THE CEO'S GENIUS DAUGHTER

THE CEO'S GENIUS DAUGHTER
TCGD-72


__ADS_3

Selepas menemukan kunci yang ia cari, Arkian segera menerobos masuk ke ruangan itu. Namun sayangnya sang pujaan hati telah terlelap dalam mimpi indahnya. Akhirnya Arkian hanya bisa menghela nafas panjang dan ikut berbaring di samping istrinya. Memeluk sang istri dari belakang dan mengecup ceruk leher wanita cantiknya itu. Walau yang ia kecup hanya kain hijab.


"Hy boy! Mommyh udah tidur ya, Nak. Padahal Daddy kangen banget pengen mesra-mesraan."


Ujarnya santai seakan putranya benar-benar nyata. Ia mengelus lembut perut istrinya yang telah membuncit, Arkian tahu kalau calon bayinya adalah laki-laki. Apapun jenis kelaminnya, Arkian akan menerima asalkan istri dan anaknya sehat.


Kynara yang memang hanya berpura-pura tidur, merasa risih dikala suaminya masih saja menempel bahkan dengan sengaja menempelkan pusaka yang sudah menegang itu ke bagian belakangnya. Kynara hanya diam walau sebenarnya ia merasa geli, ingin sekali ia remas benda itu. Entah sejak kapan pikirannya menjadi bar-bar.


Dengan sengaja Kynara membalik badan dan menendang tubuh suaminya ke belakang hingga lelaki yang hampir saja terlelap itu kembali terbangun dan terhuyung dari ranjang.


Gubrak!


"Akh! Damn!"


Rasanya pinggangnya seperti berdenyut saat persendian di bagian pinggulnya menyentuh lantai dengan keras. Dan Kynara hanya bisa tersenyum puas di dalam selimut. Jujur ia ingin sekali melihat ekspresi wajah suaminya, tetapi ia harus menahan agar bisa suaminya itu mengira bahwa dirinya benar-benar tidur. Arkian berdiri dengan memegangi pinggangnya yang serasa ingin lepas saja.


"Aduh! Kalau saja kau bukan istriku! Sudah aku tendang kamu ke samudera Atlantik! Mana tenaganya kaya hulk, kamu itu lagi hamil Sayang, bukannya pendiem malah makin bar-bar."


Walaupun ia tidak jera masih saja memeluk istrinya, dengan mulut yang masih mengomel tidak jelas yang hanya dibalas kekehan oleh sang istri di dalam selimut.


Ini belum seberapa Mas!


Satu jam telah berlalu, Kynara mencoba membuka matanya dan mengintip suaminya yang berbalik membelakangi dirinya. Pria itu nampak sudah terlelap dan terdengar suara dengkuran halus dari mulutnya yang sedikit mengangah.


"Oh oh Suamiku Sayang! Enak aja kamu tidur disaat aku lagi engga bisa tidur."


Gumamnya menampilkan senyum miring. Ia perlahan beranjak menuju lemari pendingin untuk mengambil sesuatu. Sebilah pisau dan lemon sudah tersaji di atas nampan yang Kynara bawa.


"Mas! Bangun!"


Ia menepuk perlahan pantat suaminya, tetapi si kebo itu tetap saja mendengkur tanpa menghiraukan Kynara. Hingga membuat bumil itu kesal mendadak. Tetapi bukan Kynara namanya jika tidak memiliki banyak ide cemerlang.


"Bruak bruak! Kebakaran!!! Kebakaran!!!"


"Hah? Mana? Mana? Sayang apa kebakaran?"

__ADS_1


"Akhirnya kamu bangun juga!"


"Kamu apa-apaan sih, engga lucu tau! Ini sudah malam, kamu engga boleh tidur malam-malam kaya gini."


"Kamu kok malah ceramah sih Mas. Aku itu mau minta tolong sama kamu buat kupasin lemon ini!"


Ujarnya menyerahkan sebilah pisau dan lemon yang tadi ia bawa pada Arkian. Sedangkan pria itu hanya bisa menelan ludah melihat buah yang rasanya sangat asam di lidah itu.


"Engga! Makan asam di malam hari itu engga baik. Besok aja yah."


"Kamu apa sih! Aku maunya sekarang. Kamu mau anak kamu ileran?"


