
"Meeting selesai!"
Pria yang dikenal dengan julukan Lord Wolf itu segera beranjak dari duduknya dengan membelitkan tangannya di pinggang ramping sang istri. Seraya memberikan tontonan gratis untuk Alex dan juga sekertarisnya yang masih tetap berdiri menganga. Hati Alex sedikit terbakar, jujur saja pria itu terjebak cinta dengan Kynara.
Arkian dan Ginal tertawa menyeringai seakan tahu kalau kini ekspresi Alex tengah terbakar api cemburu.
"Mas, lepasin malu ih!"
Kynara yang sedari tadi di belit begitu ketat oleh sang suami pun merasa risih. Wanita itu sedikit tidak enak bermesraan di depan umum apalagi di depan karyawan dan staff kantor. Namun seketika Arkian tahu apa yang membuat istrinya risih. Pria itu menghentikan langkahnya, ia terdiam dan bersiap mengumumkan sesuatu.
"Alihkan mata kalian dari istriku! Atau besok kalian akan hidup terlantar! Jangan bocorkan rahasia apapun yang telah kalian dengar ke publik, atau kalian akan tahu akibatnya!"
Suara dingin nan bariton itu menggema di seluruh lorong perusahaan. Sungguh wibawa yang telah dibawa oleh Arkian berhasil membuat semua orang terbungkam.
Semua karyawan mengalihkan pandangan mereka dari Kynara dan segera saja tertunduk takut. Ginal tersenyum, ia puas bahkan sangat puas melihat semua orang menyegani tuannya.
Setelahnya, Arkian berjalan kembali dengan tetap membelit pinggang istrinya, sesampainya di ruangan CEO, mereka duduk masing-masing.
Drrtttt... Drtt...
Handphone di saku Arkian berdering, pria itu menjawab dan meminta Ginal untuk keluar sementara. Istrinya bilang ingin membenarkan hijabnya.
["Lord!"]
"Hmm?"
["Saya telah mencari tahu, ternyata dia ingin memberikan bukti itu kepada Nyonya Muda, dan berniat membuat hubungan Anda dan Nyonya Muda retak!"]
Arkian mengepalkan tangannya menahan amarah. Sial, ia berdecih pengecut memang selalu menggunakan rencana rendahan untuk menghancurkan dirinya.
"Biarkan saja semuanya terjadi, istriku tidak akan percaya semudah itu. Aku akan menjelaskan semuanya!"
["Baik Lord, kami akan menyelidiki apa yang telah diminta oleh Sekertaris Ginal!"]
"Hmmm!'
Tutt.
Sambungan terputus dan Arkian kembali memusatkan pandangannya ke arah wajah cantik nan anggun istrinya. Wanita itu terlihat tengah membenarkan untaian kain hijabnya yang sedikit berantakan karena tertiup angin. Entah mengapa, lekukan rahang wanita itu begitu menakjubkan membuat mata Arkian mengeluarkan aura positif ketika memandangi wajah itu.
"Mas, ada yang ketuk pintu."
"Masuk!"
"Tuan, ada seseorang yang ingin bertemu!"
Ginal masuk dengan seseorang di belakangnya, yang tidak lain dan tidak bukan adalah Alex dan sekertarisnya.
"Ada apa lagi?"
Arkian berkata seakan malas bertemu dengan orang itu lagi dan lagi. Apalagi melihat pria itu memandang ke wajah sang istri, membuat Arkian bertambah muak ingin meretakkan rahang pria itu.
__ADS_1
"Jangan memandang ke arah istriku!"
"Ah, maaf Tuan!"
"Saya kesini hanya untuk bertemu dengan Kynara--"
"Panggil dia dengan sebutan yang benar! Apa kau tidak punya sopan santun!"
"Maaf Tuan, saya hanya ingin bertemu dengan Nona Kynara."
Sial! Arogan sekali pria ini, kalau saja aku tidak terlibat, akh!
"Tidak!"
"Sayang, sudahlah kan hanya berbicara."
Mencium aroma keributan akan serra terjadi, akhirnya Kynara hanya bisa menegur suaminya. Tetapi wanita itu terlihat tidak begitu berani, hatinya sedikit ragu khawatir suaminya akan bertambah emosi.
"Keluarlah!"
Arkian menatap kosong, tatapan elang itu seakan tak pernah luntur dari image seorang Arkian. Walaupun sekosong apapun tatapannya, namun ketajamannya tak pernah berkurang sedikitpun. Ia melirik Ginal seraya memberi kode kepada sang tangan kanan.
"Keluarlah Tuan Alex! Tuan saya sudah memberikan Anda kesempatan, gunakan dengan baik!"
