
Lima bulan berlalu semenjak hilangnya sang pemimpin Black Blood. Kynara kembali bisa hidup dengan baik, wanita itu begitu gigih ingin kembali pulih menjadi dirinya seperti sedia kala. Perlahan hati dan pikirannya mulai terbuka saat banyak ceramah-ceramah berfaedah dari ulama-ulama yang ia dengar. Wanita itu yakin, akan ada kebahagiaan setelah kesulitan. Allah tidak akan memberikan ujian di luar batas kemampuan hamba-Nya.
Sehari-hari Kynara hanya membantu ibu mertuanya. Banyak hal yang mereka lakukan bersama, seperti memasak, berkebun atau apapun yang penting bisa menghilangkan kepenatan Kynara. Dan bisa mengalihkan pikiran Kynara dari Arkian.
Seperti sekarang Kynara pun tengah menemani putri kecilnya yang kini telah lancar membaca dan menulis untuk tidur dalam dekapannya. Ketiadaan sang suami, membuat Kynara harus bisa menjadi ibu sekaligus ayah untuk Aileen.
***
"Lord, kita kehilangan jejaknya! Dia kabur!"
Arkian menggeram kesal karena lagi dan lagi wanita tua itu berhasil kabur. Setelah berhasil membuat Velix dipenjara dan memusnahkan Vero, Arkian memutuskan untuk menyembuhkan luka-lukanya terlebih dahulu. Pria itu tidak mau bertemu sang istri dalam kondisinya yang berantakan. Setengah dari wajahnya rusak, namun masih bisa diperbaiki. Akibat radiasi dari ledakan di mansion milik Vero, Arkian harus terkena imbasnya. Separuh kulit wajahnya rusak.
Melihat kondisinya yang begitu menjijikkan, membuat Arkian dengan terpaksa memutuskan untuk sementara tidak bertemu keluarganya. Sebenarnya begitu berat, ketika ia hanya bisa melihat istri tercintanya dari layar gawai. Ingin rasanya ia peluk dan kecup mesra wanita itu. Apalah daya, keadaan masih belum mendukung. Arkian berjanji ia akan segera menyelesaikan semua urusannya dan bergabung kembali bersama istrinya.
"Aku tidak bodoh! Cek GPS yang aku taruh di dalam sepatunya."
"Baik Lord!"
"Aku tidak mau tahu! Segera cari dan temukan. Kurung dia di bawah tanah!"
Arkian tinggal di sebuah mansion nya yang lain. Tepatnya tempat mengeksekusi para cacing-cacing nakal yang mencoba untuk mengusik ketenangan pemimpin Black Blood itu.
"Gina, bagaimana keadaan istriku?"
Ginal tercengang, setiap saat atasannya itu selalu menanyakan kondisi istrinya. Ginal benar-benar iba melihat betapa sulitnya perjuangan Arkian untuk membuat hidup istrinya menjadi lebih tenang. Bahkan pria itu rela berkorban nyawa untuk itu. Hampir saja Arkian menjadi santapan hiu-hiu lapar saat berada di selat Malaka untuk menggrebek penyelundupan yang dilakukan oleh Velix. Untung saja seorang angkatan laut menyelamatkan pria berperawakan jangkung itu.
"Nyonya sudah membaik, Tuan. Begitupun dengan Nyonya besar dan juga Nona muda."
"Apa putriku mencariku?"
"Heuh, Nona muda selalu bertanya kepada saya. Apakah Anda senang jika ia menjadi penurut pada ibunya?"
Deg.
__ADS_1
Putriku! Maafkan Daddy, Nak. Daddy harus melakukan ini demi kau dan Mommy!
"Jangan bersedih, Tuan. Anda melakukan ini untuk Nyonya muda dan Nona kecil. Anda pasti bisa!"
"Selamat siang, Tuan!"
