THE CEO'S GENIUS DAUGHTER

THE CEO'S GENIUS DAUGHTER
TCGD-41


__ADS_3

"Mas!"


"Apa Sayang?"


"Kan tadi udah, sekarang jangan lagi yah. Nara masih harus bantuin Mamah, kasihan Mamah kalau masak-memasak sendirian."


Wanita itu menghiba, jujur saja bekas percintaan semalam masih terasa begitu ngilu. Badannya masih belum sepenuhnya sembuh, tetapi kini sepulang bekerja sang suami justru meminta haknya lagi. Kynara sebisa mungkin menolak dengan halus.


"Baiklah, bagaimana kalau nanti malam?"


"Kenapa Mas suka banget, sih!"


"Karena enak, Sayang. Kamu kok masih nanya sih!"


"Ya iyalah, kamu itu ada-ada aja deh. Ya sudah aku turun dulu, Sayang."


"What? Come back, Nara!"


"Apa lagi sih Mas! Kamu itu sudah kaya Aileen aja pakai bahasa Inggris, aku tuh orang Indonesia!"


Akhirnya terpaksa Kynara kembali lagi duduk ke tepi ranjang. Karena suaminya memberi isyarat dengan menepuk-nepuk tepi ranjang.


"Kamu panggil aku apa barusan?"


"Mas."


"Bukan yang itu, Sayang."


"Terus?"


"Yang sebelum itu!"


"Engga ada pengulangan kata, titik."


"Berani kamu yah!"


Arkian langsung saja mendorong tubuh istrinya, hingga wanita itu terlentang di ranjang dengan kaki yang menggantung. Kemudian Arkian mengungkung tubuh istrinya, Kynara pun hanya bisa diam sembari menatap netra tajam suaminya.


"Mas, aku sudah dipanggil Mamah. Lepas ih!"


"Engga!"


Dengan secepat kilat, Arkian menyambar dua benda kenyal yang tertutup kain hijab itu. Arkian hanya menarik hijab itu, dan lepas dalam sekali tarikan. Kemudian ia turunkan resleting gamis istrinya di bagian dada.


"Akh--"


"Mas, jangan buat di rahang lagi! Tadi kelihatan sama Mamah, Nara malu."


"Siap Bu Boss!"


Arkian pun kembali mendapatkan apa yang ia mau. Kenikmatan itu seakan membuatnya terlena akan indah dan nikmatnya tubuh sang istri. Mereka kembali menggaet kenikmatan untuk yang kedua kalinya. Namun kali ini, Arkian meminta Kynara yang memimpin jalannya pertempuran ranjang yang sengit itu.


Di dapur, Nyonya Ellena tengah memasak santai. Namun ia heran, biasanya menantunya itu akan turun untuk membantu dirinya. Tetapi ia sama sekali tidak melihat batang hidung wanita itu.


"Hey kau!"


"Saya Nyonya!"

__ADS_1


"Kau panggil Kynara."


"Baik Nyonya."


Pelayan itu menuju ke kamar Kynara dan Arkian. Namun sekilas ia mendengar seperti suara orang yang tengah meminta tolong. Suara itu berasal dari kamar Arkian.


"Gawat, kenapa Nyonya Kynara meminta tolong? Aku harus segera melaporkan ini pada Nyonya besar."


Pelayan wanita itu berlari berbalik arah kembali ke dapur. Ia takutnya terjadi kekerasan dalam rumah tangga di dalam kamar Arkian. Apalagi kalau sampai ia tidak melapor, Nyonya besar bisa marah bahkan memecatnya.


"Nyonya gawat! Huh huh huh."


"Gawat apa? Jelaskan baik-baik!"


"Anu Nyonya, tadi saya mendengar suara Nyonya Kynara meminta tolong."


"Dimana dia?"


"Di kamar Tuan Muda, Nyonya."


Sontak Nyonya Ellena langsung mengambil teflon yang baru saja hendak ia pakai untuk memasak pancake madu kesukaan Arkian.


Wanita paruh baya itu bahkan berjalan cepat menaiki tangga menuju kamar Arkian. Padahal di dalam kamar Arkian sudah kedap suara, mungkin putranya itu lupa tidak menyalakan alat itu. Hanya satu yang Nyonya Ellena takutkan, ia takut Arkian sampai melakukan hal yang tidak pantas kepada menantunya. Ia tidak mau putranya menjadi duda muda.


Bruakk!


Tanpa permisi Nyonya Ellena membuka pintu kamar Arkian yang ternyata tidak di kunci oleh sang pemilik ruangan. Dengan marah wanita paruh baya itu menghampiri Arkian yang terlihat tengah mengenakan selembar handuk untuk menutupi tubuh bagian bawahnya. Sepertinya pria itu baru saja selesai mandi, karena rambutnya masih terlihat basah dengan butir-butir air yang berjatuhan dari tubuh atletisnya.


