THE CEO'S GENIUS DAUGHTER

THE CEO'S GENIUS DAUGHTER
TCGD-47


__ADS_3

Seorang pria tengah terlihat keluar dari dalam mobil mewah nan mahal yang ia tumpangi. Dengan masih mengenakan setelan jas mahalnya, ia rela menginjakkan kaki ke tanah berlumpur di dekat hutan. Betapa susahnya perjalanan menuju ke tempat rimba itu.


Sungguh pria itu merutuki orang yang telah memintanya datang ke sana. Seorang wanita berpakaian seksi dengan lengan dan paha yang terbuka. Dan wajah yang penuh akan hiasan make up. Dan juga seorang pria muda seumuran dirinya yang berdiri tepat di sebelah wanita tua itu. Serta dengan masker penutup yang dikenakan rapat oleh pria muda itu. Mereka bertiga berdiri membentuk sebuah perkumpulan.


"Cepat! Katakan apa yang ingin kau katakan, aku tidak punya banyak waktu!" Ucap pria yang baru saja datang itu. Wajahnya terlihat begitu dingin menusuk ke lawan bicaranya.


"Istrinya telah datang! Ia sengaja menjemput istrinya untuk membuat hatimu panas!"


Pria yang wajahnya tertutup masker itu angkat bicara. Sedangkan wanita tua yang kini tengah merokok itu masih diam menyimak pembicaraan kedua pria muda di hadapannya.


"Aku tidak peduli! Sekarang apa tugasku!"


"Kau serahkan bukti itu sekarang kepada istrinya. Dengan begitu dengan mudah kita akan meretakkan ikatan mereka, jika telah retak. Kita akan hancurkan mereka satu-persatu!"


"Iblis!"


"Itu julukan yang bagus!"


Dengan bangganya pria bermasker itu membusungkan dadanya. Menatap tajam lawan bicaranya, sapuan angin tak membuat matanya berair seakan kedua mata itu telah tahan akan terjangan api sekalipun.


"Jika dia tahu, kau dan ayahmu pasti akan hancur! Jangan pernah meremehkan aku hanya karena aku berhutang budi pada kalian!"


"Jangan banyak bicara, aku bukan meminta dirimu berpidato. Buat istrinya melihat itu atau jika tidak kau akan lenyap."


"Aku tidak takut!"


Pria tampan tersebut kembali ke dalam mobilnya dan memerintahkan sopir pribadinya untuk segera beranjak dari tempat kotor itu. Sungguh jika bukan karena hutang budi, ia tidak mau melakukan hal kotor dan menjijikkan. Apalagi sampai mengusik kehidupan rumah tangga orang lain.


Brummm.


Tiga puluh menit berselang, mobil itu berhenti di depan sebuah gedung pencakar langit yang mewah nan megah.

__ADS_1


***


"Selamat datang, Tuan Alex!"


"Terimakasih, Tuan Arkian."


Alex yang baru saja datang segera meminta maaf karena dirinya datang sedikit terlambat. Walaupun ia meminta maaf, namun Arkian tetaplah Arkian yang akan memberikan hukuman pada siapa saja yang bersalah.


"Maaf Tuan, saya ada sedikit urusan. Jadi datang sedikit terlambat."


"Sedikit yang kau katakan itu bisa memberikan aku jutaan dollar. Karena kau terlambat, maka 10% keuntungan akan ada di tanganku sebelum meeting di mulai."


"Tapi--"


"Jika Anda menolak, silahkan keluar. Karena perusahaan saya bisa tumbuh dan sebesar ini berkat kedisiplinan akan waktu!"


"Baiklah!"


Pria Arogan yang mengagumkan!


Namun, ditengah berjalannya meeting, tiba-tiba pintu ruangan terbuka menampilkan kepala berhijab yang masuk ke dalam. Wanita berhijab itu menilik ke dalam ruangan dan tercengir ketika melihat suasana di dalam tengah serius.


"Assalamualaikum, ehmm! Maaf mengganggu!"


"Waalaikumsalam!"


Sontak semuanya menyahut.


"Masuk!"


"Tidak perlu, Mas! Biar nanti saja aku bicarakan."

__ADS_1


"Masuklah!"


Dengan terpaksa Kynara masuk karena gertakan dari suaminya. Perlahan ia menutup pintu ruangan dan melangkah ke arah kursi di sebelah suaminya.


"Ada apa, Sayang?"


"Ehm, maaf Nona bisa tutup kancing kemeja Anda yang paling atas?"


Sebelum menjawab pertanyaan suaminya, terlebih dahulu Kynara berbicara kepada Sekertaris Alex yang terlihat berpenampilan begitu terbuka. Buah dada sintal itu bahkan sudah terlihat belahannya karena wanita itu membuka kancing kemejanya yang paling atas.


"Ehh!"


"Maaf Nona, saya hanya mengingatkan, tidak bermaksud menyinggung atau menyakiti hati Anda!"


Kynara mencoba berbicara sesopan mungkin. Hingga wanita itu terlihat malu dan menundukkan kepalanya di hadapan wanita berjilbab yang kini tengah memandangi dirinya dengan tatapan meneduhkan.


"Terimakasih telah mengingatkan!"


"Dia istriku!"


Degg.


Sekertaris Alex sontak terkejut. Sejak kapan Arkian memiliki istri? Karena pria yang memiliki kekuasaan itu sama sekali tidak mengumumkan apapun di mata media.


.


.


.


.

__ADS_1


.


TBC!


__ADS_2