
"Mas! Hiks... Hiks... Aileen, Nak. Sayang, mommy mohon kembali, Nak!"
Seorang ibu berparas ayu itu tengah menangis meraung-raung karena sang putri masih belum ditemukan sejak dua jam yang lalu. Bersama sang suami yang terus mencoba untuk merengkuh dan menenangkan sang istri. Ia telah mengerahkan seluruh pengawal mansion untuk mencari keberadaan putri kecilnya itu.
"Sayang tenanglah, Aileen akan ditemukan. Putriku itu gadis cerdas, ia tidak akan pergi jauh dari sini!"
Arkian menggeram seraya menahan amarah, lagi-lagi ia kecolongan. Putrinya hilang untuk kedua kalinya sungguh membuat emosinya naik. Kenapa sangat sulit untuk menjaga anak kecil dibandingkan dengan orang dewasa. Baru kali ini Arkian dibuat susah oleh seseorang yang merupakan benihnya sendiri.
"Tenang Nara, keponakanku pasti ditemukan! Tidak ada yang berani menyentuh putri dari Lord Wolf!"
Daniel yang sedari tadi masih ada di mansion pun turut menimpali. Ia tengah menggendong putranya untuk menenangkan bocah kecil yang masih sesegukan itu.
"Daddy hiks... hiks... Aileen pergi karena aku kan?"
Ujar Reyhan, tangisannya tidak berhenti, karena ia berpikir dirinyalah yang telah membuat Aileen pergi.
"Tidak Son! Aileen mungkin hanya mencari udara segar di luar. Sebentar lagi pasti akan kembali!"
Sahut Daniel yang kembali menegaskan bahwa Aileen pergi bukan karena Reyhan, putranya. Melainkan karena keinginan gadis itu sendiri.
"Lapor Lord!"
Seorang pengawal berkepala plontos datang dengan membungkuk badan seraya memberi hormat pada pemimpinnya. Ia membawa kabar gembira, kalau Aileen telah ditemukan.
"Bagaimana putriku?"
Arkian masih tetap tak bergeming, duduk di sofa dan merengkuh sang istri yang menangis dalam diam karena mengkhawatirkan kondisi putrinya. Sampai-sampai istrinya ingin turun langsung mencari putrinya, namun Arkian melarang wanita itu. Jika istrinya sampai turun langsung, masalahnya akan semakin bercabang. Ia akan kehilangan dua orang sekaligus.
"Kabar baik telah datang, Lord! Nona muda telah ditemukan!"
"Alhamdulillah Ya Allah!"
"Oh Tuhan, syukurlah!"
"Cucuku dimana?!"
Serempak mereka semua menjawab, khususnya Nyonya Ellena yang paling semangat. Karena nenek dari Aileen itu pun juga merasa sama khawatirnya dengan Kynara. Namun ia masih berperilaku bijak dengan terus menasehati Kynara agar tidak berlarut dalam kesedihan.
"Ternyata Nona kecil meninggalkan sepucuk surat, Lord! Saya menemukannya di pos satpam!"
"Gadis yang pintar!"
"Dia benihku, asal kau tahu itu!"
Bukannya menanyakan dimana putrinya berada, Arkian justru berdebat dengan Daniel. Ingin sekali Nyonya Ellena mencekik putranya yang kurang dihajar itu.
"Hey tengik!"
"Aw aw aw, Mah sakit! Sayang bantu aku! Suamimu dianiaya!"
__ADS_1
Adunya kepada sang istri karena sang ibu menarik telinganya dengan keras. Arkian pun tersenyum, karena istrinya juga tersenyum. Berkat leluconnya yang tak seberapa lucu itu.
"Kenapa orang dewasa sangat banyak bicara. Hiks... Hiks... Ayo jemput Aileen!"
"Ah baiklah Sayang, kita segera berangkat!"
Srukk.
Kynara mengambil alih Reyhan dari gendongan Daniel, seraya menarik ingusnya yang akan menetes.
Semua anggota keluarga telah menaiki mobil masing-masing. Dua mobil, mobil pertama berisi Daniel, Arkian, Kynara dan Reyhan. Sedangkan mobil kedua hanya ada Tuan dan Nyonya besar.
Sekitar lima menit mengemudi, mobil telah sampai di sebuah taman hijau dimana di pusat taman ada sebuah danau buatan dengan air pancur ditengahnya. Semua anggota keluarga segera turun dari mobil dan melangkah menuju pusat taman. Di sebuah bangku panjang, mereka melihat dua anak kecil tengah duduk berdua. Satu lelaki dan satu lagi perempuan.
Mereka terlihat akrab dan mengobrol selayaknya sepasang sahabat dekat.
"Itu Nona muda, Lord!"
"Aku tahu, Aileen!"