Plak!


Pukulan pertama dari teflon yang dipegang oleh Nyonya Ellena telah mendarat tepat di bahu Arkian.


"Kamu apakan menantu mamah!"


"Apa sih, Mah! Datang-datang kok marah-marah engga jelas. Maksud Mamah apa?"


"Maksud Mamah apa? Kamu jangan pura-pura bodoh, kamu lakukan apa sama menantu mamah. Sampai dia teriak minta tolong?"


"Ada apa Mas, kok teriak-teriak?"


Wanita yang tengah menjadi topik pembicaraan itu keluar dari kamar mandi dengan mengenakan bathrobe-nya. Ia nampak tengah berjalan dari pintu kamar mandi, namun wanita itu terkejut kala melihat sang ibu mertua juga ada di sana. Ia merasa tidak enak hati karena tidak membantu mamah mertuanya memasak hari ini.


"Mah? Maaf ya, Nara engga sempat turun untuk bantuin Mamah masak."


"Kamu engga apa-apa kan, Nara? Kian engga apa-apain kamu kan? Kalau putra kurang ajar mamah itu sampai memukul kamu, biar mamah sendiri yang akan gaplok wajahnya pakai teflon baru mamah ini."


Nyonya Ellena melirik tajam ke arah sang putra. Bahkan Kynara dibuat ngeri, karena Nyonya Ellena mengacungkan teflon yang masih kinclong mengkilap itu ke arah Arkian. Kalau terkena benda itu, bisa-bisa mendadak jadi benjol.


"Soalnya tadi ada pelayan dengar kamu teriak minta tolong."


"Anu Mah, sebenarnya tadi itu Mas Kian ngelitikin Nara, jadi Nara minta tolong karena geli."


"Ya ampun, Nara. Mamah kira Kian nyakitin kamu."


Kalau begini Nyonya Ellena tidak tahu lagi harus ditaruh dimana mukanya. Sudah ngegas marah-marah bahkan sampai memukul Arkian, eh ternyata hanya salam paham. Urat malu wanita paruh baya itu sudah menegang.


"Kan apa Kian bilang! Mamah sih main hakim sendiri."

__ADS_1


"Udah mamah mau keluar dulu, cepetan turun makanan udah siap!"


"Iya Mah."


Setelah Nyonya Ellena keluar, mereka berdua bergantian masuk ke dalam ruang ganti. Kynara tetap hanya memakai gamisnya sedangkan Arkian, celana pendek yang dikolaborasikan dengan kaos oblong polos. Dan juga tidak lupa sandal dengan harga selangit.


"Mas, sandalnya jangan di basahin, nanti cepat rusak."


"Rusak yang tinggal beli lagi, Sayang."


"Emang itu berapa sih harganya?"


Wanita itu heran, seberapa mahal harga sandal milik suami sultannya itu. Yang jarang dijual di pasaran dan memiliki lapisan-lapisan tertentu seperti kerak bumi, canda kerak bumi.


"Engga mahal, cuma lima belas an aja."


"Lima belas ribu?"


Wanita itu kaget, ternyata harga sandal sultan lebih murah dari sandalnya. Mungkin suaminya tipe orang yang hemat, ia juga kurang tahu.


"Juta, Sayang!"


"What?"


"Mas, kamu boros ih!"


"Loh ini kan aku engga beli! Kan pabriknya punyaku, Sayang."


"What? Emang itu brand apa sih, Mas?"


"WJY!"


"What? Jadi brand 'WJY' itu punya kamu, Mas?"


Bayangkan saja, brand itu adalah brand yang begitu terkenal dan populer. Di kalangan bangsawan, brand itu menjual berbagai produk seperti pakaian dan juga sandal. Dan aksesoris yang berharga ratusan hingga miliaran rupiah.


"Kamu baru tahu, kalau kamu itu istri sultan? Kamu mau beli mall dan isinya juga engga apa-apa. Orang aku udah punya saham di mall besar di pusat kota."


Kynara ternganga, ia tidak bisa lagi membayangkan sebenarnya seberapa kaya suaminya itu.


"Engga usah kaget, Sayang. Emang kamu pikir uang bulanan mamah berapa?"


"Berapa Mas?"


"Lima miliar per bulan, beda dari Daddy."


"Udah Mas, aku bisa mendadak jantungan!


.


.


.


.


.

__ADS_1


TBC!


YOK RAMAIKAN! JANGAN LUPA VOTE LIKE AND KOMENNYA YAH! 💖 LOPE YOU GUYS!


__ADS_2