THE CEO'S GENIUS DAUGHTER

THE CEO'S GENIUS DAUGHTER
TCGD-4 Kostum seperti putri Ana.


__ADS_3

Sesi makan malam pun dimulai. Karena Tanisa sudah tiba di rumah sejak satu jam yang lalu. Setibanya sang aunty di rumah, gadis kecil itu terus saja merengek meminta Tanisa agar segera membersihkan diri dan makan. Karena gadis kecil itu sudah sangat lapar katanya. Padahal saat Kynara menyuruhnya untuk makan lebih dulu, Aileen bilang tidak mau. Katanya mau menunggu aunty Tan Tan.


"Myhh, ayam dolleng shama uddle na enak. Nanti Aileen mau beladdal buat ya, Myh." Celoteh gadis kecil itu sembari tetap mengunyah makanan yang ada di dalam mulut kecilnya.


"Iya, Sayang. Sekarang makanannya dihabiskan dulu, yah." Sahut sang ibu. Tanisa hanya tersenyum tipis melihat interaksi kedua orang itu.


"Sayang, aunty punya hadiah loh buat Aileen!" Tanisa melirik ke arah Aileen. Terlihat gadis kecil itu langsung berbinar senang, ia segera saja menghabiskan makanannya. Kemudian mencuci tangannya dan entah berlari masuk ke sebuah ruangan.


"Dasar gadis nakal!" Ujar Tanisa disertai dengan senyuman gemasnya. Ia benar-benar gemas dengan gadis cantik itu, ia bahkan bersyukur bisa memiliki keponakan yang cerdas dan cantik seperti Aileen.


"Dia sangat menggemaskan, Tan! Walaupun aku harus mendapatkan cemoohan dari banyak orang diluar sana, aku rela demi dia. Aku harap dia akan selalu memiliki nasib baik." Kynara berucap dengan menatap ke sembarang arah. Seakan menerawang masa depan putrinya kelak. Semua ibu yang ada di dunia ini tentu mengharapkan nasib anak-anak mereka selalu baik, bahkan mereka tak segan untuk memanjatkan doa kepada Tuhan setiap saat dalam hembusan nafas mereka. Begitupun dengan Kynara.


Ia tak mau, sang putri merasakan apa yang ia rasakan sekarang. Ia harus mampu mendidik sang putri menjadi generasi penerus yang baik. Bukan hanya baik tetapi juga berguna untuk agama, Nusa dan bangsa.


Saat sudah selesai makan, Tanisa hendak kembali ke ruang kerjanya. Di mana ia banyak merancang design gambar pakaian dalam ruangan itu. Rancangan Tanisa memang bagus, tak dapat diragukan lagi. Walaupun yang menjadi modelnya bukan model ternama, tetapi Tanisa tetap percaya diri.


Tidak mudah bagi seorang Tanisa, bisa membangun usaha butiknya dari nol. Bahkan saat pertama kali ia merancang pakaian, berupa sebuah dress. Banyak customer yang berminat.


Tanisa sangat bersyukur, jika rancangannya banyak diminati. Sejak saat itu, Tanisa banyak mendapat keuntungan dan ia terus merancang berbagai pakaian. Bahkan Tanisa menjahitnya sendiri hanya dibantu oleh Kynara, saat pertama kali ia membangun butiknya. Sampai sekarang, akhirnya ia sudah memiliki tujuh orang pekerja.


Tanisa hendak membuka pintu ruang kerjanya. Dan betapa kagetnya ia saat suara cadel tiba-tiba menyambut kedatangannya.


"Hy aunty, hali ini, Aileen mau disini sama aunty. Boleh yah?" Dengan puppy eyes nya, bagaimana Tanisa bisa menolak wajah menggemaskan itu? Bahkan melihatnya saja sudah membuat hatinya meleleh.


"Heuh, tapi janji yah, tidur tepat waktu. Aunty akan sampai malam disini, Sayang. Nanti pukul sembilan, Aileen harus sudah masuk kamar yah!" Ujarnya sembari mencubit gemas hidung kecil gadis itu.

__ADS_1


Kynara yang melihat keakraban sang putri dengan sahabatnya dari luar ruangan, hanya tersenyum bahagia. Ia senang jika sang putri bisa sedikit menghilangkan rasa jenuh Tanisa selepas bekerja.


Tanisa pun mulai menggarap lagi rancangannya. Aileen terus saja memerhatikan Tanisa dengan saksama. Bahkan gadis kecil itu terlihat tak berkedip, melihat kelihaian aunty nya dalam bidang gambar-menggambar.


"Aunty, Aileen boleh tidak minta baddu yang baddus? Aileen mau baddu tayak putli Ana." Ucap gadis kecil itu dengan menunjukkan kembali puppy eyes nya kepada Tanisa. Tanisa sedikit berpikir, sebelum kemudian mengiyakan permintaan Aileen.


