THE CEO'S GENIUS DAUGHTER

THE CEO'S GENIUS DAUGHTER
TCGD-44


__ADS_3

Bruakk!


Arkian melempar begitu saja pintu mobil, baru sampai di pelataran mansion, pria itu langsung masuk begitu saja. Biasanya ia akan membukakan pintu untuk istrinya juga, namun kemarahan yang masih berdongkol di hati pria itu, membuatnya enggan untuk melakukan hal itu. Ia meninggalkan istrinya begitu saja tanpa sepatah kata pun yang keluar dari mulut Arkian. Ketika sang istri menatap dirinya, pria itu hanya melengos dan mengabaikannya.


"Mas!"


Kynara turun, ia mengejar suaminya yang melangkah begitu lebar dan cepat. Wanita itu tahu ia salah, ia akan meminta maaf. Namun sepertinya suaminya benar-benar marah, Kynara gemetar, wanita itu tahu betul sang suami adalah pria tempramen dengan emosi yang tinggi. Bahkan Arkian pernah sekali memukulnya saat mereka berpacaran dulu. Namun, Arkian tidak akan marah apabila tidak sebab yang memancing emosinya. Pria itu akan sungguh-sungguh marah jika Kynara membahayakan dirinya sendiri.


"Mas, tunggu Nara bisa jelasin!"


Wanita tetap kekeuh mengejar suaminya, naik ke tangga dan berusaha menggapai lengan jas suaminya. Namun nihil ia tidak mampu, sampai dimana sang suami masuk ke dalam kamar dan masuk ke dalam ruang ganti. Kemudian pria itu menutup pintu ruang ganti dengan begitu keras sampai Kynara terlonjak.


Bruakk!


Dar dar dar.


Kynara menggedor pintu ruang ganti, wanita itu seraya terus menggedor. Karena sang suami mengunci pintu dari dalam. Sehingga Kynara tidak bisa masuk ke dalam.


"Mas, Nara bisa jelasin. Buka dulu pintunya, Sayang."


Kynara berusaha dengan membujuk, siapa tahu lelaki itu akan sedikit meleleh. Tetapi Arkian tetap kekeuh tidak mau membuka pintu.


"Sayang, maafin aku yah. Aku tahu kamu marah, aku akan jelasin setelah kamu tidak emosi lagi yah."


Akhirnya Kynara menyerah, lebih baik ia membiarkan sang suami menenangkan pikiran dan hatinya terlebih dahulu. Toh dengan memaksa seperti ini, Kynara hanya akan membuang tenaganya sia-sia, sang suami tidak akan meredam secepat itu.


Di dalam ruang ganti, Arkian kini tengah berusaha meredam emosinya. Pria itu sengaja mengunci diri di dalam ruang ganti, bukan karena dirinya kekanakan dan ingin dibujuk oleh sang istri. Justru pria itu ingin bersikap dewasa. Karena jika tidak begini, ia pasti akan main tangan pada istrinya dan Arkian sama sekali tidak mau menyakiti wanita cantik itu.


Arkian tahu benar, istrinya adalah wanita polos. Ia tidak mau sampai melakukan kekerasan pada wanita itu.


"Maafkan aku, Sayang! Aku terpaksa harus seperti ini, aku tidak mau menyakiti kamu! Aku harap kamu bisa mengambil pelajaran dari semua ini."


Pria itu bersandar di dinding sembari bermonolog pada dirinya sendiri. Sekuat mungkin ia redam emosi itu, untung saja rencananya berhasil.


Flashback On!


"Tuan, gawat Nyonya Kynara masuk ke dalam jebakan pria itu!"


"Kau musnahkan semua anggotanya yang ingin menyakiti istriku! Sekarang ganti anggotanya dengan anggotaku, nanti anggotaku akan berpura-pura tetap menyerang istriku!"


"Saya paham, Tuan. Ini bertujuan agar mereka tetap percaya bahwa Nyonya Kynara telah dilukai kan?"

__ADS_1


"Bagus Gina!"


Jadi sebenarnya tadi yang menyerang dan menghadang mobil Kynara adalah bawahan Arkian yang menyamar. Arkian mendengar kabar bahwa sang istri akan diserang di jalan pintas, maka pria itu pun bersiap. Ia memusnahkan semua pasukan asli milik musuh dan mengganti dengan pasukannya sendiri namun dengan kostum yang sama seperti milik musuh.


