THE CEO'S GENIUS DAUGHTER

THE CEO'S GENIUS DAUGHTER
TCGD-63


__ADS_3

Setelah berjalan lebih dari satu kilometer panjangnya dan memakan waktu hingga lima jam. Akhirnya mereka menemukan sebuah mansion mewah yang terletak tepat di tengah-tengah hutan berbahaya itu. Namun, di sekeliling mansion itu ada jurang dan satu-satunya jalan untuk masuk ke sana adalah sebuah jembatan dengan lebar dua meter saja. Dan juga panjang membentang menghubungkan mansion dan juga kawasan hutan.


Sial! Sesuai rencana!


Bukan hanya itu, ada dua meriam besar di sisi kiri dan kanan mansion yang siap untuk menembak pemberontak yang mencoba masuk ke dalam wilayah mansion. Mereka merancnav mansion itu dengan sedemikian rupa agar mampu bertahan dari panasnya matahari dan juga dinginnya hujan.


Sangat sulit bagi pemberontak biasa untuk masuk ke wilayah mansion itu. Karena sulitnya jalan untuk menjangkau, terlebih lagi hutan belantara yang penuh dengan hewan buas dan juga ranjau yang telah dilewati oleh Ginal tadi.


"Berapa lama lagi?"


Ujar Ginal kepada salah seorang anggota yang juga ikut bersembunyi di sebuah dahan pohon seperti dirinya. Kini mereka hanya bisa menunggu dan bersembunyi di dahan pohon-pohon yang menjulang tinggi yang tumbuh di tanah hutan.


Dan memantau dari atas, siapa saja yang akan datang ke mansion itu. Dan mereka sudah menyelidiki bahwa sebentar lagi para anggota musuh akan datang menggunakan Jeep melewati jalan yang sama dengan Ginal. Tentu saja hal ini semakin mempermudah Ginal dan juga anggota Black Blood.


"Setengah jam lagi, Tuan. Mereka akan datang dengan membawa dua Jeep. Pas untuk anggota kita, dan beberapa anggota akan berperan sesuai rencana."


Sahut salah seorang anggota yang bersembunyi di pohon yang sama dengan Ginal.


"Bagus."


Setelah tiga puluh menit menunggu, akhirnya dua buah Jeep yang mereka tunggu pun datang. Dan ada kurang lebih sepuluh orang di dalamnya. Dengan cekatan, lima orang anggota Black Blood turun dan pohon dan langsung menodong satu mobil Jeep yang berjalan di belakang. Dan lima orang lainnya dari anggota khusus juga turun untuk melakukan hal sama terhadap mobil yang berjalan di depan.


"Menyingkir dari jalan kami!"


Bentak sang pengemudi Jeep. Rupanya mereka bukanlah pasukan biasa, mereka juga mengeluarkan sebuah pistol dari saku masing-masing. Dan terjadilah saling menodong. Ketika semua sudah fokus pada orang yang mereka todong, Ginal melompat dari satu pohon ke pohon lain.


Hingga sampai tepat di belakang mobil Jeep yang berada di urutan terakhir. Dengan sadis, ia langsung menembak brutal semua orang yang ada di dalam Jeep.

__ADS_1


Dor! Dor! Dor! Dor! Dor!


Dan anggota yang tadi bersembunyi bersama Ginal juga melakukan hal sama seperti Ginal. Namun pada mobil di urutan pertama. Hingga musnahlah semua anggota musuh.


"Ini terlalu singkat, Tuan! Kurang menantang."


Ujar salah seorang anggota yang tadi ikut menodong.


"Berhenti bicara dan lakukan tugas kalian!'


Bentak Ginal menyala-nyala bagaikan kobaran api yang membara. Baginya bercanda itu ada saatnya dan kini bukanlah saatnya untuk bercanda. Karena jika mereka sampai terdeteksi oleh anggota musuh, maka bisa saja mereka akan kembali tersulitkan.


Mereka memakai baju korban tadi. Pas sepuluh orang! Dan salah seorang tetap berjaga di atas pohon untuk menginstruksikan jika ada yang datang.


Brumm!


Jeep berjalan dengan sempurna melewati jembatan yang sepertinya sudah hampir rapuh. Jembatan kayu yang hanya ada dua tali di sisi kanan dan kiri sebagai pegangan dan penahan jembatan agar tidak terjun ke bawah.


Bunyi dari jembatan itu sangat jelas ketika mobil melintas di atasnya. Jadi Ginal memerintahkan kepada anggotanya agar mobil melintas satu-persatu. Untuk mencegah kerusakan jembatan.


Penuh ketelitian dan kesabaran untuk Ginal dan anggotanya melewati jembatan yang sudah tua itu. Katanya orang kaya, tapi tidak mampu membangun sebuah jembatan saja. Cih! Ginal bercdecih malas seraya membuang ludahnya ke arah jurang. Mereka semua bersiap dengan masker yang sudah mereka kenakan dan menutup separuh wajah agar wajahnya tidak diketahui.


Ckitt!


Mobil berhenti tepat di depan mansion. Dua orang pengawal melangkah ke arah mobil Ginal dan anggota Black Blood. Seraya melakukan pemeriksaan, dan memastikan tidak ada penyusup.


"Kau bukan anggota kami!"

__ADS_1


Dan pengawal yang melakukan pemeriksaan itu hampir saja menekan sebuah tombol di telinganya. Namun dengan cepat Ginal menembak pergelangan tangan pengawal berseragam hitam itu.


Dor!


"Akh!"


Seketika darah kental mengalir. Ginal melirik salah satu anggotanya. Dan pria berkepala plontos itu segera turun kemudian menyeret pengawal yang tengah berteriak kesakitan itu ke jurang. Dan selesai. Begitupun mereka lakukan pada pengawal yang ingin memeriksa Jeep berikutnya.


Ginal dan anggota segera turun. Sesuai rencana dua anggota menggantikan peran dua orang pengawal yang telah tewas tadi.


Ginal tetap meminta para anggotanya untuk waspada dan menoleh kanan kiri. Jika ada bahaya mengancam langsung saja tewaskan! Itu yang Ginal katakan tadi. Perlahan ia melangkah ke dalam mansion setelah merusak paksa kunci pintu besar mansion itu. Tetapi ia heran kenapa mansion itu kosong dan terasa hampa tanpa ada seorangpun di dalamnya.


"ANGKAT TANGAN!"


Tiba-tiba saja suara nyaring dan keras menggelegar datang dari lantai atas. Dengan banyak anggota musuh yang berbaris mengepung Anggota khusus Black Blood dan juga Ginal.


.


.


.


.


.


TBC!

__ADS_1


Vote like and komennya guys!


lanjut nanti malam yah, sabar menunggu Guyss!


__ADS_2