
Ginal berdiri membelakangi seluruh anggota yang telah bersiap untuk menjalankan rencana yang telah disusun sebaik mungkin. Dan kali ini, Ginal sendiri yang akan turun tangan untuk memimpin jalannya rencana. Serta Arkian yang turut serta untuk memantau keadaan dari benda canggihnya.
"Kalian siap?"
Teriak Ginal dengan tegas dan lugas sehingga beberapa anggota juga menjawab dengan tegas dan menyatakan bahwa mereka siap untuk menjalankan perintah dari pimpinannya.
"Aku akan mengawasi! Kembali dengan selamat! Karena itu perintah!"
Arkian melangkah maju seraya menepuk bahu Ginal. Inilah yang Ginal suka dari Arkian, pemimpinnya itu begitu menganggap setiap anggota seperti keluarganya sendiri tanpa membeda-bedakan satupun dari mereka. Jika hanya perang kecil, Arkian tidak akan turun langsung dan lebih memilih untuk mempercayakannya kepada Ginal. Karena ia tahu Ginal memiliki kepribadian yang sama seperti dirinya.
Berbeda jika peperangan besar, Barulah Arkian yang akan turun tangan untuk memimpin jalannya perang. Dan Arkian juga akan mengutus anggota khusus mereka yang hanya berjumlah beberapa ribu orang. Satu orang anggota khusus setara dengan seratus pasukan biasa.
Ginal memiliki karakter yang ambisius dan tidak ada kata menyerah dalam kamus seorang Ginal. Bagi pria kepercayaan Arkian itu, lebih baik mati daripada menyerah. Dan lebih baik kalah daripada curang. Pria dingin seperti Ginal begitu misterius dan sulit untuk didekati, bahkan tidak satu mediapun yang berani mengulik perihal kehidupan pribadinya.
"Baik Lord!"
"Kali ini tidak akan mudah, karena mansion itu dijaga dengan ketat oleh banyak pengawal. Sesuai rencana! Jangan sampai ada yang melenceng atau nyawa kalian yang akan jadi taruhan!"
__ADS_1
"Baik Tuan!"
Sebuah helicopter mendarat di atas gedung yang menjadi markas mereka. Satu-persatu anggota naik ke dalam helicopter begitu juga dengan Ginal. Sedangkan beberapa tetap tinggal di markas karena harus memantau keadaan dari markas.
Helicopter mengudara dengan beberapa orang penumpang di dalamnya. Dari atas sana, terlihat betapa padatnya jalanan ibukota. Helicopter terus melaju ke arah barat hingga terlihat daratan yang dipenuhi dengan warna hijau. Dan ada sebuah mansion mewah yang terletak jelas di tengah-tengah hutan berbahaya itu.
Mereka semua turun dari atas menggunakan para layang yang sudah melekat di punggung masing-masing. Namun masih tetap dalam pantauan Ginal. Di depan hutan itu sudah terlihat jelas sebuah peringatan hutan berbahaya penuh dengan ranjau dan juga satwa-satwa liar. Dan beberapa tumbuhan beracun jika disentuh.
"Jalan!"
Mereka berjalan dengan mengendap-endap. Terus berhati-hati agar tidak menginjak tumbuhan beracun yang ada di sekitar mereka. Apalagi di sepanjang sisi kiri dan kanan terdapat sebuah jurang tidak terukur kedalamnya. Jadi Ginal memimpin di baris paling depan. Dengan semua anggota yang berjalan mengikuti Ginal dengan tetap melihat peta yang mereka bawa.
"Terus Tuan! Di arah kiri sana ada banyak kawanan serigala yang sengaja di pelihara!"
Ginal mengangguk mengerti laporan salah satu anggota yang ada di belakangnya.
"Ranjau! Sial, untung saja aku tidak menginjak benda sialan itu."
__ADS_1
Ginal terus melangkah satu demi satu agar tidak menginjak ranjau. Karena kini mereka tengah berada di sebuah kawasan yang penuh akan ranjau. Dan jika salah satu ranjau itu terinjak, maka keberadaannya pasti bisa dideteksi oleh anggota musuh.
Akhirnya setelah Seratus meter, mereka terbebas dari kawasan ranjau. Dan kembali dipertemukan dengan kawasan yang penuh akan jebakan.
Sial! Kenapa begitu sulit. Pria bodoh itu benar-benar sengaja menyulitkan aku!
.
.
.
.
.
TBC!
__ADS_1
Vote like and komennya guys!
lanjutannya masih aku edit bentar.