADS_3

Oekkkk... Oekkk...


Tangisan bayi yang baru saja dilahirkan ke dunia itu menggema di ruangan persalinan. Dengan kondisi sang ibu yang masih lemah dan pingsan. Sedangkan bayinya langsung ditangani oleh perawat untuk dibersihkan dan di beri gedungan agar hangat. Proses melahirkan normal telah dilewati oleh Kynara. Memang itulah keinginan ibu beranak dua itu, karena ia ingin merasakan sakitnya melahirkan dan seutuhnya menjadi ibu dari kedua anaknya.


"Selamat yah Tuan, bayi Anda laki-laki."


Ujar seorang perawat memberikan bayinya di gendongan Arkian. Walau dengan begitu kaku, pria itu tetap menggendong putranya. Bahkan tubuhnya tidak bergerak sedikitpun khawatir putranya akan jatuh. Hingga suster hanya terkekeh geli melihat ayah dua anak itu.


"Tapi istriku bagaimana?"


Ujar Arkian menatap iba Kynara yang terlelap di bankar karena kelelahan. Keringat dingin bahkan mengucur deras dari dahi Kynara, Arkian pun melihat dengan jelas bagaimana sulitnya melahirkan. Ia akan meminta maaf kepada ibunya jika selama ini telah melakukan banyak kesalahan dan membuat ibunya sedih.


"Nyonya Muda hanya kelelahan, Tuan. Sebentar lagi akan segera siuman, kami sudah memberikan cairan lebih untuk infus, Nyonya. Dan ya, selama tiga hari ke depan Nyonya akan tetap dirawat, Tuan. Kami akan berikan obat terbaik supaya bekas jahitannya bisa segera mengering." Sahut sang dokter wanita itu seraya menaruh bayi yang masih merah itu ke box khusus.


***


Tiga hari kemudian.


Arkian menggendong bayinya. Bayi lelaki tampan yang sangat mirip dengan dirinya sewaktu kecil. Tidak ada satu bagianpun yang menurun dari Kynara, semua bagian dari wajahnya menurun dari Arkian.


Lelaki itu membantu sang istri perlahan berjalan masuk ke mansion. Seraya pelayan datang untuk menggendong Tuan kecil mereka. Sungguh wajah kecil yang tampan, bahkan para pelayan pun terpesona melihatnya. Kulit putih bersih dengan aura meneduhkan terpancar dari bayi yang baru dilahirkan tiga hari yang lalu itu.


"Mommyhh... Daddyhh..."


Seperti biasa Aileen adalah orang pertama yang menyambut kedatangan Kynara dan Arkian dengan begitu antusiasnya. Belum lagi antusias untuk menyambut adik barunya.

__ADS_1


"Adik bayinya mana? Kok engga dibawa sihh!"


Ujarnya cemberut karena ia tak melihat ada adik bayi di gendongan ayah maupun ibunya. Gadis yang telah menyandang gelar sebagai kakak itu khawatir jika adiknya tidak dibawa pulang.


"Adik bayi sudah dibawa sama bibi, Sayang. Ayo lihat di kamar mommy."


"Ayo Myh!"


Arkian mendudukkan istrinya di sofa dan langsung menerjang Nyonya Ellena dengan rengkuhan. Sontak Nyonya Ellena terlonjak sedikit mundur, ia baru saja turun dari kamar Arkian guna mengawasi kerja pelayan dalam mengasuh cucu barunya.


"Kau ini apa?"


"Hiks... Maafin Kian Mam, kalau selama ini ada salah. Kian tadi udah lihat sendiri gimana susahnya ngelahirin. Kian minta maaf Mam, Kian engga durhaka lagi."


Nyonya Ellena tersentuh melihat putra semata wayangnya itu telah berubah. Bukan lagi Arkian yang egois dan hanya mementingkan ambisinya. Namun Arkian yang menangis memohon maaf dihadapannya, ia begitu bersyukur sang putra memiliki wanita yang tepat seperti Kynara di sampingnya.


"Makasih Mah!"


Arkian mengecup pipi Nyonya Ellena seraya melepas pelukan dan memapah istrinya untuk kembali ke lantai atas menyusul Aileen yang sudah terlebih dahulu naik karena sudah tidak sabar melihat adik barunya.


Baru saja memasuki kamarnya, Kynara terlonjak. Sejak kapan ruangan berukuran lima belas kali lima belas itu menjadi ruangan yang begitu cantik. Dengan sebuah box bayi di sebelah ranjang king size dan banyak pita-pita cantik tertempel di dinding. Serta sebuah lemari khusus bayi yang di dalamnya sudah terdapat banyak pakaian untuk bayi barunya.


"Mas, siapa yang menghias?"


"Pelan-pelan, Sayang. Pelayan!"

__ADS_1


Kynara tersenyum lembut, melihat Aileen yang mengecupi pipi sang adik. Gadis kecil itu nampak begitu mendambakan kehadiran seorang adik dan kini telah menjadi kenyataan. Hal itulah yang membuatnya begitu menyayangi makhluk kecil itu.


"Mom Dad, adiknya namanya siapa?"


"Ammar Aulian, Baby Al!"


"Hy Baby Al, welcome to the world. And i love you so much!"




Arkian mendekat memeluk anak dan istrinya. Sungguh nikmat mana lagi yang ia dustakan.


Terimakasih Ya Allah, telah memberiku sebuah nikmat terindah dalam hidupku.


"I love you, My Wife! Always and forever."


"I love you too, My Husband. Always and forever!"


_TAMAT_


Alhamdulillah, Cyndii ucapin makasih sebesar-besarnya untuk semua readers yang udah ngikutin kisahnya Arkian sama Kynara. Tanpa kalian engga akan bisa sampe sini. Apalah aku, hanya author remahan kerupuk. Pokonya makasihh dehh! Engga ada kata. Jangan lupa mampir ke karyaku yang lain yah, ISTRI SIMPANAN DENDY.


__ADS_1


Lope you All!!! Sampai ketemu di ISD! Jangan lupa mampir dan baca juga yahh!!!


__ADS_2