
Kejadian tenggelamnya Reyhan dan juga hilangnya Aileen telah terlewati. Hari baru telah tiba, menciptakan semangat baru untuk setiap raga yang telah bangun di pagi buta ini. Mereka yang Muslim akan bangun untuk melaksanakan kewajibannya terhadap Tuhan. Walau sedingin apapun air di pagi petang, tetapi sama sekali tidak menyurutkan keinginan Kynara untuk bangun dan mengguyur tubuhnya dengan air itu.
Rasa tanggung jawab yang ada di hatinya kepada Tuhan, jauh lebih besar melebihi dinginnya air di pagi hari ini. Semakin dingin airnya, maka akan semakin segar tubuh kita dibuatnya. Tidak bisa dipungkiri lagi, walau gemetar kedinginan, namun hal itu seakan menjadi keseruan tersendiri.
Seperti hari-hari sebelumnya, Kynara akan membangunkan suaminya untuk menjadi imam. Dengan penuh kelembutan dan begitu manis. Seraya menepuk perlahan pipi suaminya atau menggelitik pinggang Arkian.
***
Sarapan pagi dimulai, dimana satu keluarga itu hanya berisi lima orang saja. Di tengah-tengah makan berlangsung, Ginal datang dan membuat Kynara memaksa lelaki itu untuk bergabung makan. Ginal pun merasa tidak enak hati telah mengganggu. Akhirnya ia juga menyetujui ajakan Kynara untuk ikut makan, dirinya merasa tidak enak jika menolak.
"Makan yang banyak Uncle Gina, nanti biall cepet besall."
Aileen yang baru selesai makan, kembali menambah satu potong roti lagi ke dalam piring Ginal. Padahal perutnya sudah penuh, demi menghargai Aileen. Ginal terpaksa memakan satu potong roti lagi. Rasanya perutnya sudah begitu penuh, sampai ia ingin muntah saja.
Drama sarapan telah terlewati, guru privat Aileen telah tiba. Arkian turun tangan langsung untuk memilih guru yang tepat bagi Aileen. Ia tidak mau kecolongan lagi, bahkan sebelum masuk ke dalam mansion. Guru itu masih harus melewati beberapa rangkaian pemeriksaan.
"Sayang, aku berangkat kerja, Assalamualaikum!"
"Waalaikumsalam, hati-hati di jalan."
Sahut Kynara, ia mencium punggung tangan suaminya dan melambai tangan. Mobil yang ditumpangi Arkian dan Ginal pun melaju menuju ke sebuah gedung pencakar langit milik Arkian. Dimana butuh lima belas sampai dua puluh menit untuk sampai ke sana.
Hari ini jalanan ibukota tidak begitu padat, entah karena apa tidak ada yang tahu. Saat mobil telah sampai di depan sebuah gedung pencakar langit yang bertuliskan WJY ENTERTAINMENT. Arkian dan Ginal turun, sudah ada beberapa karyawan yang berbaris menyambut kedatangan sang pemimpin.
"Akhirnya!"
Arkian duduk di kursi kebesarannya, seraya mengendurkan dasi yang telah dipasang oleh istrinya.
"Gina!"
"Apa Anda butuh sesuatu, Tuan?"
"Kau sudah mencari tahu lokasinya?"
__ADS_1
"Tentu Tuan!"
"Untuk markas utamanya ada di perbatasan Malaysia dan Singapura! Mereka sengaja membangun markas di sana untuk mengambil keuntungan dari dua negara sekaligus! Dimana tempat itu adalah tempat yang strategis!"
Arkian mengernyitkan dahi, bukannya perbatasan antara dua negara itu adalah laut internasional dengan jembatan besar yang membentang untuk menghubungkan jalan antara dua negara itu beberapa meter di atas permukaan air.
"Tetapi, bukannya perbatasan antara dua negara itu adalah laut internasional?"
"Benar Tuan, mereka membangun markasnya di sebelah selatan. Yang artinya bergabung di Negara Macan Asia, Singapura."
"Tetapi apa alasan dibalik dibangunnya markas itu?"
