THE CEO'S GENIUS DAUGHTER

THE CEO'S GENIUS DAUGHTER
TCGD-55


__ADS_3

"Insyaallah, Nara akan berusaha untuk menerima segala kekurangan dan kelebihan suami Nara. Dan sebisa mungkin Nara akan membuatnya tetap berjalan di jalan yang benar. Seperti istri Baginda Nabi Muhammad, Khadijah. Maka seperti itulah Nara akan selalu setia kepada pasangan. Hingga maut memisahkan!"


Ujar Kynara tanpa jeda dan keraguan sedikitpun. Di dalam hati kecilnya, wanita itu tidak memiliki keraguan sedikitpun. Ia yakin dan percaya kalau suaminya adalah pribadi yang baik. Dengan kekuatan iman dan cinta tidak ada yang tidak luluh jika sudah berhadapan dengan dua hal itu.


"Baguslah, Papah percaya padamu!"


Tuan besar berdiri dan baru kali ini ia menunjukkan senyum menawannya kepada wanita lain selain istrinya. Senyum tipis namun tulus, ia berikan untuk menantunya yang begitu tegar. Sebenarnya, pria paruh baya itu sudah tahu yang dilakukan sang istri di masa lalu kepada menantunya itu. Ia sengaja tidak menghentikan istrinya, guna melihat setegar dan sekuat apa mental Kynata untuk menghadapi itu semua.


Dan kini telah terbukti, seorang wanita biasa yang hanya yatim piatu berhasil membuat Tuan besar bangga.


"Bagus Nara. Mamah percaya kamu!"


Nyonya Ellena ikut menimpali perkataan suaminya. Wanita berhijab itu membawa daya tarik tersendiri, membuat siapapun yang memandangnya seakan mendapat suntikan aura kalem seorang Kynara. Lihat saja, Nyonya Ellena yang bar-bar seketika menjadi adem ayem dikala berbicara dengan menantunya itu.


"Terimakasih untuk kepercayaan yang Mamah dan Papah berikan untuk Nara. Dan Insyaallah, Nara akan amanah untuk itu!"


Sahutnya, menjaga amanah seseorang itu bukanlah hal mudah. Apalagi sebuah kepercayaan, sekali kita membuat mereka kecewa. Maka kepercayaan mereka terhadap kita akan luruh dan tidak akan pernah kembali seperti sedia kala.


"Myh! Leyhan membeku! Myh tolong!"


Teriak Aileen, seraya berlari naik ke tangga dan melangkah menuju ruang kamar Kakek dan neneknya. Ia tergesa-gesa, tidak lagi mempedulikan keselamatannya. Para pelayan sampai berlomba-lomba mengejar gadis mungil itu, kalau sampai dia jatuh. Bukan gadis itu yang akan dihukum oleh Arkian, melainkan pelayan yang menjaga gadis itu.


"Astagfirullah, Aileen! Engga boleh lari-lari di tangga, Nak. Nanti kalau jatuh, kamu bisa sakit, Sayang."


Kynara yang baru saja keluar dari kamar Tuan besar, terlonjak dikala tubuh kecil yang putri menabrak perutnya. Untung saja dengan sigap ia memegangi sang putri agar tidak jatuh.


"Myh, mallahnya nanti saja. Sekallang, Leyhan sedang membeku! Dia tellcebull di kolam. Dan tenggelam, blubuk blubuk. Ayo Myh tolongin!"


Kynara terlonjak, segera saja ia gendong sang putri dan melangkah menuju ke lantai bawah. Jika benar Reyhan tenggelam, bisa berabe urusannya. Ia tidak tahu apa yang akan dikatakannya kepada Daniel nanti.


"Reyhan! Nak!"


Belum sampai di kolam renang, Kynata sudah berteriak memanggil nama anak lelaki tampan itu. Secepat mungkin ia melangkah, dan sampailah dirinya di ruang terbuka, dan terpampang kolam renang.


Namun tidak siapapun di kolam renang.


"Mana Sayang?"

__ADS_1


"Itu Myh!"


Aileen menunjuk kepada beberapa pelayan yang tengah berbaris rapih. Seorang pria berperawakan tinggi besar tengah memarahi semua pelayan karena ceroboh. Dan juga seorang lagi tengah membantu menekan dada Reyhan agar bisa segera sadar. Karena pria kecil itu pingsan akibat tenggelam di kolam renang yang lumayan dalam untuk ukuran anak sekecil Reyhan.