"Dia sengaja membuat jalan sesungguhnya macet agar mobil Nyonya Kynara melewati jalan pintas!"


"Aku tahu, Gina! Rencana licik ini adalah bagian kecil dari semua rencana mereka. Tetap awasi dia, Gina! Aku ingin mata-mata kita agar jangan sampai ketahuan. Lebih perketat penjagaan istriku!"


Ginal hanya mengangguk, ia segera menelepon seseorang untuk membantu dirinya. Ia tahu benar jika musuh ini mengkambing hitamkan teman dari Nyonya Kynara. Sebenarnya teman Nyonya Kynara ini tidak mau melakukan hal keji, namun suatu alasan membuatnya mau melakukan hal keji ini. Namun Ginal juga tidak tahu alasan yang sebenarnya.


***


"Rencana kita berhasil, Tuan!"


"Bagus!"


Dor!


Kepala bawahannya langsung tertancap oleh sengatan peluru. Pria licik itu tahu bahwa Arkian telah mengganti pasukannya dengan pasukan palsu, dan barusan yang memberi laporan adalah mata-mata dari Arkian. Pria paruh baya itu tahu benar, Arkian bisa lebih licik dari ini, maka ia pun akan lebih waspada.


"Sayang?"


"Apa dia tahu kalau harta yang kamu rebut ini adalah milik wanita itu?"


"Tentu saja tidak!"


Sahut pria paruh baya itu.


"Dad, apa dia bekerja dengan becus?"


"Tidak! Dia kecolongan!"


"Jadi benar, pasukan itu adalah palsu alias bukan milik kita?"


"Mereka semua adalah mata-mata, Vero!"


"Sial!"


"Lanjutkan rencana selanjutnya! Jika rencana ini gagal lagi, kita langsung atur strategi dan taktik untuk perang!"


"Apa ini akan berhasil, Dad?"

__ADS_1


"Kita lihat saja!"


Pria muda itu menatap jijik ke arah wanita paruh baya yang duduk di pangkuan sang Daddy. Dahulu Daddy-nya bukanlah pria yang haus akan harta, namun karena hasutan wanita itu membuat Daddy-nya haus akan kekuasaan dan harta. Bahkan pria muda itu begitu membenci wanita paruh baya yang berstatus sebagai ibu tirinya itu.


Flashback Off.


Sudah lima jam lamanya Arkian berada di dalam ruang ganti. Bahkan pria itu belum makan siang, Kynara khawatir suaminya jatuh sakit. Wanita itu membawa senampan makanan lengkap dengan segelas air putih berharap sang suami akan keluar dan makan.


Bahkan Kynara sampai tidak sempat menjemput sang putri, hingga gadis kecil itu protes karena ia dijemput oleh sopir pribadi dan bukan sang mommy. Kynara hanya bisa meminta maaf dan membujuk gadis kecil itu.


Tok tok tok.


"Mas, makan yah, sedari siang kamu belum makan. Nanti sakit, Sayang! Mas boleh marah, tapi tidak dengan menyakiti diri kamu sendiri seperti ini, Sayang. Keluar yah, atau aku akan sedih, karena kamu tidak menghargai masakanku!"


Tidak ada sahutan dari dalam. Kynara masih menunggu di depan pintu. Wanita itu terdiam, mendengar langkah kaki.


"Mas, ayo buka pintunya! Makan dulu, jangan seperti ini."


Aku sudah kenyang, Sayang! So sweet sekali istriku ini.


Melihat perlakuan manis sang istri, emosi Arkian seakan hilang entah kemana. Tetapi pria itu harus tetap memberi pelajaran pada Kynara agar istrinya tidak lagi membantah. Jika tidak begini, wanita itu tidak akan kapok.


"Mas? Kamu kok engga ngerespon sih? Kamu engga apa-apa kan, Saya--"


Ceklek!


Pintu tiba-tiba terbuka, nampak seseorang keluar dari dalam ruangan dengan raut wajah datar dan aura yang begitu mematikan.


.


.


.


.


.


TBC!


YOK RAMAIKAN! JANGAN LUPA VOTE LIKE AND KOMENNYA YAH! 💖 LOPE YOU GUYS!

__ADS_1


__ADS_2