
"Lalala...." Gadis kecil yang hendak berangkat sekolah itu bersenandung di dalam mobil. Aileen terlihat begitu riang, karena sekolah kali ini ia akan tampil di panggung dan juga lebih spesialnya lagi. Ia diantar oleh mommy dan daddy-nya, Arkian dan juga Kynara memang menyempatkan diri untuk mengantarkan putri semata wayangnya. Dan ada satu hal lagi, dibuntuti oleh Nyonya Ellena.
Pagi petang tadi, wanita paruh baya itu sudah datang ke unit apartemen Arkian. Membawa setumpuk mainan di kedua tas yang ia genggam, tentu gadis kecil itu senang.
"Mommyh syama Daddy syama Glandma lihat Aileen yah."
"Iya tentu saja, Grandma akan melihat Aileen tampil hari ini. Yang bagus ya, Sayang, cucu cantiknya Grandma."
Jawab Nyonya Ellena, seraya memeluk erat cucunya itu. Karena dirinya memang berada di kursi bagian tengah bersama Aileen. Sedangkan Kynara di sebelah Arkian yang tengah mengemudi dan dibuntuti oleh beberapa pengawal di mobil yang berbeda.
"Daddy engga bisa, Sayang. Kan Daddy harus kerja." Kynara berbicara mewakili Arkian, karena pria itu hanya diam saja sedari tadi.
Seketika wajah ceria gadis kecil itu meredup, berubah menjadi wajah murung dan merengut sebal, benar-benar sifat buruk Arkian. Akan selalu marah jika kemauannya tidak dipenuhi oleh kedua orangtuanya.
"Kenapa sifatmu sangat sama seperti Daddy-mu? Hmm?" Nyonya Ellena seraya menoel-noel pipi gembul itu. Nyonya Ellena paham betul, bagaimana ekspresi wajah Arkian saat keinginannya tidak bisa terpenuhi. Bahkan pria itu pernah sekali mengamuk, karena orangtuanya tidak mengizinkan dirinya untuk keluar rumah tanpa pengawasan.
Tuan besar dan Nyonya Ellena tidak mengizinkan Arkian kecil untuk keluar tanpa ada pengawalan. Karena image Tuan besar yang merupakan seorang ketua klan mafia, membuatnya harus selalu waspada akan keamanan putranya. Tuan besar merupakan ketua klan Black Blood sebelum Arkian, dimana klan itu kian membesar dan meroket saat ada di tangan Tuan besar.
Meroketnya klan Black Blood di dunia gelap, membuat musuhnya semakin menambah. Bahkan beberapa dari mereka ada yang mengincar keluarganya, pria penyayang itu tentu tidak akan membiarkan mereka menyentuh istri dan anaknya.
Kini klan Black Blood tengah ada dalam genggaman keturunan dari Tuan besar, Arkiansa Wijaya. Dimana kini wilayah kekuasaannya semakin pesat saja di Asia dan Eropa. Jika di perusahaan ia dikenal sebagai CEO WIJAYA ENTERTAINMENT.
Maka dalam Klan Black Blood, Arkian lebih dikenal dengan Lord Wolf. Pria dingin dan kejam yang tidak segan untuk membunuh siapapun yang berani menyentuh keluarganya. Terutama anak dan istrinya. Pria yang dingin dan tempramen, dengan perangai yang mengerikan.
Di depan keluarganya, mungkin ia akan menjadi kucing. Namun ia akan menjadi singa pemangsa jika berhadapan dengan musuh-musuhnya.
***
Aileen telah bersiap diri untuk tampil, tentu dengan ditemani oleh mommy dan daddy-nya. Arkian mengalah, toh putrinya lebih penting dari file-file-nya di kantor.
"Kita akan segera melihat, penampilan kedua model cilik kita. Reyhan dan Aileen! Beri tepuk tangan yang meriah!"
MC sudah berteriak semeriah mungkin, Kynara, Arkian dan Nyonya Ellena yang tengah duduk di kursi undangan pun turut memberikan tepuk tangan untuk Aileen dan pasangannya.
Aileen dan Reyhan keluar dari sebuah tirai, dengan lenggak-lenggok gadis kecil itu terus berjalan. Seraya tersenyum kepada semua penonton, sedangkan Reyhan yang tangannya dikait oleh Aileen, hanya bisa diam tanpa membantah. Pria kecil itu hanya memasang wajah cool-nya. Seraya terus mengikuti kemana Aileen menuntunnya.
Prok prok prok.
Tepuk tangan riuh penonton terus tertuju untuk penampilan memukau sepasang manusia kecil yang kini tengah berpose mesra di atas panggung. Mesra versi anak kecil, hanya dengan memegang tangan satu sama lain.