Kynara terpaksa keluar meski sedikit ada keraguan di hatinya karena melihat sang suami yang bahkan tidak menoleh kepadanya sama sekali sampai ia keluar dari ruangan.
"Tuan, apa Anda yakin?"
Ginal tertunduk, ia paham tuannya itu pasti sudah merencanakan segala sesuatunya dengan sangat rapih dan baik. Ginal tahu benar, Arkian tidak pernah ceroboh dan gegabah dalam melakukan sesuatu.
Di kantin, Kynara dan Alex duduk di sebuah bangku. Dimana kantin tengah dalam keadaan sepi karena memang bukan waktunya istirahat. Namun masih terlihat karyawan dan karyawati yang berlalu-lalang di depan kantin. Mereka tidak berani masuk, karena Arkian tidak mengizinkan siapapun menginjakkan kakinya ke kantin sebelum waktu istirahat.
"Nara!"
"Cepat katakan, Lex. Aku takut suamiku marah, kamu tahu sendiri kan dia itu gimana?"
"Sebenarnya aku membawa kamu kesini untuk memberitahu kamu sebuah rahasia besar."
Kynara mengernyit heran, rahasia besar apa? Jika memang rahasia besar, kenapa malah dibicarakan di tempat terbuka seperti ini? Pikirnya.
Tiba-tiba Alex mengeluarkan sebuah flashdisk dari dalam saku jasnya. Alex menggenggam tangan Kynara, seraya menyerahkan flashdisk itu.
"Apa ini?"
"Flashdisk itu berisi sebuah rahasia mengenai suamimu. Aku berharap kamu memikirkannya dengan baik setelah melihat flashdisk itu, aku tahu kamu pasti bisa."
Setelah itu Alex segera beranjak pergi meninggalkan Kynara yang termenung sendiri. Sembari menilik benda kecil berwarna putih yang tengah ia genggam.
***
"Mas!"
__ADS_1
"Apa Sayang?"
Alhamdulillah Ya Allah, dia tidak marah. Eh, tapi tumben, biasanya langsung marah engga jelas kalau aku ketemu sama Alex.
"Alex kasih ini sama aku, tapi aku engga tahu isinya apa. Boleh kan aku pinjam laptop kamu?"
"Boleh."
Kini keduanya ada di perjalanan pulang. Kynara bersandar di pundak suaminya yang membelai kepalanya lembut. Seperti biasa Ginal hanya akan menjadi nyamuk.
***
"Mommyh Daddyh, Aileen linduu!"
Baru saja menginjakkan kaki di dalam mansion, malaikat kecilnya sudah berlari masuk ke dalam rengkuhannya. Arkian dengan senang menggendong gadis kecil itu. Dan membelit mesra pinggang istrinya, sembari berjalan ke arah kamar.
"Girl, kamu ke kamar Grandma sama grandpa dulu yah."
"Okey, Dad!"
"Mana laptop kamu, Sayang!"
Kynara menancapkan flashdisk itu ke laptop dan melihat file apa yang ada di dalam flashdisk itu. Dan wanita itu menemukan sebuah file, ia mengklik dan melihat satu persatu foto. Di dalam file itu terdapat banyak foto, dan juga sebuah video.
"Foto suamiku? Memegang pistol? Video apa ini?"
Arkian tengah membersihkan dirinya di kamar mandi. Mumpung sang suami masih ada di dalam, akhirnya Kynara memberanikan diri memutar video itu.
Video berdurasi dua puluh detik yang memperlihatkan Arkian tengah menguliti seseorang yang digantung. Arkian terlihat begitu menikmati kegiatannya tanpa rasa jijik. Bahkan darah korbannya sudah berceceran. Melihat itu, Kynara sontak membulatkan matanya. Ia ternganga, air matanya tiba-tiba saja menetes tak terpendam. Apa benar itu suaminya? Apa benar itu orang yang ia cintai? Ia masih belum percaya semua ini.
"Hiks... Hiks... ."
"Ya Allah, Mas, apa lagi ini? Ya Allah, kenapa suamiku begini? Siapa sebenarnya suamiku? Apa aku harus menyelidiki semua ini?"
"Tidak perlu, karena aku akan menjelaskan langsung!"
Degg.
Pria yang berstatus sebagai tersangka itu keluar dari kamar mandi dan mendengar segela gumaman sang istri. Sepertinya perang akan segera dimulai.
.
.
.
.
.
TBC!
__ADS_1
Hehe, sorry guys baru up, Cyndi ada ujian Guyss! ? Maaf bangettt, lope you. I hope you enjoy guys.