THE CEO'S GENIUS DAUGHTER

THE CEO'S GENIUS DAUGHTER
TCGD-43


__ADS_3

Pagi ini, jujur tubuh Kynara terasa remuk redam karena semalam suaminya itu begitu agresif. Ia beranjak dari ranjang dan masuk ke dalam kamar mandi. Mungkin dengan berendam air hangat, rasa ngilu di tubuhnya akan sedikit memudar. Lima belas menit berselang, Kynara keluar dengan bathrobe-nya, ia melihat Arkian tengah tersenyum ke arahnya. Pria itu masih berbaring di ranjang.


"Mas, ngapain senyum-senyum? Sudah mandi sana, nanti Nara siapin bajunya."


Ujar Kynara, seraya melangkah ke ruang ganti dan memakai gamis beserta hijabnya. Gamis kali ini adalah gamis berwarna navy dan dipadukan dengan hijab pasmina plisket berwarna putih salju.


"Cantik banget sih istriku!"


Arkian yang melihat istrinya keluar dari ruang ganti, sontak berdiri dan memeluk wanita berhijab itu. Entah kenapa ia sangat ingin bermanja, sisi garang seorang Arkian seakan hilang ditelan angin saat berada di dekat wanita berparas cantik dengan sisi lembut itu.


"Mas, kamu bau jigong loh, kamu kan belum sikat gigi. Sana mandi dulu."


"Apa sih, Sayang! Tadi kan pas sholat shubuh aku sudah sikat gigi sama cuci muka."


"Tapi kan belum mandi, Mas. Jangan mandi terlalu siang nanti kerjanya malah terlambat."


Kynara mengurai paksa pelukan sang suami. Ia menuntun pria itu masuk ke dalam kamar mandi, meskipun harus dengan sedikit tenaga. Tetapi tidak apa, asalkan suaminya mau mandi. Karena mandi di pagi hari sebelum bekerja itu untuk menerapkan kedisiplinan diri.


Akhirnya Arkian mandi, sedangkan Kynara menunggu sang suami selesai. Karena suaminya itu harus dibantu untuk memakai dasi, mengeringkan rambut dan juga menata rambut.


"Mas?"


"Iya Sayang, sebentar."


Sahut Arkian dari dalam kamar mandi. Setelah dua puluh menit baru pria itu keluar. Pria itu mengambil setelan jas yang telah disiapkan oleh istrinya, kemudian tanpa sungkan melepas handuk dan memakai baju di depan istrinya. Jelas Kynara melihat benda berbentuk seperti pisang yang menggelantung itu.


Namun Kynara hanya diam saja, terserah apapun yang ingin dilakukan suaminya. Asalkan Arkian bahagia.


***


"Selamat pagi, Mah Pah dan Aileen."


"Selamat pagi, Nara."


"Selamat pagi Mommyh, cepetan Myh Aileen sudah lapall!"


"Iya Nak."


"Aileen mau daging itu Myh!"


"Aku juga, Sayang."


Seperti biasa, Kynara harus melayani dua kesayangannya itu. Arkian dan Aileen memiliki selera yang sama dalam makanan, yaitu makanan yang berbau daging, terkhususnya daging yang dilumuri dengan lelehan keju.


"Tellimakasih, Mom!"


"Makasih Sayang!"


"Sama-sama, ayo Aileen pimpin doa, Nak."


"Allahuma balliklana fimallozaktana waqina adza bannall, aamiin."


Tuan besar dan Nyonya Ellena begitu bahagia memiliki cucu seperti Aileen. Selain cerdas, Aileen juga adalah anak yang istimewa. Bayangkan di usinya yang masih sangat muda, ia bisa meraih berbagai kesuksesan. Bahkan kini ia dinobatkan sebagai model cilik tercantik di seluruh dunia. Gadis kecil itu juga mendapat penghargaan untuk itu.


Jika dunia tahu, bahwa model cilik itu adalah putri dari pemilik WJY ENTERTAINMENT, maka dunia pasti akan geger. Karena sekarang Arkian masih belum mengumumkan pada jagad Maya mengenai istri dan putrinya. Ia hanya ingin melindungi kedua orang itu, karena jika musuh-musuhnya tahu, maka anak dan istrinya pasti akan ada dalam bahaya.

__ADS_1


Selepas sarapan, Arkian mengantar anaknya ke sekolah seperti biasa.


"Dadah Mommyh, Glandpa and Glandpa. I love you guys!"


"Dadah Sayang, we love you too."


"Assalamualaikum!"


"Waalaikumsalam!"


Aileen masuk ke dalam mobil, dan setelahnya mobil pun melaju.


