THE CEO'S GENIUS DAUGHTER

THE CEO'S GENIUS DAUGHTER
TCGD-31 MEMINTA PENGAMPUNAN ISTRIKU


__ADS_3

"Ehmmm.. Myh!" Gadis kecil itu menggeliat, tidurnya terasa sudah cukup untuk hari ini. Ia membuka mata indahnya, menilik sang ibu yang ternyata tengah melaksanakan sholat shubuh dan sang Daddy yang masih berada di alam mimpinya.


"Dad, banun!" Dengan sengaja Aileen menciumi wajah daddy-nya. Karena sang ibu selalu membiasakan dirinya untuk bangun petang, walaupun ia masih belum wajib untuk melaksanakan sholat.


"Muah muah muah... Ayo banun!" Gadis itu sama sekali tak menyerah, ia tetap melayangkan kecupan-kecupan ringan di seluruh bagian wajah Arkian.


"Ehmm.. apa, Sayang? Iya ini Daddy bangun." Namun nyatanya pria itu tak bangun, ia tetap tidur. Hanya sedikit menggeliat kemudian kembali tidur membelakangi sang putri. Hingga membuat gadis kecil itu geram, dan akhirnya dengan sekuat tenaga, ia gigit lengan Arkian yang memang hanya piyama lengan pendek.


"Auch... Okey okey, daddy bangun!" Arkian menjerit sakit, bayangkan saja putrinya itu sudah memiliki gigi lengkap. Walaupun matanya masih terasa lengket, pria itu tetap memaksa untuk bangun.


Arkian bangun ia menilik sang istri yang tengah menyatukan tangannya ke atas seraya melantunkan untaian doa kepada sang pencipta. Dirinya memang seorang muslim, namun ia tidak pernah melakukan kewajibannya sebagai seorang muslim. Ia malu melihat istrinya, ia malu tidak bisa menjadi imam untuk sang istri. Karena bacaan sholat saja mungkin ia sudah sedikit lupa.


"Daddy shollat, dannan tidull tellus, nanti Awwoh mallah, tellus mommy billang nanti Daddy masyuk nellaka, Daddy mau?" Gadis kecil itu terlihat menceramahi sang Daddy, karena tidak segera bangun untuk melaksanakan sholat shubuh.


"Sayang."


"Sholat, Mas!"


Melihat sang istri yang sudah selesai menunaikan sholat, ia segera saja mendekati istrinya dan memeluk wanita itu dari belakang. Kynara yang diperlukan seperti itu tentu saja sedikit risih, karena ia memang tidak terbiasa dekat dengan pria.


"Lepas Mas, kamu kok engga sholat sih?" Ia melepas paksa rengkuhan suaminya, dan menitah sang putri untuk mengambil wudhu. Sejak dini Kynara memang membiasakan putrinya untuk belajar sholat, walaupun masih tidak sempurna. Setidaknya putrinya akan terbiasa jika sudah dewasa nanti.


"Kamu engga mau dipeluk sama mas?" Sama persis seperti Aileen, Arkian akan merengut sebal jika keinginan hatinya tidak terpenuhi.


"Mas kalah sama anak kecil?"


Dan akhirnya Arkian mengikuti titah istrinya, setelah bertahun-tahun meninggalkan Tuhan, kini ia kembali bersujud meminta ampunan Tuhan. Walaupun masih dengan bimbingan istrinya, karena ia memang sedikit lupa mengenai doa-doa sholat.


***


"Gina!"

__ADS_1


"Kita ke mansion mamah."


"Bukannya kita hendak ke perusahaan, Tuan?"


Jawab Ginal yang merasa heran, karena tiba-tiba tuannya meminta untuk ke mansion. Ginal tahu benar, tuannya itu sangat malas jika disuruh untuk datang ke mansion mewah itu. Karena di sana adalah neraka bagi Arkian.


"Aku mau menunjukkan sesuatu pada mamah, dan jika mamah masih tetap mengganggu istriku, maka aku tidak akan segan lagi." Pria tegas itu menunjukkan taringnya. Seakan sudah muak dan lelah dengan semua ulah mamah kandungnya itu.


"Baik Tuan." Ginal dengan senang hati membelokkan mobil ke arah mansion. Di dalam hati, ia sudah menduga perang besar akan segera terjadi. Antara ibu dan anak, dan juga tuan besar yang akan selalu menjadi penengah.