"Astagfirullah, Mas Kian, Niel. Kenapa dengan Reyhan? Menyingkirlah, biar aku coba."


Kynara berlari dan segera meminta Daniel yang menekan dada Reyhan untuk menyingkir. Daniel pun menyingkir, ia membiarkan Kynara mencoba sesuatu. Sama Kynara pun hanya menekan-nekan dada Reyhan, namun dengan perlahan. Ia juga memberi nafas buatan untuk pria kecil yang tengah berbaring tidak sadarkan diri di lantai.


Uhukk! Uhukk!


"Alhamdulillah!!"


Akhirnya setelah berkali-kali menekan dan memberi nafas buatan, Reyhan siuman. Kynara lega, jujur jiwa keibuannya tidak sampai hati melihat pria kecil itu terkulai tidak sadarkan diri.


"Da... Daddy, Rey takut, Dad."


Daniel dengan sigap merengkuh erat tubuh putranya yang masih lemas.


"Anak laki-laki jangan cengeng! Daddy disini bersamamu, tidak akan ada yang terjadi."


"Bodoh! Menjaga anak kecil saja tidak becus! Apa kalian sudah bosan bekerja?"


Seakan tidak ada puasanya, ayah dari Aileen itu terus menerus memaki pelayan-pelayan di mansion. Namun, tidak ada satupun dari mereka yang berani menjawab makian yang terlontar dari bibir seksi Arkian. Jangan menjawab, mendongak saja mereka tidak berani. Siapa yang tidak tahu kalau Arkian memiliki sifat tempramen yang buruk. Jangan sampai membuat masalah atau bersinggungan dengan pria itu, jika masih ingin hidup dalam zona aman.


"JAWAB!"


Hardiknya lagi. Kynara turun tangan, karena dipikirnya sang suami sudah kelewatan. Ini bukan sepenuhnya salah para pelayan, namun juga salahnya karena meninggalkan anak-anak sendiri dan mengobrol bersama kedua mertuanya yang kini mungkin tengah memadu kasih di kamar mereka.


"Mas, sudahlah. Reyhan sudah siuman, tidak perlu berlebihan. Ini juga salahku, karena tadi aku meninggalkan anak-anak sebentar untuk membicarakan sesuatu dengan Mamah."


Ujar Kynara, seraya mengusap dada suaminya untuk mengontrol emosi lelaki itu. Arkian terdiam membisu, ia menatap netra istrinya dan mengecup kilas bibir peach Kynara. Sang empu pemilik bibir hanya diam, pipinya merona merah. Tentu ia malu, diperlakukan seperti di hadapan umum.


"Lain kali, jangan pernah teledor, Sayang. Ini membahayakan anak-anak."


"Insyaallah, Mas!"


"Hiks... Hiks... ."

__ADS_1


Sedari tadi, mereka tidak menyadari anak perempuan yang meringkuk ketakutan di bawah tangga.


Ia menyalahkan dirinya atas jatuhnya Reyhan ke kolam renang. Jika saja dirinya tidak mengajak Reyhan ke tepian kolam, mungkin anak laki-laki tampan itu tidak akan terjatuh dan sampai tenggelam.


"Mas, Aileen mana?"


"Niel, apa kau melihat putriku?"


"Aunty, tadi Aileen berlari ke arah sana!"


Reyhan yang berada dalam gendongan Daddy-nya menimpali pertanyaan Kynara. Telunjuk pria kecil itu mengarah ke arah dalam mansion.


Kynara melangkah cepat ke arah bawah tangga. Sesuai dengan instruksi dari Reyhan.


"Aileen, Nak! Kamu dimana?"


Namun nihil, ia tidak menemukan apapun di sana.


"Mas, Aileen mana?"


"Tenang Sayang, mungkin dia bermain di sekitar sini. Aku akan minta semua pelayan untuk menyebar!"


Semua penghuni mansion termasuk Tuan dan Nyonya besar pun turut serta mencari sang model yang kini hilang entah kemana. Sedari tadi, Kynara terus sesegukan, ini adalah perasaan murni seorang ibu yang tidak bisa ia tahan.


.


.


.


.


.


TBC!


Vote like and komennya guys!

__ADS_1


__ADS_2