__ADS_1
"Untuk Aileen dan Reyhan silahkan memberikan sambutan kepada para hadirin semua." Ujar MC.
Aileen segera menarik tangan Reyhan untuk mengambil sebuah mic dari MC. Dengan percaya dirinya gadis itu berdiri tegap di atas panggung. Senyuman indah itu senantiasa menghiasi wajah cantik nan imut itu.
"Ehm palla mommy-mommy dan Daddy-daddy, here i just wanna say. Tellimakasih buat mommy dan daddy dan Glandma kallena syudah menemani Aileen. Aileen love you guys!"
"Ehm, Dad, pulanglah jika hendak bekerja!"
Sial, sang Daddy menggeram mendengar ucapan dingin dari putranya. Reyhan, pria kecil itu sudah bagaikan es yang sulit untuk dicairkan.
"Hahaha... Lihatlah, putramu memintamu untuk pulang!" Arkian yang memang adalah teman dari Daniel, Daddy Reyhan. Arkian dengan sengaja mentertawakan Daniel, kasihan sekali nasibnya.
"Jangan tertawa, Tuan!" Ketusnya.
"Dasar bocah ingusan ini, sudah tahu di tempat ramai masih saja tertawa dengan kerasnya! Membuat malu saja."
Nyonya Ellena menggeplak kepala belakang Arkian, saat semua perhatian para hadirin tertuju pada tawa nyaring pria itu.
Setelah dua jam berlalu, acarapun sudah sampai di penghujung.
"Kami ucapkan terimakasih kepada para donatur untuk sekolah ini, terutamanya Tuan Arkian dan Tuan Daniel. Karena telah bersedia memberikan sejumlah dana untuk sekolah ini dan juga untuk semua hadirin yang telah datang kemari."
"Iya Sayang, jadi saat aku tahu kalau putri kita sekolah di sini, aku langsung mengajukan untuk jadi donatur tetap."
"Ehm, te.. terimakasih."
"Tidak perlu berterimakasih, aku ini daddy-nya!"
***
Sepulangnya dari acara Aileen, mereka kembali pulang ke mansion. Karena Tuan besar meminta Nyonya Ellena untuk segera pulang, alhasil dia harus mengantar Nyonya Ellena terlebih dahulu.
Dor!
Arkian sudah menduga hal ini akan terjadi, suara tembakan itu berasal dari mobil yang mengikuti mobil Arkian setelah mobil pengawal.
"Akh!"
"Myh tatutt."
__ADS_1
"Apa ini Kian?"
Para wanita menjerit hebat. Entah apa yang terjadi mereka juga tidak tahu.
"Kau lindungi mobilku!"
["Baik Tuan!"]
Mobil itu hendak menubruk mobil Arkian dari arah samping. Namun dengan gesit mobil pengawal langsung melindungi mobil Arkian, hingga mobil asing itu bukannya untung malah buntung. Karena terpental jauh. Dengan brutal Arkian menginjak gas, ia meminta semua wanita untuk diam dan memejam mata saja. Ia mengeluarkan kode dari tepukan tangannya dan dengan gesit semua pengawal mengeluarkan pistol dan menembaki mobil asing itu tanpa henti.
Duarr.
Mobil asing itu hancur tak tersisa. Semua bagian mobil telah termakan oleh si jago merah. Mobil Arkian sudah jauh di depan begitupun dengan mobil pengawal. Mereka memanipulasi seakan tak ada kejadian apapun di sana.
"Myh, Aileen tatutt, hiks.. hikss.. Daddy." Gadis kecil itu seraya merangkak ke arah Arkian, dan duduk di pangkuan sang Daddy yang tengah mengemudi. Aileen menangis, menyandarkan wajahnya di perut berotot daddy-nya.
"Sudah sudah, mereka sudah pergi. Ada Daddy di sini, tidak usah menangis lagi anak cantik Daddy."
Kynara pun ikut shock melihat semua ini, sebenarnya apa yang telah terjadi, pikirnya? Kejadian barusan itu membuat jantungnya berdetak kencang. Ia benar-benar takut akan suara menggelegar itu.
Setelah mengantar Nyonya Ellena, mereka bertiga segera kembali ke apartemen. Arkian harus bisa berkilah, kalau tidak sang istri pasti akan tahu siapa ia sebenarnya.
.
.
.
.
.
TBC!
YOK RAMAIKAN, JANGAN LUPA VOTE LIKE AND KOMENNYA YAH!💖
NIH ADA SALAM DARI DEDEK AILEEN.
__ADS_1