
"Mommyh, i wanna sing! Can I?"
Seorang gadis kecil berambut hitam sebahu berlari mendekati ibunya. Dan tersenyum cerah menampilkan deretan gigi putihnya. Sang ibu pun turut membalas dengan senyuman tipis. Ia mengangguk pertanda mengizinkan sang putri untuk bernyanyi.
"My healt is so full of longing. I wish to be closed of my beloved. I dleam to walk in the stlet of Madina. And to quench the trust of my spillt. By visiting you oh, Muhammad. Terimakasih."
Betapa Rindu hatiku, Ingin dekat dengan kekasihku. Datang ke kota Madinah, melepaskan dahaga jiwaku. Mengunjungi-Mu Ya Muhammad.
Prok prok prok.
Bukan hanya Kynara, Nyonya Ellena yang baru saja datang pun juga memberi tepukan tangan meriah untuk Aileen. Karena gadis kecil itu begitu lugas dalam berbahasa Inggris. Walaupun tidak ada yang mengajarkan, ia hanya belajar otodidak dari sebuah video vlog kesukaannya, yaitu si keriting. Juga ia sering berkomunikasi dengan sang ayah menggunakan bahasa Inggris.
"Siapa yang mengajarkan itu, Nak?"
Tanya Kynara, seraya menangkup wajah sempurna putrinya. Setelahnya dikecupnya pipi chubby milik gadis kecilnya itu. Begitupun Nyonya Ellena yang ikut memeluk cucu semata wayangnya itu dengan penuh cinta. Sekarang gadis itu telah mendapatkan cukup kasih sayang dari orang-orang terkasihnya.
"Hy Glandpa, Aileen disini."
Ucap Aileen dengan begitu semangat sembari melambai tengan. Tuan besar yang baru saja tiba dari dari kebun pun tersenyum bahagia. Ketika gadis kecil berlari ke arahnya dan memeluknya, ia mengangkat tinggi tubuh Aileen dan mengecupi wajah gadis kecil kesayangannya itu. Hingga Aileen tertawa karena kegelian.
"Geli Gllandpa. Hihihi!"
"Cucu cantik grandpa ini yah."
Sahut Tuan besar seraya menurunkan Aileen kembali dan menuntun gadis itu menuju ke sofa tempat istri dan menantunya duduk santai.
Mereka bertiga pun berbincang hangat ditemani oleh secangkir teh tawar hangat buatan menantunya. Karena Tuan besar tengah mengurangi konsumsi gula, jadi Kynara sengaja membuat teh tawa untuk ayah mertuanya. Sedangkan untuk Nyonya Ellena, ia membuat segelas jus jambu dan tidak lupa segelas susu vanilla untuk putri tercintanya.
"Kamu tidak membuat juga, Sayang?"
"Tidak Mah, Kynara lebih suka minum air putih dengan campuran lemon dan mentimun saja. Karena Kynara tidak terlalu suka air putih polos."
"Apakah itu untuk diet, Nak?"
"Tidak Mah, hanya saja agar air putihnya terasa lebih segar."
Sahutnya sembari menunjukkan satu botol penuh air putih dingin dengan irisan ketimun dan lemon di dalamnya. Nyonya Ellena menyerengit heran, hatinya tertarik untuk mencoba minuman yang baru saja ia kenali itu.
"Ini lebih persis seperti air infus."
"Kurang lebih seperti itu, Mah!"
"Boleh Mamah mencoba?"
"Tentu, Mah."
Kynara mengambil satu gelas lagi dan menuangkan air itu ke gelas untuk diberikan kepada ibu mertuanya. Ia sudah menganggap sepasang pria dan wanita paruh baya itu sebagai orang tuanya sendiri. Begitupun Kynara juga sangat berterimakasih kepada Arkian, karena telah memberi keluarga kecil yang hangat untuknya dan untuk putrinya. Walau ia harus belajar untuk menerima kembali mereka semua.
"Terimakasih Nak."
Nyonya Ellena meminum segelas minuman itu.
"Wah! Jujur Mamah pun tidak terlalu suka jika hanya air putih polos. Tetapi air ini rasanya berbeda, terasa lebih segar. Dan ada sedikit asam."
"Mamah mau? Biar Nara buatkan juga untuk Mamah dan Papah."
__ADS_1
"Tidak usah, Nak. Mamah tidak enak merepotkan Nara terus. Biar nanti Mamah buat sendiri."