Arkian berlari dan berteriak, Aileen yang merasa namanya dipanggil pun menoleh. Senyum di wajah gadis itu terbit kala melihat sang Daddy berlari menyusulnya. Namun senyum itu kembali sirna, kala matanya menangkap sosok yang membuatnya merasa bersalah.
"Da... Daddy!"
"Apa itu Daddy-mu?"
"Bukankah dia itu CEO dari WJY ENTERTAINMENT? Jadi kau itu anak sultan?"
"Hah?"
Aileen tercengang ketika teman yang baru dikenalnya beberapa menit yang lalu itu tahu perihal Daddy-nya. Terlebih lagi sampai menyebut Aileen anak sultan, apa Daddy-nya seterkenal itu? Bahkan tadi teman barunya itu tahu kalau dirinya adalah model cilik yang namanya tengah melambung.
"Nak! Sayang!"
Kynara dan Arkian segera merengkuh putri semata wayangnya itu. Yang baru mereka temukan, sungguh hatinya seketika menghangat ketika bisa merengkuh tubuh kecil itu.
"Mom Dad, kenalin ini teman baru Aileen, namanya. Alvallo!"
Ujar gadis kecil itu seraya melepas rengkuhan kedua orang tuanya. Tidak tahu saja dia, seorang lelaki kecil tengah geram melihat Aileen bertemu dengan lelaki lain selain dirinya. Apalagi anak lelaki itu bisa dibilang tampan. Walaupun dirinya yang paling tampan, kata mommy-nya.
"Tuan Arkian dan Mommy-nya Aileen, senang bertemu dengan kalian."
"Senang bertemu denganmu juga, Alvaro!"
"Oh ya Al, kenalin ini Uncle El dan ini putranya, Leyhan!"
"Hy Tuan Daniel, senang bertemu dengan Anda."
Dan terakhir Alvaro menyapa Reyhan. Lelaki kecil itu pun turut mengulurkan tangannya pada Reyhan sama seperti kepada Arkian dan Daniel.
__ADS_1
"Hy Reyhan, senang bertemu denganmu juga!"
"Hmm!"
Sahut putra Daniel itu dengan angkuh tanpa menjabat tangan Alvaro. Dan akhirnya Alvaro menurunkan tangannya kembali. Sungguh angkuh tabiat putra Daniel itu, membuat sang ayah dan Arkian terpelongo melihatnya. Bagaimana anak kecil bisa seangkuh itu?
"Aileen, ayo pulang! Jangan berdekatan dengan orang asing!"
Imbuh Reyhan, ia menarik tangan Aileen menjauh dari kerumunan. Melangkah ke arah dimana mobil terparkir dan dijaga oleh pengawal.
"Alvaro, kami pamit pulang yah."
Ujar Kynara dan mereka pun segera beranjak pergi setelah mendapat anggukan kepala dari pria kecil yang berwibawa itu.
Brumm!
Mobil pun melaju, Aileen terus terdiam selama perjalanan. Sedangkan Reyhan merengut kesal, akibat kejadian tadi yang membuatnya moodnya buruk. Sang ayah pun heran, baru kali ini putranya itu peduli pada sesuatu hal yang sepele. Bahkan putranya merupakan sosok yang begitu dingin tak tersentuh. Jarang Daniel melihat putranya merespon perkataan orang lain yang tidak terlalu penting.
"Sepertinya kita akan menjadi besan!"
"Jika putramu bisa melewati rintanganku!"
"Mas! Jangan kejam pada keponakanmu sendiri."
"Bukan masalah keponakan atau bukan, Sayang. Tetapi ini untuk masa depan putriku! Jika melindungi dirinya sendiri dia tidak bisa, lalu bagaimana dia bisa melindungi putriku kelak?"
"Ya, Kau benar sekali, Kian! Aku akan melatih dan mendidik putraku dengan baik. Kita lihat saat mereka sudah dewasa, biarkan mereka menentukan jalan hidupnya sendiri!"
"Tentu! Kami sebagai orang tua hanya akan mendukung apapun yang putri kami inginkan, asalkan tidak melenceng dari jalan Allah."
Seperti biasa, jika Kynara yang menimpali tidak akan jauh dari urusan agama. Karena wanita itu memang senantiasa mengucapkan kalimat-kalimat yang bermakna untuk siapapun. Baik itu berupa nasehat atau teguran.
"Hey, Leyhan! Kau kenapa? Sedalli tadi kok diam tellus?"
Sedangkan yang dibicarakan sedari tadi hanya diam bungkam. Seperti orang yang tidak tahu apapun. Begitulah Reyhan, lebih memilih diam dan memendam masalahnya sendiri dibandingkan harus menceritakannya kepada orang lain. Hanya satu wanita yang bisa ia jadikan tempat curhatnya, siapa lagi kalau bukan sang ibu.
.
.
.
.
.
TBC!
Vote like and komennya guys!
__ADS_1