
Tujuh tahun telah berlalu, kini kedua putra putri Arkian telah tumbuh besar seiring berjalannya waktu. Aileen yang usianya telah menginjak dua belas tahun sedangkan sang adik tujuh tahun. Semakin bertumbuh, putra dan putrinya menjadi semakin cantik dan tampan. Sangat terlihat garis keturunan yang ia turunkan. Bahkan dunia telah mengetahui, bahwa sang raja bisnis yang arrogant kini telah memiliki dua orang anak yang sama sekali tidak pernah diduga.
"Myhh! Adik ganggu terus nih!" Aileen berteriak memanggil sang ibu, karena adiknya selalu saja jahil dan menyembunyikan barangnya. Lihat saja, buku novel favoritnya telah hilang dan ia yakin ini pasti perbuatan adik nakalnya.
"Bukan Al kok! Demi Allah, Al engga nyembunyikan buku Kakak!" Kekeuh Al, anak lelaki tampan itu baru saja tiba di dalam kamar Aileen tetapi dirinya telah dituduh macam-macam.
"Terus siapa dong?"
"Kakak, Adek! Ada apa sampai teriak-teriak?" Ujar Kynara dengan lemah lembut, ia melerai kedua anaknya yang terlihat saling tegang. Sedangkan Arkian diam dan menatap datar putrinya.
"Ini yang kamu cari?" Tanya Arkian mengangkat sebuah buku novel yang ia temukan di bawah meja makan.
"Loh, Dad kok bisa ada di Daddy?" Sontak Aileen merasa heran.
"Makanya Kak, jangan main nuduh. Dicari dulu, tadi Daddy temukan di bawah meja makan. Mungkin kamu lupa naruh atau jatuh engga sengaja." Suara dingin Arkian mampu membungkam mulut seksi sang putri yang hanya diam menunduk. Daddy-nya sama sekali tidak suka pertengkaran, apalagi jika sampai melihat dirinya bertengkar dengan sang adik, Arkian pasti akan kesal.
"Nak, Kakak harus ajarkan contoh yang baik untuk adik Al. Apa dengan saling menuduh masalah akan teratasi?" Suara mendayu-dayu sang ibu membuat rasa bersalah yang bercokol di hati Aileen menjadi semakin besar.
"Maafin Kakak!" Aileen melangkah pergi begitu saja. Ia menuju ruang favoritnya, gym. Aileen memang seperti itu, selalu saja sulit hanya untuk mengucap kata maaf. Sifat arrogant sang ayah benar-benar menurun murni pada wanita remaja itu. Sejak kecil, Aileen sangat suka berolahraga karena ia mengikuti sebuah perguruan pencak silat. Prestasinya di bidang akademik dan olahraga, membuat Aileen bisa diterima di sekolah manapun yang ia inginkan. Tetapi Arkian tetap menempatkan sekolah terbaik untuk kedua anaknya.
"Nak, maafin kakak yah. Adek kan tahu kakak orangnya memang begitu. Biar nanti Mommyh nasehatin!"
"Iya Mom, Adek belajar dulu yah. Mom and Dad."
__ADS_1
"Baiklah Son!"
"Mas?"
"Iya Sayang?"
Pria yang telah menginjak kepala empat itu memeluk istrinya dengan mesra dari belakang. Seraya melepas rindu untuk wanita tercintanya, karena ia baru saja pulang dari luar negeri untuk urusan bisnis.
Mereka berdua keluar dari kamar Aileen dan kembali ke kamar mereka.
"Mas?"
"Iya Sayang!"
Aileen memang sempat bercerita pada kedua orangtuanya bahwa dirinya akan mengikuti sebuah kompetisi pencak silat yang akan digelar di luar kota. Namun, Arkian menentang karena ia tidak ingin putrinya terluka. Biasanya Aileen hanya akan ikut di bidang Seni bukan fight, tetapi sang putri bersikeras untuk ikut kedua bidang sekaligus.
"Tidak!"
Jawaban yang mutlak telah keluar, maka Arkian tidak akan pernah mengganti jawabannya.
"Mas, biarkan putri kita berprestasi. Mungkin dia ingin mencoba apa yang ia inginkan."
"Tetap tidak, Sayang! Lebih baik aku yang memukulinya daripada putriku dipukuli orang lain!"
__ADS_1
"MAS!" Kynara mulai lelah membujuk suaminya itu. Sudah beberapa hari ini Aileen selalu mengeluh padanya agar membujuk sang Daddy supaya mengizinkan dirinya.
"Kamu membentakku? Berani kamu?"
"Kamu itu egois, lama-lama aku juga kesal. Aileen itu juga butuh ruang untuk melakukan hal yang ia sukai. Toh pertarungan itu bukan pertarungan bebas, mereka telah menyediakan fasilitas lengkap untuk keselamatan putri kita. Dengan memakai body protector!" Kynara tidur membelakangi sang suami, ia begitu kesal dengan pria itu.
Arkian hanya acuh. Inilah sifat Arkian yang tidak pernah berubah, selalu saja tidak bisa menurunkan egonya.
.
.
.
.
TBC!
Vote like and komennya yah.
iseng-iseng aja karena lagi kangen sama babang Kian dan Mommyh Nara. Insyaallah besok Cyndii lanjutin kalau banyak yang komen and like.
Salam hangat
__ADS_1
Cyndii.