
Deru mobil Ginal telah berhenti, menandakan jika mobil itu telah sampai di tujuannya. Mereka berdua segera keluar dari mobil dengan terburu-buru. Memasuki lift dan saat sudah sampai di lantai, dimana unit apartemen Arkian berada, lift pun terbuka. Ginal, segera saja menekan beberapa angka. Pintu besi di depannya langsung terbuka ketika layar itu mengeluarkan tanda centang.
"Mari masuk, Nona. Tuan ada di kamarnya!" Ujarnya.
"Apa tidak ada wanita disini? Aku tidak enak jika aku wanita sendiri. Nanti akan timbul fitnah, Tuan." Kynara yang merasa tidak enak hati, akhirnya berkata apa yang ingin ia katakan sedari di mobil tadi.
"Ah, tenang saja Nona, disini ada asisten rumah tangga."
"Bukannya dia akan pulang saat malam hari?" Setahu Kynara, asisten rumah tangga Arkian memang bekerja hingga sore hari saja.
"Ah, kebetulan hari ini dia menginap, Nona."
Maafkan saya, Nona. Saya terpaksa berbohong, karena kalau saya tidak berbohong, Anda tidak akan mau masuk ke dalam.
"Baiklah," Kynara melangkahkan kakinya untuk masuk, mengikuti Ginal.
Kynara benar-benar dibuat terkejut, melihat kondisi pria itu begitu mengenaskan. Pria berperawakan tegas yang biasanya sangat arogan, kini hanya terkapar tidak berdaya di atas ranjang dengan posisi kaki yang masih bergantung ke bawah.
"Di... dia kenapa?" Tanya Kynara dengan gugup. Ia bahkan tidak berani mendekati pria itu.
"Tuan mabuk, Nona. Tuan sepertinya sudah tertidur. Cobalah untuk bangunkan beliau, sedari tadi beliau tidak makan, Nona. Saya khawatir asam lambungnya naik."
Kynara mengangguk, ia dekati pria itu perlahan. Perlahan dan perlahan, ia tilik wajah tampan nan mempesona itu.
"Tuan, bisa Anda ambilkan minum aif putih?" Tanya Kynara.
"Tentu Nona." Ginal segera berjalan, ke arah dispenser yang tidak jauh dari jangkauannya.
Namun, mata yang tengah tertutup itu tiba-tiba terbuka lebar. Arkian bangun dan segera berlari mengunci pintu. Sontak Kynara yang melihat hal itu sukses dibuat melongo. Kemana orang yang tadi tidur terkapar, kenapa malah bisa berlari dengan semangat empat lima? Pikirnya.
Setelah mengunci pintu, Arkian dengan gilanya membuang kunci itu ke bawah ranjang. Sehingga tidak dapat dijangkau dengan tangan. Pria satu ini benar-benar licik sekaligus cerdas.
"Mas, apa-apaan ini? Jadi kamu engga mabuk? Kamu bohongin aku?"
Arkian hanya menyeringai, ia seraya terus berjalan mendekati Kynara. Yang lama-kelamaan semakin mundur, hingga tubuhnya mentok di dinding.
Arkian mengungkung tubuh wanita itu, dengan kedua tangannya berada di sisi kanan dan kiri kepala Kynara.
"Lepasin aku, aku mau pulang. Aku engga nyangka, kami setega ini sama aku, Mas. Kenapa sih niat baik aku lagi dan lagi dibalas kaya gini? Enam--" Kynara sontak menutup mulutnya rapat. Hampir saja dirinya ceplos mengucapkan rahasia yang ia tutup rapat itu.
"Maksud kamu? Lagi dan lagi? Apa kita pernah bertemu selain hari ini, setelah kita putus?" Arkian tentu semakin curiga dengan gelagat aneh Kynara.
"Engga!" Dengan sekuat tenaga, ia dorong dada bidang yang menghalangi jalannya itu. Namun, sekuat apapun tenaganya, tenaga pria itu jauh lebih kuat.
Arkian menilik gamis yang digunakan Kynara dari bawah sampai atas.
__ADS_1
Deggg.
Gamis itu, Arkian janggal dengan gamis itu. Ia harus segera memastikan sesuatu.
"Apa hubunganmu dengan lelaki itu?" Ujarnya dingin. Arkian terus menatap intens manik mata wanita itu. Sedangkan yang ditatap justru memalingkan wajahnya.
"Kamu engga perlu tahu, Mas." Seketus apapun wanita itu berbicara, tetap tidak bisa menghilangkan nada mendayu-dayu itu.
