
Perjalanan ke puncak hanya memakan waktu satu jam lebih lima belas menit. Akhirnya sampai juga di tempat yang terlihat begitu asri dan hijau dimana-mana. Membuat mata juga ikut segar.
"Yeayyy, syampai deh." Aileen merentangkan kedua tangannya, ia seakan menikmati udara segar yang menerpa tubuhnya. Baru kali ini dirinya pergi ke puncak. Karena biasanya sang ibu hanya akan mengajak dirinya ke tama atau alon-alon kota.
"Ayo masuk, Sayang." Tanisa menggiring Aileen untuk masuk ke dalam villa yang sudah disediakan.
Mereka menata barang-barang masing-masing. Kynara menyiapkan barang-barang yang akan dibawa saat pemotretan. Karena pemotretan akan dilakukan sore ini. Karena tempat nya tidak jauh dari villa. Jadi, mereka hanya akan jalan kaki untuk ke sana.
***
"Tuan villa kita tepat di sebelah villa ini." Ginal menunjuk sebuah villa di sebelah villa yang ditempati oleh Kynara. Mungkin hanya berjarak sepuluh meter dari villa yang ditempati Kynara.
"Baikah, aku mau istirahat. Bangunkan aku saat pemotretan hendak dimulai."
"Baik, Tuan."
Beberapa jam telah berlalu, kini Aileen sudah siap untuk pemotretan. Karena dirinya sudah dipakaikan sebuah gaun panjang yang berekor. Berwarna biru langit yang sangat menyatu dengan kulit cerahnya. Betapa kagumnya Tanisa dan Kynara. Betapa cantiknya sang putri ketika di make over. Benar-benar terlihat seperti putri Anna dalam dunia nyata. Kulit cerah, hidung mancung dengan tatapan mata yang meneduhkan.
"Myh, Aileen tanttik yah?" Ia berputar-putar seraya menunjukkan kostum cantiknya pada sang ibunda dan aunty nya.
"Putri mommy selalu cantik... Muah." Kynara merengkuh putrinya dan dibumbui dengan kecupan ringan di dahi.
__ADS_1
"Ayo Nona!" Ujar si photographer. Perlengkapan pemotretan sudah disiapkan sejak beberapa menit yang lalu.
Dengan anggunnya gadis kecil itu meliukkan tubuhnya, menbentuk sebuah pose anggun. Dengan menunjukkan ekor gaunnya yang panjang. Bahkan sang photographer dan kru masih belum memberikan arahan. Tetapi gadis itu sudah bisa berpose dengan anggunnya.
"Ah Tan, es krim Aileen ketinggalan, nanti dia nangis."
"Apa aku harus kembali?"
"Tidak perlu, biar aku saja. Jaga putriku sebentar." Tanisa mengangguk. Kynara kembali ke villa dengan tergesa-gesa. Jangan sampai saat selesai pemotretan, ia tidak ada di sana. Kalau tidak putrinya pasti akan sedih.
Setelah mengambil beberapa es krim coklat yang masih beku, Kynara pun berlari kecil kembali ke tempat pemotretan. Namun tanpa sengaja dirinya menabrak seseorang, karena terburu-buru membuatnya sampai tidak fokus ke depan.
"Maaf ya," hanya itu yang diucapkan oleh Kynara. Kemudian ia segera berlalu dari sana, terlihat kain hijabnya yang sedikif terangkat karena tertiup angin. Kynara membenarkan hijabnya, kemudian berlalu pergi.
***
Arkian yang baru saja berjalan hendak ke tempat pemotretan, sukses dibuat kesal. Baru sepuluh langkah berjalan, seorang wanita telah menabraknya hingga hampir jatuh. Untung saja ada Ginal yang siaga menangkapnya.
"Sial!" Umpatnya. Awas saja jika bertemu, ia akan memberikan pelajaran untuk wanita tidak tahu diri itu. Sudah menabrak, bukannya membantu malah lari.
__ADS_1
"Siapa dia? Apa matanya sudah tidak berfungsi? Orang segede gaban masih saja ditabrak!" Masih saja menggerutu.
"Lupakan Tuan, kita akan segera terlambat." Ginal pun akhirnya angkat bicara. Saat mulai jengah mendengar Arkian menggerutu tidak jelas.
"Ayo!"
***
Tiba ditempat pemotretan, Arkian jelas melihat hijab yang sama yang dikenakan oleh wanita yang menabraknya tadi. Akhirnya dengan kekesalan membara, Arkian menghampiri wanita itu. Ia tepuk bahu wanita itu. Seketika, wanita itu pun menoleh. Dan betapa terkejutnya wanita itu ketika melihat siapa yang menepuk bahunya. Begitupun dengan Arkian yang seketika terbengong melihat wanita yang ia tepuk bahunya.
.
.
.
.
.
TBC!
__ADS_1
YOK RAMAIKAN! VOTE LIKE AND KOMENNYA YAH!💖 MAKASIH READERS TERCINTA 💖 OTHOR KASIH PENAMPAKAN GAUNNYA DEDEK AILEEN YAH. HEHE. KALAU VISUALISASI KALIAN BISA BAYANGIN MASING-MASING.