
Alex dan Kynara masih berbincang hangat dan bernostalgia masa SMP mereka. Dengan Aileen yang masih dipangkuan Alex, gadis itu terlihat menikmati segelas jus alpukat.
"Kamu tidak perlu menyesali ini, cukup ambil hikmahnya. Mulai sekarang, lebih berhati-hatilah walaupun niat kamu baik. Tetapi mereka belum tentu bisa mengerti kebaikan yang kamu lakukan." Setelah mendengar cerita Kynara, jujur saja Alex merasa marah. Ia tidak terima temannya dilecehkan oleh lelaki tak berhati itu. Terlihat dari tatapan geram Alex.
"Iya kamu benar, Lex!" Drama bawang akan segera dimulai. Akhirnya Alex mencari topik pembicaraan baru, agar terhindar dari drama bawang itu.
"By the way, Tanisa kemana? Kamu engga ajak?"
"Oh iya aku lupa bilang, Tanisa lagi ada kerjaan di luar kota." Kynara kembali menyeruput mie carbonara dan juga segelas jus jeruk pesanannya.
"Sibuk toh, oh ya maaf aku baru bisa hubungi kamu. Karena handphone aku yang lama rusak."
Mereka terus berbincang hangat, sembari sesekali tertawa. Dan dibumbui dengan celotehan gadis kecil itu yang menagih janji Alex untuk memberikan es krim.
***
"Arghhh... ." Arkian melempar handphone miliknya saat melihat foto-foto yang dikirimkan oleh bawahannya itu. Ia benar-benar geram dengan wanita itu.
"Cepat kirim lokasi kalian!"
["Kami berada di cafe xx di dekat kantor agensi, Tuan!"]
Tutt.
"Ginall!"
"Saya Tuan." Mendengar Arkian berteriak, hati Ginal sudah tidak gelisah. Bukan apa, perintah yang satu ini pasti akan menyiksa batin dan raganya. Ia sudah menduga hal itu.
"Siapkan mobil sekarang! Kita menuju ke cafe xx. CEPAT!" Jujur Arkian benar-benar geram sekarang. Raut wajah pria itu terlihat begitu menakutkan. Rahangnya mengeras, wajah dan matanya memerah. Giginya menggertak seakan ingin menelan laki-laki yang kini tengah bersama Kynara.
"Baik Tuan."
Setelah mobil siap, Ginal segera melajukan kereta besinya menuju cafe xx. Lihat saja ia pasti akan menghajar habis-habisan lelaki itu. Berani-beraninya Kynara berselingkuh dari dirinya. Api cemburu telah membutakan mata Arkian. Dan juga menghambat logikanya untuk berpikir jernih.
__ADS_1
Hanya lima menit berselang, mobil sudah sampai di parkiran cafe. Karena jarak yang tidak begitu jauh dan Ginal yang mengemudi secepat kilat. Karena tuannya itu yang selalu berteriak menggelegar. Dan berbagai ancaman terlontar dari mulut tuannya itu. Membuatnya tidak lagi takut akan malaikat maut.
Bruakkk.
Arkian membanting pintu mobil, Ginal bahkan sampai terkejut memegang dan mengelus dadanya.
Untung aku tidak punya riwayat penyakit jantung. Kalau tidak aku bisa--.
Belum sempat Ginal menyelesaikan kata-kata batinnya. Suara pukulan sudah terdengar dari dalam cafe. Bahkan para pengunjung langsung keluar, karena takut terkena imbas. Mereka tahu benar, CEO dari WJY.CORP. Arkiansa Wijaya, pria itulah yang kini tengah menghajar Alex habis-habisan.
Bugg. Bugg. Bugg.
Mereka saling membalas pukulan satu sama lain. Hingga Kynara yang melihat kejadian itu, hanya bisa berteriak meminta Alex dan Arkian untuk berhenti.
"BERHENTI!" Namun nihil, kedua pria itu masih saja bergelut sampai wajah mereka berdua sudah tak berbentuk lagi.
Ginal yang baru saja tiba, segera saja menghentikan tuannya. Namun, justru dirinya yang terpental jauh karena tepisan tangan kekar Arkian.
"Brengsekk!" Arkian terus menerus memberikan pukulan-pukulan telak pada wajah Alex, namun Alex juga tidak diam. Pria itu juga terus-menerus membalas pukulan Arkian. Karena Alex merasa dirinya tidak bersalah, namun kenapa dirinya tiba-tiba dipukul dan diserang mendadak, tentu ia tidak terima.
"Mommyh hiks... Hikss... Aileen tatutt, Myh!" Gadis kecil itu terlihat meringkuk dalam gendongan mommy nya. Ia menyembunyikan wajahnya dalam ceruk leher mommy nya.
"Kumohon berhenti." Kynara bingung hendak melakukan apa. Akhirnya datanglah dua satpam berbadan besar yang menghentikan keduanya.
"Kau! Kau ternyata tak lebih dari seorang pelacur! Lebih baik pelacur yang berpakaian tebuka, daripada wanita munafik seperti dirimu! Kau selingkuh dengan lelaki ini, sampai kau melahirkan anak harammu itu?" Arkian memaki Kynara semaunya. Ia tidak bisa lagi menahan uneg-uneg yang mendongkol di hatinya.
"Pelacur jangan sok suci!" Imbuhnya lagi.
Degg.
Kynara terluka, hatinya sakit. Namun ia tetap diam, ia tak membalas kata-kata menyakitkan itu. Sesakit apapun dirinya, ia tidak mau melontarkan kata-kata tidak bermoral itu.
"Ayo Sayang!" Alex beranjak, ia menggandeng tangan Kynara menjauh.
__ADS_1
Arkian semakin yakin, saat mendengar panggilan Alex itu Kynara. Bahwa wanita itu sudah selingkuh dari dirinya. Lihat saja, ia pasti akan membalas sakit hatinya ini.
"Sial kau Kynara! Aku pasti akan membalas semua ini." Hatinya sakit, ia sakit melihat buah cinta Kynara dan pria itu. Kenapa Kynara tega segali mengkhianati dirinya. Kurang apa Arkian? Pikirnya.
"Tuan!"
"Kita kembali, Ginal." Arkian keluar dari cafe itu dengan kondisi yang begitu berantakan. Wajah yang babak belur, jas yang ringsut sana-sini dan juga kondisi cafe yang sudah berantakan.
"Kau bayar semua kerugian ini!" Ia berbalik menoleh pada Ginal.
"Sudah Tuan."
Arkian kembali dari cafe dengan emosi yang masih membara di hatinya. Pikirannya kacau dan ingin sekali menghajar lelaki itu sampai puas. Tadi dirinya sampai tidak sadar, kalau kata-kata yang ia lontarkan kepada mantan kekasihnya itu benar-benar menyakitkan. Ia menjambak rambutnya dan menyandarkan dirinya di sandaran kursi mobil. Seraya melepaskan kegelisahan hatinya.
Bahkan napas Arkian masih terlihat tidak stabil. Dada lelaki itu kembang kepis seirama dengan gerakan hidungnya.
.
.
.
.
.
TBC!
YOK RAMAIKAN! VOTE LIKE AND KOMENNYA YAH! 💖
Oh ya, para readers tercinta, kalian dapet salam dari DEDEK @Aileen💖
__ADS_1