
Akhirnya setelah menanti sekian purnama, gaun yang ditunggu-tunggu pun jadi. Dengan saksama ia tilik gaun indah itu. Dengan selembar sayap dibelakang gaun dan lengan panjang yang cantik. Namun sayang, warnanya adalah biru, bukan coklat seperti yang diharapkan oleh Aileen.
"Assalamualaikum aunty pulang!" Dengan perlahan, Tanisa membuka pintu rumah. Ia tilik sekitar, terlihat hening. Mungkin Kynara dan Aileen sedang tidur, pikirnya. Karena hari memang bisa dibilang sudah malam.
Tanisa menutup pintu perlahan. Ia berjalan menuju meja makan, dapur terlihat begitu gelap. Bahkan, bisa dibilang sama sekali tak terlihat apapun. Apa listrik mati? Pikirnya. Tetapi lampu teras masih menyala, itu artinya listrik masih hidup.
Duarr.
"Happy biltday to yuuu, happy biltday to yuuu." Gadis kecil cantik keluar dari bawah meja sembari bertepuk tangan dan menyanyikan sebuah lagu yang begitu menyentuh. Dan keluarlah Kynara dari arah lemari pendingin, ia baru saja mengambil cake yang sudah ia siapkan untuk Tanisa. Ya, hari ini adalah hari ulang tahun sahabatnya itu.
Kynara menancapkan lilin bertanda dua dan sembilan. Itu artinya dirinya juga sudah berusia sama seperti sahabat nya itu.
"Tiyyup tiyyup! Ayo Aunty, nanti Aileen hadiahh yang baddus yah!" Ucap Aileen sembari menaiki sebuah kursi. Karena ia tidak dapat menggapai cake yang ada di atas meja. Sedangkan dirinya ingin menyaksikan momen saat Tanisa meniup lilinnya.
"Yeayyy, ini buat Aunty Tan Tan. Shemodda Aunty meddadi tantik seupelti putli Ana yah." Ia kecup aunty kesayangannya itu. Dengan gemas Tanisa mengecup-ngecup kedua pipi chubby Aileen.
"Tan, selamat ulang tahun yah, semoga mejadi pribadi yang lebih baik. Dan menjadi lebih Sholehah," Kynara memeluk sosok yang telah menemani dirinya dalam suka dan duka. Ia kecup dahi Tanisa.
Kynara memberikan sebuah jam tangan kepada Tanisa. Walaupun tidak semahal jam tangan yang sering dibeli oleh Tanisa. Tetapi yang penting itu tulus dari hati.
"Aunty, Aileen minta yah tue totlat na. Hehe." Aileen sedari tadi sudah tidak sabar menunggu momen pemotongan kue. Bahkan ia sampai menjilat ludah yang hampir menetes karena melihat kue coklat bulat itu.
"Iya Sayang." Tanisa memberikan sepotong kuenya untuk gadis kecil yang sudah tidak sabaran itu.
Dengan lahap Aileen menelan gigitan demi gigitan. Hingga mulutnya belepotan oleh krim coklat kue itu. Kynara dengan telaten mengusap sisa-sisa coklat yang masih menempel di tepi bibir putrinya.
"Mommyh, i like this cake! I want more." Pintanya pada sang ibu, yang dibalas gelengan oleh ibunya.
"Tadi siang sudah makan es krim, sekarang tidak boleh memakan coklat lagi. Besok ya, Sayang. Anak mommy yang pintar."
"Otee Myhh--" Sahut Aileen dengan binaran keceriaan yang terpancar dari mata indahnya.
"Aunty Tan Tan, taddi Aileen udah tasih hadiah yang baddus buat Aunty. Syekallang mana hadiah buat Aileen, hehe?"
"Aww, Aunty punya hadiah loh buat Aileen. Hadiahnya bagus banget." Segera saja Tanisa mengeluarkan sebuah box yang tadi ia bawa dari butik.
__ADS_1
"Yeayyy, baddu na putli Ana. Aileen syuka Aunty, muah.." Gadis cantik itu bahkan sampai mengecup pipi Tanisa, saking senangnya melihat baju yang ia idam-idamkan kini terpampang nyata di hadapannya.
"Mommyh, tomollow, Aileen mau patai baddu ini yah." Ujarnya pada Kynara dan hanya diangguki oleh sang ibu.