"Jangan terlalu memanjakan Aileen, Tan." Kynara datang dengan secangkir teh hangat untuk Tanisa. Ia taruh di meja yang berbeda dari meja Tanisa menggambar. Karena khawatir tumpah di atas kertas berharga yang tergambar sebuah rancangan pakaian itu.


"Sudahlah, tak apa. Lagi pula banyak sisa kain tidak terpakai." Sahut Tanisa. Terkadang Kynara merasa tidak enak hati, jika sang putri banyak meminta ini dan itu kepada Tanisa.


"Myhh, besok Aileen mau ithut Aunty Tan Tan te lumah tantik na aunty Tan Tan. Nanti, Aileen mau poto-poto tayak aunty tantik na aunty Tan Tan." Yang dimaksud rumah cantik oleh Aileen ialah butik milik Tanisa. Dan yang ia maksud sebagai aunty cantiknya Tanisa adalah model-model yang sering dikontrak oleh Tanisa untuk mempromosikan pakaian yang telah jadi.


"Aileen mau jadi kayak aunty-aunty itu, Sayang?" Tanya Tanisa.


"Mau mau aunty, Aileen mau! Potonya nanti yang baddus ya, bial Aileen tambah tantik!" Pinta gadis kecil itu pada Tanisa.


"Jika putriku senang, mengapa tidak? Toh ini juga hal yang positif. Dari sini kita bisa melihat bakat dari putriku sekaligus mendapatkan keuntungan untuk butikmu!" Seakan mendapat lampu hijau dari Kynara, sontak saja Tanisa membuka halaman baru. Untuk merancang baju yang diinginkan oleh Aileen.


"Aileen mau yang tayak putli Ana yah, Aunty. Yang walna totlat!" Antusias gadis kecil itu benar-benar terlihat. Seakan ia merasakan akan menjadi putri Ana di dunia nyata. Selama ini, Kynara memang kerap kali mengajak Aileen ke butik Tanisa. Hanya sekedar mampir, dan Aileen juga suka melihat model-model yang tengah berpose anggun kemudian dijepret oleh kamera.


Hingga timbul di pikiran gadis kecil itu, bahwa ia ingin menjadi seperti model-model yang ia lihat. Namun dengan kostum putri Ana, pasti dirinya akan terlihat cantik seperti putri Ana, pikirnya.


"Tentu, Sayang. Tapi Aileen harus janji, jangan nakal yah. Kalau waktunya berfoto, Aileen harus mau ya, Sayang!" Dan sontak saja mendapat anggukan semangat dari gadis kecil itu.


"Aileen mau dipoto tayak aunty tantik teyyush mau patai baddu tayak putli Ana. Teyyush Aileen mau poto sambil mattan es tlim totlat, hehe!"

__ADS_1


"Aileen syuka aunty, mmuuahh.." Gadis kecil itu berdiri dari kursinya dan mengecup pipi Tanisa.


"Mommy dilupain nih?" Kynara sama sekali tidak pernah merasa cemburu, walaupun terkadang sang putri lebih dekat dengan Tanisa. Justru ia merasa bahagia, dengan begini putrinya sudah belajar untuk menjalin hubungan yang baik antar sesama. Jujur ia hanya bercanda saja.


"Oh iya, shini Mommy, bial Aileen tium pipi na shemua!" Kynara pun mendekat.


"Mmuuah mmuuah!" Kynara tersenyum, ia kecup pipi chubby putrinya.


***


Disisi lain, seorang pria tampan yang namanya tengah melambung itu tengah duduk bersama sang tunangan di balkon kamarnya. Mereka terlihat sama sekali tidak mesra.


"Aku mau menikah denganmu hanya karena dijodohkan! Bukan karena mencintaimu!" Tidak dapat diragukan lagi, pria itu memang anti dengan yang namanya wanita. Sejak kisah cintanya bersama wanita yang ia cintai harus kandas. Karena sang ibu yang meminta dirinya untuk tidak menikah dengan wanita itu. Karena kasta mereka yang berbeda jauh.


Ia terpaksa harus memutuskan wanita yang sangat ia cintai. Dengan cara berbohong, ia bersandiwara bahwa dirinya telah selingkuh dari wanita itu. Hingga menyebabkan kekecewaan yang mendalam untuk wanita itu. Enam tahun yang lalu, bahkan ia berhalusinasi telah bercinta dengan wanita itu. Padahal ia bercinta dengan tunangannya sekarang, karena tunangannya itu mengaku, bahwa ia telah melecehkan tunangannya itu. Hingga akhirnya ia percaya. Karena tunangannya memang tidur tepat di sebelahnya dengan baju yang sudah compang-camping berserakan.


.


.


.


.


.

__ADS_1


TBC!


__ADS_2