THE CEO'S GENIUS DAUGHTER

THE CEO'S GENIUS DAUGHTER
TCGD-45


__ADS_3

Seorang pria dengan wajah datar dan aura mematikan keluar dari sebuah ruangan. Dimana sang istri tengah menunggu dirinya di depan pintu sembari membawa senampan makanan lengkap dengan minumannya untuk sang suami.


Kynara berdiri dengan tegap, tersenyum manis menebar aura positif dari dalam senyum manis itu. Sedangkan pria yang baru saja keluar itu tetap menatap dirinya dengan tajam. Seakan hendak menelan bulat-bulat istrinya.


"Mas, jangan marah-marah terus nanti lekas tua. Ayo makan dulu, nanti badannya lemas kalau engga makan teratur."


Wanita itu berkata seraya menaruh nampan dan menuntun sang suaminya untuk di tepi ranjang. Pria itu seakan hanya pasrah atas apa yang dilakukan oleh istrinya.


"Ayo Sayang, aaaa... ."


"Engga usah, aku bisa sendiri."


Arkian mengambil alih piring berisi nasi dan lauk itu dari tangan istrinya. Ia terkesan sedikit merampas karena istrinya terlonjak. Arkian hanya masa bodo, pria itu terus memakan tanpa melihat perubahan ekspresi wajah istrinya.


Wanita yang awalnya bahagia ketika hendak menyuapi suaminya, berharap lelaki itu bisa memaafkan dirinya. Namun naas, bahkan sang suami sama sekali tidak melirik ke arahnya.


Setelah makan, Kynara menaruh kembali piring kotor dan kembali ke kamarnya. Karena ia harus memijat suaminya, pria itu tangah berbaring telentang di atas ranjang.


"Mas?"


"Sayang!"


Tidak ada sahutan, Kynara pun memanggil kembali suaminya yang terlihat fokus pada gadget yang ia pegang.

__ADS_1


"Hmm?"


"Mas masih marah?"


Kynara mendekat, wanita itu naik dan duduk tepat di sisi kepala Arkian. Ia mengangkat kepala Arkian dan menaruhnya di pangkuan pahanya. Kemudian Krynara memberikan pijatan-pijatan kecil di pelipis Arkian.


Saking nikmatnya pijatan sang istri, bahkan Arkian sampai tidak fokus pada pekerjaan yang tengah ia kerjakan di gadget-nya. Pria itu memejam mata menikmati lembutnya gerakan tangan istrinya. Ia seakan terbuai akan pijatan tangan wanita berhijab itu.


"Mas?"


"Hmmm?"


Arkian sebenarnya tidak tega mendiamkan wanita baik hati itu. Namun apalah daya, ia harus melakukan ini demi keselamatan istrinya. Wanita itu harus diberi pelajaran agar tidak keluar tanpa seizin suami. Karena perjuangan Arkian akan sia-sia apabila istrinya tidak mematuhi dirinya sebagai suami.


"Heuh!"


Arkian duduk, ia membenarkan posisinya dan menaruh gadget-nya. Ia tatap netra sang istri, wanita itu tidak menangis namun menunduk diam seakan merasa bersalah.


"Kamu tahu Nara, apa yang akan terjadi kalau aku engga datang untuk menolong kamu? Aku engga mau kehilangan kamu, Nara! Anak kita masih butuh kamu! Aku engga ngelarang kamu untuk keluar, sama sekali engga! Tetapi setidaknya kamu bisa izin dulu kan sama aku! Supaya nanti aku gampang untuk cari kalau terjadi sesuatu."


"Tolong ngertiin aku, aku engga mau istri dan keluargaku terluka!"


"Mas, maafin Nara!"

__ADS_1


Wanita itu berkaca-kaca, ia memeluk tubuh suaminya. Jujur ia merasa begitu bersalah, bukan hanya telah membahayakan dirinya tetapi Kynara juga mengecewakan suaminya.


"Aku maafin kamu, jangan diulangi lagi yah?"


"Iya Mas!"


Arkian balas memeluk istrinya, dalam hati ia merasa sangat senang bisa kembali akur dengan istrinya.


Kamu pikir aku senang diemin kamu? Engga Sayang! Justru aku lebih tersiksa dari kamu! Aku mohon jangan lagi pergi untuk kedua kalinya. Aku cinta kamu, Kynara Zulfah!


.


.


.


.


.


TBC!


VOTE LIKE AND KOMENNYA YAH!

__ADS_1


Maaf dikit, lagi males nih guys! Ayo dong semangatnya.


__ADS_2