"Aunty, besok Aileen mau ithut yah. Ke llumah tantik na Aunty Tan Tan. Nanti Aileen mau dipoto-poto tayak Aunty tantik yang temallin itu loh." Ia berujar bahwa ia juga mau dipotret seperti Bellie.
"Baiklah, sekarang harus tidur dulu yah. Ini kan sudah malam, kalau anak kecil engga boleh tidur malem, nanti digigit tikus."
"Really, Aunty?" Sergahnya, walaupun dengan pengucapan huruf r yang masih luput. Bahkan wajahnya masih terlihat takut.
"Yes girl!"
"Mom, simpen baddu Aileen di lemalli yah. Nanti tatut diculli shama titus nattal!" Ia tidak mau tikus-tikus nakal itu mencuri gaun cantik miliknya itu.
"Warnanya biru, Sayang. Yang coklat sudah habis."
"Iya enda apa-apa, Aunty. Aileen syuka, hehe." Ia suka apapun warnanya, karena memang warna yang sebenarnya adalah biru. Dirinya iseng saja meminta warna coklat pada Tanisa. Karena itu warna kesukaannya.
***
"Hush hush... Anak cantik mommy." Kynara yang tengah berkutat di dapur bersama Tanisa, segera saja berlari ke kamar dan menenangkan gadis kecil itu. Ia menyerahkan urusan dapur pada Tanisa.
"Mommy dannan tindalin Aileen. I was scalled, Myhh." Isaknya.
"Mommy disini, jangan takut lagi. Cup cup cup, anak cantiknya mommy." Ia rengkuh putri kecilnya itu. Kemudian ia kecup dahi dan pipi gadis kecil itu.
"Ayo bangun, Sayang. Kita mandi okey? Sebentar lagi kita sarapan, Aileen jadi ikut ke rumah cantik nya aunty kan?"
"Iya Myhh, Aileen mau mandi, teyyush baleng-baleng te llumah tantik na aunty Tan Tan." Walaupun masih dengan muka bantalnya, tetapi Aileen sudah terlihat cantik alami.
Akhirnya, terlebih dahulu Kynara memandikan putrinya. Kemudian ia pasangkan gaun yang kemarin diberi oleh Tanisa di tubuh putrinya. Melekat dengan cantik di tubuh mungil sang putri. Ia takjub dengan design yang dibuat oleh Tanisa.
"Waw waw, putri mommy sangat cantik sekarang!"
"I like it, Myhh." Sahut si gadis kecil.
__ADS_1
Setelah drama pagi selesai, mereka bertiga berlalu untuk menuju ke butik Tanisa. Tan Tan boutique.
***
"Pose!" Ujar photographer. Dengan lihai Bellie mengganti posenya. Dari satu pose ke pose lainnya benar-benar terlihat anggun.
"Sekarang giliran Anda, Nona kecil."
"Siap Uncle Poto!" Dasar gadis kecil, bahkan ia memanggil si photographer dengan sebuat Uncle Foto. Karena pekerjaannya yang selalu memotret orang lain.
"Pose!" Aba-aba pun diberikan.
Gadis kecil itu memulai pose pertamanya. Pose yang begitu cantik dengan tangan yang memegang sebuah tongkat bimsalabim.
Cekrek cekrek cekrek. Photographer terus menjepret pose demi pose yang dilakoni oleh gadis kecil berwajah cantik nan menggemaskan itu. Seandainya gadis itu sudah cukup umur pasti sudah ia pacari, pikir photographer itu. Entah kenapa, gadis itu seperti memiliki daya tarik tersendiri. Pesonanya benar-benar tak bisa ditolak manusia!
"Bagus Nona, pose yang cantik." Ujar photographer. Ada beberapa staff yang ikut membantu Aileen mengatur pose dan mengelap keringat yang keluar.
Pemotretan berjalan dengan lancar. Gadis cilik itu benar-benar membuktikan ucapannya, bahwa ia akan selalu patuh untuk perintah sang aunty. Terbukti ia sama sekali tak keberatan saat diminta untuk kembali melakukan pemotretan.
.
.
.
.
.
.
TBC!
__ADS_1
Jangan lupa vote like ama komennya ya guys. hehe. Ayo ramaikan! Btw ohtor maraton loh nulisnya.