"Saya yakin Anda paham, Singapura adalah negara yang sektor industrinya begitu maju. Dan juga banyak kecanggihan teknologi yang lebih canggih dari Nusantara. Sehingga jika mereka bergabung di negara itu, akan dengan mudah bisa menggaet seluruh teknologi canggih yang ada di negara tersebut!"
"Kau benar, bagi seorang mafia, masuk ke dalam sebuah negara dan menjadi warga negara itu bukan hal yang sulit. Karena mereka memiliki uang, yang merupakan kunci dari semua masalah!"
"Benar sekali, Tuan!"
"Jadi mereka mengarungi Selat Malaka untuk menyelundupkan barang-barang ilegal? Dan juga untuk masuk ke Nusantara?"
"Benar sekali, Tuan!"
"Aku mau, mereka berlutut memohon ampun di hadapan istriku! Aku mau mereka menceritakan apa yang telah mereka lakukan di hadapan media dan juga pihak berwajib. Setelah itu buat mereka mendekam di penjara!"
"Apa itu setimpal, Tuan? Setelah apa yang mereka lakukan terhadap keluar Nyonya Muda?"
"Tentu tidak, karena aku akan membuat mereka divonis seumur hidup. Dan membusuk di dalam sel!"
"Itu akan segera terjadi, Tuan!"
"Kau kepung mereka di Selat Malaka! Cari tahu jadwal kepergian mereka. Kau bunuh semua anggota mereka dan gantikan dengan anggota kita. Awasi jangan sampai ada yang melapor pada Velix."
"Baik Tuan! Apa Anda juga ingin ikut untuk penyerangan kali ini?"
__ADS_1
"Aku akan mengawasi dari atas! Jika kalian butuh bantuan, aku akan turun!"
"Sesuai keinginan Anda, Tuan!"
Sahut Ginal dengan tegas. Arkian menyeringai, ternyata tidak begitu sulit untuk menaklukkan si pria tua itu. Ia akan buat, pria tua itu berlutut memohon pengampunan istrinya. Termasuk wanita tua pelacur itu!
"Tetapi Tuan, putra dari pria tua itu pasti akan mengawasi. Saya lupa memberitahu, kalau putranya tinggal di kota ini!"
"Bagus! Mungkin maksdunya ingin mengawasiku dan istriku! Kau culik dia dan masukkan dia ke dalam sel di markas. Kemudian retas semua datanya. Berikan informasi kepada Velix bahwa putranya itu baik-baik saja. Maksudku pura-puralah menyamar, kau paham kan?"
"Paham Tuan! Saya akan meminta Gondrong untuk menculiknya!"
Gondrong adalah ketua anggota Black Blood. Pria itulah yang dipercaya oleh Ginal dalam hal culik-menculik. Tidak bisa diragukan lagi, kemampuan pria berambut panjang itu sangat mengesankan. Ia bisa menculik seseorang yang ditargetkan dalam waktu kurang dari dua puluh empat jam.
"Bagus Gina! Jangan kecolongan, keluargaku tetap ada dalam pengawasan!"
"Tentu, Tuan."
Gina pun undur diri setelah membungkuk pada Arkian. Tidak satupun orang yang tidak melihat seberapa berwibawanya seorang Arkian. Apalagi diambah dengan ketampanan dan tubuh kekarnya, membuat kaum hawa bergetar seketika. Namun pawangnya hanya satu, Kynara seorang. Bagi Arkian, cukup hanya dengan mencintai tiga wanita. Yaitu ibu, istri dan putri kecilnya.
"Ahh istriku yang comel!"
Tidak ada yang tahu, kalau selama ini Arkian memasang kamera CCTV di dalam kamar pribadinya dengan Kynara. Kini ia pun tengah melihat apa yang dilakukan sang istri di dalam kamar. Dan sepertinya wanita itu baru saja mandi untuk menunaikan sholat Sunnah Dhuha. Lekukan tubuh yang indah, yang hanya bisa dilihat oleh Arkian.
.
.
.
.
.
__ADS_1
TBC!
Vote like and komennya guys!