THE CEO'S GENIUS DAUGHTER

THE CEO'S GENIUS DAUGHTER
TCGD-54


__ADS_3

"Assalamualaikum, Pah Mah!"


Seorang wanita berhijab masuk ke dalam sebuah ruangan, dimana hanya ada mamah dan papah mertuanya di dalam ruangan. Pertanyaan yang berdongkol di hatinya telah mendorong hasratnya untuk menemui sang mertua dan bertanya langsung. Ia ingin bertanya perihal sang suami yang sangat-sangat ingin ia ketahui. Dan Kynara yakin hanya Tuan besar lah yang bisa menjawab satu pertanyaan itu.


"Waalaikumsalam, Nara!"


Sahut Nyonya Ellena, seraya mempersilahkan Kynara untuk masuk. Sedangkan Tuan besar tetap pada mimik wajah datarnya dan hanya menjawab salam dari Kynara sekilas. Kemudian kembali diam, karena pria paruh baya itu sepertinya sudah tahu maksud dan tujuan menantunya menemui dirinya. Ia tersenyum kecil, kini ia yakin kalau Arkian telah mendapatkan pendamping yang tepat. Yang bukan hanya menginginkan harta putranya, melainkan juga mencintai putranya dengan tulus.


Kynara menempatkan dirinya tepat di sebelah mamah mertuanya. Dan papah mertuanya yang duduk di sofa seberangnya, menatap Kynara dengan aura intimidasi. Bukan maksud hati untuk menakuti wanita berparas cantik itu melainkan wajahnya yang memang seperti itu. Kecuali di hadapan Nyonya Ellena seorang wajah itu akan berubah menjadi penuh cinta.


"Anak-anak mana, Nara?"


Tanya Nyonya Ellena, Reyhan dan Aileen tengah bermain di ruang keluarga. Semenjak kedatangan cucu semata wayangnya, Tuan besar langsung meminta bawahannya untuk membelikan berbagai macam mainan khusus untuk anak kecil perempuan.


"Ah itu, anak-anak main di bawah, Mah. Nara, ke sini untuk bertanya sesuatu, apa boleh, Mah Pah?"


Ujarnya dengan begitu sopan dan santun. Serta tabiat yang begitu terjaga, suara yang tidak lebih tinggi dari nada suara orang tua dan juga duduk dengan kaki yang merapat sopan.


"Tidak usah sungkan, Nak! Papahmu itu memang seperti itu kalau menatap seseorang. Silahkan saja kalau mau bertanya."


Sahut Nyonya Ellena seraya merangkul bahu menantu perempuannya itu. Dan juga memelototi suami datarnya itu. Karena telah membuat Kynara menjadi tidak nyaman.


"Pah, sudahlah!"


Nyonya Ellena benar-benar sudah tidak bisa lagi menasehati suaminya itu. Entah kenapa setiap kali bertemu dengan manusia lain, tatapannya selalu saja seperti orang yang hendak menerkam orang lain.


Walau berapa ribu kali Nyonya Ellena berkata demikian, namun itu hanyalah angin lalu untuk Tuan besar. Karena pria paruh baya itu memang tidak pernah berubah sejak dulu. Ia tetap tidak ingin terlalu dekat dengan wanita lain kecuali istri tercintanya.


"Jadi gini Mah Pah, Nara mau nanya perihal Mas Kian."


"Arkian? Apa dia melukai kamu, Nak? Biar Mamah gaplok anak itu pakai sendal baru mamah ini!"


Baru sekecap Kynara berbicara, langsung saja disambet oleh ucapan mamahnya. Membuat hati Kynara semakin sungkan saja kalau begini. Wanita berhati baik itu tidak mau jika anak dan ibu bertengkar hanya karena dirinya. Tapi bagaimana caranya menjelaskan kepada mamah mertuanya itu yang selalu saja memotong ucapannya.

__ADS_1


"Bukan Mah, tapi... Apa Mamah dan Papah sudah tahu kalau Mas Kian itu... Ehmm!"


"Kian itu Nakal? Ya, dia itu memang bandel! Kamu jewer aja telinganya. Yang keras, biar kapok!"


Lagi dan lagi, Nyonya Ellena menyambit ucapan Kynara. Untung saja wanita itu penyabar, kalau tidak mungkin sudah dibentaknya wanita paruh baya itu karena selalu memotong pembicaraannya.


"Mah!"