Dokter Franco adalah dokter khusus yang beberapa bulan ini merawat Arkian. Dan doker lelaki itu juga menutup rapat semua kondisi Arkian dari publik. Ia yang membantu meracik salep khusus untuk luka yang ada di wajah Arkian. Dokter Franco begitu gembira ketika melihat hasil salep racikannya yang ternyata manjur. Lihatlah, pemulihan di wajah Arkian telah berlangsung. Wajah pria itu sudah sepenuhnya memutih seperti sedia kala. Hanya tinggal pemulihan luka di bagian dadanya yang tergores samurai.
"Siang dokter. Silahkan!"
"Tuan, lukanya sudah kering. Tolong minum obat yang saya berikan dengan teratur. Dan jangan lupa oleskan salep agar lukanya cepat mengering. Luka sabitan samurai ini terlihat cukup dalam. Tetapi sudah hampir mengering. Mungkin beberapa hari kedepan akan mengering. Dan kita tinggal melakukan pemulihan untuk bekas lukanya!"
"Hey kenapa kau ini banyak bicara? Sudah seperti perempuan saja."
Dokter Franco tahu, Arkian tidak akan merespon dengan baik. Betapa pedasnya mulut pria itu, sudah baik diperhatikan. Bukannya berterimakasih malah berkata demikian.
"Ck!"
Dokter Franco mendecak kesal seraya mengemas barang-barangnya kemudian segera melangkah untuk pergi sebelum darahnya naik lagi. Untung saja Arkian pasiennya, kalau bukan. Sudah ia bedah hidup-hidup orang yang berani mengatainya seperti perempuan. Jelas-jelas dirinya itu blasteran Russia. Yang tampannya tiada tara.
"Lord, kami telah berhasil menangkap wanita itu. Mau kita apakan dia?"
"Ikat saja di sel! Beri makan sekali sehari. Aku ingin dia bertemu istriku. Dan berlutut di hadapan istriku. Saat aku pulih nanti."
"Baik Lord!"
Bawahannya pun pergi dan membiarkan Arkian beristirahat. Pria itu terkadang tidak bisa mengendalikan hasratnya untuk tidak bertemu istrinya. Hingga ia pernah menelepon istrinya sekali dan untung tidak dijawab. Mungkin Kynara mengira hanya orang iseng, nomor yang digunakan oleh Arkian memang berbeda dari nomor biasanya.
"Istri cantikku! Ish, kenapa dia semakin seksi saat hamil? Aku jadi ingin menggigit pipinya. Kira-kira calon anakku laki-laki atau perempuan?"
Gumamnya sembari melihat foto istrinya yang ia ambil secara diam-diam. Ya walaupun itu jelek bagi Kynara, tetapi bagi Arkian itu adalah foto tercantik dari istrinya. Dengan muka bantal yang masih belum sikat gigi dan bahkan cuci muka.
Tok tok tok.
__ADS_1
"Masuk!" Arkian menjawab jengah.
"Tuan!"
Bukan siapa-siapa hanya Ginal yang bermaksud melihat kondisi Arkian saja.
"Gina! Kau tahu, apa persamaan dirimu dan benalu?"
Ginal mengernyit, kenapa ia harus disamakan dengan benalu? Apa tidak ada yang lebih berkelas dari benalu?
"Tidak Tuan!"
"Sama-sama pengganggu! Bisa tidak biarkan aku tenang. Apa wajahmu ini memang selalu menghantuiku?"
Dasar Tuan Laknat!
"Jangan mengumpatku bodoh! Sana keluar, Dasar benalu!"
Bruak!
Ginal keluar dengan membanting pintu. Niat baik ingin memastikan kondisi tuannya, malah dirinya dikatai benalu. Memangnya dirinya semengganggu itu? Kan hanya melihat bukan meminta Arkian untuk memijat tubuhnya atau memandikannya.
.
.
.
.
.
TBC!
__ADS_1
Vote like and komennya guys!
Lanjut nanti insyaallah. lope you guys! hehe