"Jawab Kynara!"
Arkian membentak dirinya lagi dan lagi. Hingga Kynara memejam mata, mendengar pekikan yang memekakkan telinga itu.
"Ini yang aku engga suka dari kamu, kamu kasar, Mas!"
"JAWAB!"
"Jawab atau anak harammu itu yang akan menanggung akibatnya!"
Degg.
Lagi dan lagi pria itu menyebut putrinya sebagai anak haram. Hati Kynara sungguh sakit mendengar kata-kata jahanam itu terlontar dari mulut pria yang merupakan ayah dari putrinya.
"Jangan Mas!"
Air mata yang ia tahan sedari tadi, kini meluncur dengan derasnya.
"Aku mohon, jangan ganggu hidup kami lagi. Biarkan kami hidup bahagia."
"Tidak akan pernah! Karena kamu hanya milikku Kynara. Dan selamanya begitu. Jika ada yang berani menyentuhmu, aku akan lenyapkan lelaki itu!" Arkian seraya berjongkok, ia cengkram rahang Kynara.
"Lalu mau kamu apa, Mas!"
"Aku mau kamu!"
"Tuan!" Ginal membuka pintu kamar Arkian dengan kunci cadangan yang ia temukan di saku jas Arkian. Yang dilemparkan Arkian di atas sofa ruang tamu.
***
Sepulangnya Kynara, Arkian segera saja memastikan sesuatu. Ia menggeledah lemari pakaiannya. Ia tilik di bagian pojok lemari itu, tempat dimana ia menyembunyikan gamis itu. Gamis yang sama dengan yang dipakai Kynara baru saja.
Degg.
Kotak gamis itu kosong! Arkian yakin, Veronica tidak akan mau memakai pakaian gamis seperti itu. Karena wanita itu adalah tipe feminim.
Padahal semenjak putus Kynara tidak pernah lagi berkunjung ke apartemennya. Dan ia masih menyimpan gamis itu di tempat tersembunyi di dalam lemarinya. Lalu, bagaimana gamis itu bisa ada pada Kynara? Pikirnya.
__ADS_1
Karena ia yakin, gamis yang baru saja dipakai Kynara itu adalah gamis yang ia maksud. Karena gamis itu dirancang khusus, tidak ada dijual di toko atau mall manapun. Arkian, pria itu bahkan sampai memanggil designer terkenal. Rencananya ia akan memberikan gamis itu sebagai kado untuk Kynara, namun sayang hubungan mereka harus kandas sebelum hari ulang tahun Kynara.
Arkian mengambil handphone-nya. Ia menilik cctv. Dimana saat ia melecehkan Veronica, karena ia sengaja memasang kamera cctv pribadi di dalam kamar pribadinya.
"Enam tahun lalu, tanggal berapa yah?"
"Ahh hari itu tepat pada hari ulang tahun, Kynara."
"Ia segera mengecek cctv. Ia ketikkkan tanggal itu pada layar handphonenya. Dan munculah rekaman cctv pada hari itu. Otak genius pria itu bekerja dengan baik.
Rekaman cctv itu masih tersimpan rapi. Arkian melihat rekaman cctv pada malam hari. Dimana dirinya mabuk karena dijebak oleh seseorang.
Degg.
"Kynara!" Gumamnya.
"Ja.. jadi wanita yang aku tiduri itu Kynara! Ya, kalau tidak, kenapa Kynara keluar dengan gamis yang berbeda dan terlihat menangis. Veronica!"
Bahkan Arkian melihat jelas, dirinya tengah memaksa Kynara untuk tidur dengannya. Wanita itu terlihat memberontak dan menangis.
"Oh, jadi wanita ini yang berbohong padaku! Beraninya dia. Akan aku ajarkan bagaimana caranya untuk berkata dengan jujur!"
Kini pria itu sudah paham akan semua ini. Kebenaran telah terungkap, ternyata wanita yang ia tiduri enam tahun yang lalu adalah Kynara, mantan kekasihnya. Bukan Veronica, karena ia melihat jelas Veronica sendiri yang sengaja merobek bajunya di sana-sini. Hingga terlihat seperti korban pemerkosaan.
"Dasar wanita sialan!"
"Ap.. apa? Aileen, gadis itu adalah putriku?"
.
.
.
.
.
TBC!
YOK RAMAIKAN! VOTE LIKE AND KOMENNYA YAH!💖
@Aileen Shaquilla.
__ADS_1