Ultimatum pun keluar, sedari tadi Tuan besar ingin fokus dan ingin mendengar langsung pertanyaan itu keluar dari mulut menantunya. Tetapi istrinya itu selalu saja ceplas-ceplos duluan. Dan membuat Kynara harus kembali mengurungkan niatnya untuk berbicara.


"Apa Mamah dan Papah tahu, kalau Mas Kian itu adalah... Mafia!"


Degg.


Pertanyaan Kynara sukses membuat Nyonya Ellena terbengong. Namun tidak dengan Tuan besar yang memang sudah paham niat kedatangan Kynara ke kamarnya. Dari awal ia sudah menduga apa yang akan ditanyakan oleh menantunya itu dan dugaannya tidak pernah meleset.


"Ma... Mamah bisa jelasin, Nak! Okey?"


Wanita paruh baya itu tentu saja khawatir dan panik. Karena istri putranya telah mengetahui kedok asli putra semata wayangnya itu. Yang merupakan seorang mafia ditakuti. Nyonya Ellena khawatir, Kynara akan pergi meninggalkan Arkian atau mungkin lebih parahnya membawa cucu kesayangannya ikut serta.


"Diam Mah! Biar Papah jelaskan!"


Dua wanita itu terdiam membisu ketika nada dingin dan tatapan menajam itu telah nampak dari aura Tuan besar. Sekalipun Nyonya Ellena tidak berani untuk membantah, karena jika waktunya serius maka suaminya itu akan marah jika ada yang bercanda.


"Putraku adalah mafia! Karena aku yang memintanya, mau tidak mau, ingin tidak ingin. Arkian harus tetap meneruskan posisiku! Klan Black Blood membutuhkan pemimpin yang cerdas dan efektif serta memiliki jiwa disiplin yang kuat seperti Arkian.


Sedari kecil, akulah yang mendidiknya. Aku sengaja membentuk karakter putraku menjadi orang yang ambisius dan tempramen. Agar kelak ia bisa bermental baja dan tidak ada seorangpun yang berani melukai dirinya.


Namun, aku pun tidak lupa untuk membentuk jiwa kasih sayang untuk keluarga dalam diri putraku! Dan juga untuk selalu menjaga kehormatan seorang wanita!"


Mungkin itu adalah kalimat terpanjang yang pernah dikatakan oleh Tuan besar. Yang notabenenya dikenal dengan watak dingin dan tempramennya.


Kynara menyimak apa yang dikatakan oleh Tuan besar dengan begitu saksama. Kata perkata tertangka sempurna oleh stimulus otaknya.

__ADS_1


"Lantas kenapa Papah membiarkan Mas Kian tinggal sendirian di apartemen? Apa itu tidak berbahaya untuk putra Papah?"


"Kalau perihal itu, kau bisa tanyakan langsung pada Arkian. Dia yang tahu detailnya!"


"Sekarang, aku ingin bertanya padamu! Kau adalah wanita muslimah, dan aku paham pekerjaan Arkian pasti sangat bertentangan dengan ilmu agamamu! Jadi, sekarang tentukan keputusanmu, tetap bersama putraku? Atau pergi meninggalkannya?"


"Pah!"


Mendengar perkataan yang terlontar dari mulut suaminya, Nyonya Ellena tentu tidak tinggal diam. Karena Jika Kynara sampai memilih untuk meninggalkan putranya, ia sangat yakin seratus persen Arkian pasti akan gila. Nyonya Ellena melihat jelas dari tatapan mata Arkian yang sudah mengisyaratkan seberapa besar pria itu mencintai Kynara.


"Biarkan Kynara yang menentukan!"


Tuan besar semakin mendesak wanita itu. Ia yakin benar, Kynara akan mengeluarkan kata-kata yang bijak. Dari pertama kali mengenal Kynara, saat dulu Arkian mengencani Kynara. Tuan besar sudah perlahan paham, sosok seperti apa Kynara dan watak dari wanita berhijab itu.


Kynara tersenyum, ia tetap tidak menatap papah mertuanya. Melainkan menatap mamah mertuanya. Kini Kynara telah memantapkan pilihannya, jika memang papah mertuanya bertanya demikian.


"Bismillahirrahmanirrahim!"


Kynara mengucap basmalah, seraya meminta restu kepada sang pencipta agar pilihannya ini menjadi pilihan yang tepat.


.


.


.


.


.


TBC!


Vote like and komennya guys!

__ADS_1


__ADS_2