Apalah daya Arkian jika sang istri sudah mengancam dengan mengatasnamakan calon bayi mereka. Arkian hanya bisa pasrah duduk di sebelah Kynara seraya mengupas buah itu dengan wajah yang bergidik membayangkan betapa asamnya buah itu. Membayangkan saja lidahnya sudah bergetar. Perutnya seketika bergejolak ingin muntah.


"Ini Sayang!"


"Makan Mas, aku mau lihat kamu makan buah itu."


Pyar!


Pisau yang ia pegang langsung terjatuh mendengar permintaan sang istri. Ingin rasanya Arkian menenggelamkan dirinya saja daripada harus memakan buah mematikan itu.


"Iya iya!"


Dengan berat hati, Arkian perlahan menyuapkan sepotong buah berwarna kuning itu ke dalam mulutnya. Seketika wajahnya berubah pias saat keasaman buah itu sudah menyentuh lidahnya, matanya tertutup sebelah dengan lidah yang menjulur mendorong buah sialan itu agar keluar dari mulutnya.


"Hahaha...."


Istrinya justru tertawa bahagia, melihat itu Arkian pun pasrah. Asalkan istrinya bahagia apapun akan ia lakukan.


"Sudah kan?"


Kynara mengangguk dengan masih memegangi perutnya. Ia meminta suaminya untuk kembali menaruh nampan itu.


Arkian naik ke ranjang dan memeluk Kynara, seketika wanita itu memelotot.

__ADS_1


"Mas! Kamu bau! Sana ih, kamu engga gosok gigi yah. Mulut kamu bau comberan!"


Ya Tuhan! Apalagi ini?


"Aku barusan sikat gigi kok, Sayang."


Arkian mengecek bau mulutnya dan mulutnya berbau Mint seperti biasa. Karena memang dirinya telah menyikat gigi sebelum tidur tadi.


"Sana ah, tidur di sofa aja. Mulut kamu bau, bikin aku mual!"


"Ayolah Sayang, kita baru ketemu loh, aku pengen peluk kamu!"


"Ya ini gara-gara kamu! Kamu pikir lucu Mas, dengan berpura-pura mati dan menghilang? Kamu itu menyiksa aku Mas, kamu engga tahu yah gimana rasanya dibohongi? Sakit Mas! Hati aku sakit! Aku bukan Siti Khadijah yang memiliki kesabaran tanpa batas, aku hanya manusia biasa yang ingin meneladani beliau. Selama ini aku sudah berusaha sabar Mas, bukan berarti kamu bisa giniin aku, hiks. Bukan berarti kamu bisa perlakuin aku semena-mena! Seenak jidat kamu! Aku juga punya hati. Kenapa kamu tega, aku salah apa sama kamu, hiks...hikss..."


Kynara membelakangi Arkian, menarik selimut hingga menutupi wajahnya. Terlihat punggungnya masih bergetar, menandakan wanita itu masih menangis.


Arkian memaksa naik, memeluk sang istri ke dalam dadanya.


"Aku bilang sana! Aku engga suka dipeluk kamu. Kamu bau!"


Teriaknya, entah sejak kapan istrinya menjadi seperti ini Arkian juga tidak tahu. Pria itu menghela nafas berat dan turun dari ranjang membiarkan istrinya tidur. Sedangkan dirinya tidur di sofa dekat ranjang. Sudah untung istrinya tidak memintanya untuk keluar dari kamar.


Tetapi sepertinya ia tidak bisa tidur, ucapan istrinya tadi sungguh menampar hatinya. Jika bukan karena ingin membumi hanguskan kekuasaan Velix, ia tidak akan meninggalkan istrinya. Biarlah ia rela Kynara membenci dirinya asalkan ia masih berada di samping wanita itu. Toh ia melakukan semua ini juga karena istri dan putrinya.


Melihat istrinya telah terlelap, Arkian mencoba untuk kembali mendekati wanita itu. Dan ya, istrinya tidak lagi memberontak. Akhirnya ia bisa kembali merengkuh wanita itu dan memberi kecupan di pipi wanita itu. Istrinya justru semakin menyusupkan diri ke dalam rengkuhannya. Kynara tidak sadar kalau yang ia peluk ialah orang yang tadi ia usir.


.


.


.


.


.

__ADS_1


TBC!


Vote like and komennya guys! Oh ya yang mau gabung grup silahkan klik profil dan jangan lupa follow yah!


__ADS_2