Setelah sampai di mansion besar nan mewah itu, Arkian segera saja turun dari mobil dengan aura yang menakutkan. Bahkan beberapa pelayan pun tertunduk takut, dan Ginal yang membututi hanya bisa diam. Selama tuannya tidak menitah apapun, maka ia hanya akan diam.


"Kian? Kamu kesini, Nak. Kebetulan di dalam ada Veronica." Nyonya Ellena menghampiri putranya yang baru saja tiba. Ia memeluk Arkian yang hanya diam seakan enggan memeluk ibunya itu. Hubungan keduanya memang tidak terlalu baik, karena ibunya yang kerap kali memaksa dirinya menjadi sempurna dan membuat mentalnya tertekan.


Arkian melangkah ke arah ruang tamu, dimana Veronica juga tengah duduk di single sofa. Pria itu duduk, ia mencoba menetralkan emosinya dan menatap Veronica dengan tajam, seakan ia tahu bahwa pasti wanita itulah yang mempengaruhi mamahnya untuk membenci Kynara.


"Keluar dari mansionku! KELUAR ******!!"


Brakkk.


"Cukup Mah, Wanita yang kau hina itu adalah istriku! Kau memang ibuku, tetapi kau tidak pernah sekalipun menghargai keputusan yang aku buat. Ingat aku bukan pria sabar, aku bukan pria yang diam jika anak dan istriku terancam."


Arkian melempar beberapa foto percintaan panas dirinya dan Kynara di depan wajah ibunya. Selama ini ia diam, namun sekarang tidak lagi. Ia tidak akan tinggal diam jika istri dan anaknya diusik.


Nyonya Ellena jelas melihat semua itu. Ia menilik satu persatu foto itu, mulutnya menganga dengan lebar.


"Foto itu terjadi enam tahun yang lalu, saat wanita yang mamah banggakan itu menjebakku dan menaruh obat perangsang dalam minumanku. Untungnya ada Kynara yang menolong aku, tetapi apa, aku justru menodai wanita baik hati itu. Sampai ia hamil dan aku baru tahu sekarang saat putri kami sudah berumur lima tahun."


Veronica terkejut, kini kejahatannya tengah terbongkar. Ia tidak ingin posisinya tergeser, ia harus segera mencari alibi yang tepat untuk mengelak.


"Hiks.. hiks.. tega kamu Kian, aku yang membantu kamu, tetapi kamu--"

__ADS_1


"Cukup! Keluar dari mansionku. Dasar wanita tidak tahu diuntung, aku membanggakan dirimu tetapi kau justru ingin menjebak putraku? Keluar!" Nyonya Ellena menunjuk pintu keluar, ia memaki wanita yang bahkan selama ini selalu ia bangga-banggakan.


"Wanita yang mamah banggakan itu tidak lebih dari seorang ******. Bahkan dia menjebakku agar aku bersedia tidur bersamanya, untung saja aku tidak tidur dengan wanita sialan itu!"


Veronica keluar dari mansion itu dengan perasaan kacau. Ia bersumpah, akan membalas perlakuan tidka baik ini. Arkian, pria itu telah membuatnya marah, ia akan membalas dendam pada pria itu.


"Dad! Aku mau Daddy menghancurkan pria itu! Dia sudah mempermalukan aku, Dad. Daddy harus membalas sakit hatiku ini!"


["Beraninya pria itu, Daddy pasti akan membalas semua ini, Sayang."]


Ayah dari Veronica adalah ketua mafia penguasa daratan Asia. Bahkan tidak ada yang tahu, kecuali Arkian.


Arkian, siapa menyangka jika pria itu juga adalah ketua klan dunia gelap. Selama ini perusahaannya berhasil menduduki posisi pertama terkaya di dunia. Bukan tak banyak orang yang ingin menghabisi dirinya, jika ia tidak benar-benar kuat, maka bisa saja ia dilongsorkan dari jabatannya. Dalam dunia gelap pria itu dikenal dengan nama 'Lord Wolf.'


"Mamah ingin bertemu dengan cucuku, Kian!" Nyonya Ellena menyesal, ia menyesal telah menyebut cucunya sendiri sebagai anak haram. Ia akan menurunkan harga dirinya demi memeluk cucunya, ya ia harus meminta pengampunan Kynara.


"Aku akan mempertemukan Mamah dengan putriku! Asalkan Mamah bersedia meminta pengampunan istriku!"


"Ten.. tentu, Nak."


.


.


.


.


.


TBC!

__ADS_1


YOK RAMAIKAN! JANGAN LUPA VOTE LIKE AND KOMENNYA YAH! 💖


__ADS_2