"Jangan berlebihan Mah, ini sama sekali tidak merepotkan. Minuman ini bagus untuk menggantikan air putih. Bagus diminum di pagi hari setelah olahraga. Untuk menambah cairan."
"Angkat Tangan!"
Tiba-tiba saja ada segerombolan orang berseragam hitam dengan menggunakan topi dan masker masuk ke dalam mansion. Mereka semua mengacungkan senjata, sehingga tidak ada yang bisa berkutik.
"Astagfirullah!"
"Oh God!"
Semua penghuni mansion ketakutan, Nyonya Ellena segera memeluk cucu tercintanya. Sedangkan Kynara mengangkat kedua tangannya begitpun dengan Tuan Besar.
"Siapa kalian?"
"Anda tidak perlu tahu!"
"Cepat eksekusi!"
Ketua dari mereka yang berada di posisi paling depan, segera memerintahkan anggotanya untuk membekap setiap orang yang ada di ruang keluarga itu. Tuan besar, Nyonya Ellena, Kynara dan juga Aileen. Namun, herannya pelayan pun sudah tidak ada di sana. Entah kemana perginya para pelayan.
Setelah semua anggota keluarga pingsan, mereka membawa satu keluarga itu ke dalam mobil dan melajukan mobilnya.
***
"Selesai Tuan!"
"Bagus Gina! Sesuai rencana."
Ginal berdiri di sisi Arkian. Untuk melanjutkan rencana yang mereka buat, Ginal harus lebih waspada. Karena taruhannya bukan hanya nyawanya, namun juga nyawa Arkian ataupun Kynara dan Aileen.
"Jangan sampai berita ini bocor!"
"Tentu Tuan!"
Mereka kembali berkutat dengan pekerjaannya masing-masing. Arkian dan Ginal harus menyelesaikan pekerjaannya hari ini juga. Karena nanti malam mereka akan pergi ke suatu tempat.
***
"Apa-apaan ini? Lepaskan kami!"
Saat pengaruh bius itu telah hilang, semua anggota keluarga pun tersadar dan kini mereka tengaj ada di dalam sebuah pesawat tetapi dengan kondisi kaki dan tangan mereka diikat di kursi pesawat.
"Diam!"
Ujar salah seorang pengawal yang berjaga.
"Kau tahu, aku ini adalah ibu dari Arkiansa Wijaya! Akan ku adukan kau pada putraku!"
Teriak Nyonya Ellena, namun sayang pengawal itu sudah tidak menghiraukannya.
Cih! Tuan besar berdecih malas. Sandiwara yang bagus!
"Nara, kau sudah bangun Nak?"
__ADS_1
"Ehm... Kita dimana ini Mah? Putriku mana?"
"Tenanglah Nak, kita aman! Putrimu ada di sebelahmu!"
Nyonya Ellena sebisa mungkin tidak membuat Kynara menjadi panik. Tetapi tetap saja, ketika melihat tangan dan kakinya diikat Kynara tetap berubah panik.
"Kenapa kaki dan tangan kita diikat, Mah?"
"Tenanglah Nara!"
"Jangan banyak bicara!"
Salah seorang pengawal yang jenuh mendengar mereka semua terus berbicara pun akhirnya menodongkan sebuah pistol di dahi Aileen.
"Ah tidak! Jangan lukai putriku! Baiklah aku akan diam."
"Bagus!"
Kynara terus memanjatkan doa di hatinya agar ini bukanlah sebuah pertanda buruk. Dan ia yakin, suaminya pasti akan menyelamatkannya dari penjahat-penjahat itu.
"Mommyh! Hiks... Hiks..."
Perlahan, Aileen membuka matanya dan mulai menangis ketika tidak ada tangan lembut Daddy dan Mommyh nya yang mengelus punggungnya.
"Aileen, Nak!"
"Mommyh Hiks... Hiks..."
Dan gadis kecil bertambah menangis dikala melihat semua anggota keluarganya terikat di sebuah kursi.
"Aileen, jangan menangis, Mommyh disini. Anak cantik tidak boleh menangis!"
"Kenapa kita diikat Myh, hiks... ."
"Tenanglah Daddy akan datang, okey?"
"Ya Glandma, Glandpa."
"Tidurlah Nak, sebentar lagi Daddy datang!"
"Hey, lepaskan ikatanku! Aku mau kencing."
Seru Nyonya Ellena. Namun mereka hanya diam saja. Sepertinya ia ketahuan kalah sebenarnya ia berbohong. Pengawal sialan itu! Kejam sekali!
.
.
.
.
.
TBC!
__ADS_1
Vote like and komennya guys!