Kynara masuk ke dalam begitupun dengan Tuan besar dan Nyonya Ellena. Kynara kembali ke kamarnya, karena ia melupakan handphone-nya.


Drttt drttt.


Benda pipih itu bergetar, dan tertera nama Alex di layar benda itu. Kynara hanya memencet tombol hijau, dan ia pun tersambung dengan Alex.


["Hallo Nara."]


"Hy Alex."


["Bisakah kita bertemu sekarang?"]


"Tapi aku belum meminta izin pada suamiku, Alex!"


["Sudahlah tidak perlu meminta izin, kan suami kamu juga kenal sama aku!"]


Kynara sedikit berpikir, wanita itu nampak bingung. Namun ia pikir tidak masalah, toh Alex hanya temannya dan mereka akan bertemu di tempat ramai bukan di tempat sepi yang hanya ada mereka berdua saja.


["Kita bertemu di cafe seperti biasa."]


Kynara segera bersiap diri. Ia membawa tas selempangnya dan mengembangkan sepatu flat. Wanita itu segera meminta izin kepada mamah mertuanya, bahwa ia ingin bertemu dengan temannya.


"Jalan Pak!"


Mobil yang ditumpangi Kynara melaju menuju cafe yang dituju. Hanya butuh lima belas menit perjalanan, mobil sudah sampai di depan cafe. Kynara turun dan menemui Alex yang memang sudah menunggu kehadirannya.


"Hy Alex."


"Ah Nara, duduklah."


Mereka berdua bercengkrama seperti biasa. Cukup lama mereka bercengkrama hingga akhirnya Kynara pamit untuk pulang karena dua jam lagi ia harus menjemput putrinya di sekolah.


"Maaf Nyonya, di jalan ini ada kecelakaan jadi kita harus menunggu."


Di tengah jalan, mobil terhenti karena macet. Di jalan itu ada kecelakaan dan terpaksa Kynara harus menunggu.


"Berapa lama ini akan selesai?"


"Mungkin sekitar dua jam ke depan, Nyonya."


"Putriku akan pulang dua jam lagi, bisakah kita lewat jalan pintas saja?"


Ia tidak masalah jika dirinya harus menunggu, tetapi Kynara takut putrinya akan menunggu dirinya di sekolah nanti. Jadi ia memutuskan untuk lewat jalan pintas saja.

__ADS_1


Mobil pun melaju, melewati jalan pintas, namun entah kenapa tidak ada kendaraan yang lewat di jalan itu sama sekali.


Ckittt!


Mobil terhenti mendadak, karena di depan mobil Kynara, ada sebuah mobil yang menghadang. Kynara heran, kenapa mobil itu tiba-tiba berhenti di tengah jalan.


"Keluar kalian!"


Seorang pria berseragam hitam beserta topeng keluar dari dalam mobil itu dan menggedor pintu mobil Kynara.


"Jangan keluar, Nyonya. Biar saya yang keluar!"


Sopir Kynara keluar, ia menghadapi orang-orang berseragam hitam itu. Namun, siapa sangka ternyata masih banyak lagi yang keluar dari mobil. Sopir itu hanya menghadapi sebagian saja, sedangkan sebagian lagi mendesak Kynara untuk segera keluar dari mobil.


"Keluar atau kami hancurkan kaca mobil ini!"


"Ya Allah apa ini?"


Mereka mengeluarkan pistol dari saku masing-masing. Dan menodong ke arah kaca mobil Kynara. Wanita itu pun semakin gemetar ketakutan. Akhirnya membuka pintu mobil, namun siapa sangka Kynara justru ditarik paksa.


"Lepaskan wanita itu!"


Suara bariton dari mobil yang baru saja berhenti. Arkian, pria itu datang untuk menyelamatkan istrinya.


"Tidak!"


Dor dor dor dor!


Semua tembakan peluru Arkian melayang tepat di kepala masing-masing orang yang telah menyentuh istrinya. Namun satu orang ternyata masih hidup, dan ia menembak balik Arkian.


Dor!


"Ash, sial!"


Peluru itu sedikit menggores lengannya, untung saja ia menghindar jika tidak peluru itu akan menancap tepat di jantungnya.


"Akh! Mas! Hiks... Hiks... "


"Masuk!"


Arkian benar-benar marah, pria itu melempar tubuh istrinya ke dalam mobil dan melajukan mobil dengan kecepatan penuh. Sungguh emosinya tengah berkobar sekarang ini, namun ia tidak bisa melampiaskan emosinya pada wanita itu. Atau ia mungkin akan menyakiti istrinya.


.


.


.


.


.


TBC!


YOK RAMAIKAN! JANGAN LUPA VOTE LIKE AND KOMENNYA YAH!💖 LOPE YOU GUYS!

__ADS_1


__ADS_2