
Arkian yang sudah mabuk berat, karena meminum beberapa botol wine koleksinya. Tubuh kekar nan perkasa itu seakan tidak terisi tenaga sama sekali. Limbung kesana-kemari, tanpa tujuan yang jelas. Pria itu terus berilustrasi tengah memeluk dan bersama dengan Kynara.
"Kynara, Sayang. Hahaha... Geli Sayang! Jangan lakukan itu lagi, aku mencintaimu, muah muah..." Pria itu terus saja meracau tidak jelas. Seakan Kynara kini tengah ada di sana bersama dirinya. Namun nyatanya, ia hanya seorang diri di dalam apartemen mewah itu.
"Nara! Arghhh!" Sesaat kemudian ia kembali berteriak marah. Ia melempar botol yang sudah tak berisi itu ke dinding.
Prang! Prang! Prang!
Ia lempar terus-menerus botol itu. Seraya melepaskan emosi yang bergejolak dalam hatinya. Dan rasa bersalah karena telah membentak Kynara tadi. Ia ambil pecahan beling yang tercecer di lantai kamarnya itu. Kemudian ia dekatkan pada urat nadinya.
Bruakkk!
Namun, tendangan keras menghantam tangannya. Hingga pecahan beling yang ia pungut tadi, terlempar begitu saja ke sembarang arah.
"Jangan gila, Tuan!" Ginal, pria itu datang kembali setelah memutuskan untuk tidak pulang. Karena ia sangat khawatir pada kondisi Arkian, bagaimana pun pria itu sudah berjasa dalam hidupnya. Tidak pernah ada dalam sejarah hidup pria itu, untuk mencoba bunuh diri. Baru kali ini, Ginal melihat dengan mata kepalanya sendiri, Arkian hendak menusuk nadinya dengan beling tajam itu.
"Diam! Pergi kau!" Suara Arkian menggema di seluruh ruangan. Suaranya tak kalah keras dari suara Ginal barusan. Aura menakutkan itu keluar dari dalam tatapan matanya. Seakan ingin mencekik leher orang yang telah mengganggu dirinya itu.
Arkian kembali melangkah, ia hendak mengambil pecahan beling itu lagi. Namun, dengan sekuat tenaga, Ginal mengunci kedua tangan Arkian ke belakang. Hingga pria itu memberontak ingin lepas. Walaupun Ginal tidak sekekar Arkian, namun dalam kondisi ini Arkian tentu lemah, karena dirinya sedang mabuk dan limbung.
Semakin Arkian memberontak, maka Ginal akan semakin mempererat kunciannya. Hingga rasanya tangan Arkian sudah hendak patah dibuatnya.
Namun tiba-tiba, pria itu melemah, ia menurut. Ia menangis menyedihkan, jatuh bersimpuh. Ginal dengan spontan melepaskan kunciannya, karena Arkian sudah tak mengamuk atau tak mencoba melukai dirinya lagi.
"Hiks... Hiks... Kynara, Sayang. Panggil Kynara-ku kemari, aku ingin Kynara-ku. Siapapun aku mohon, aku ingin Kynara-ku disini bersamaku. Kynara!! Arghh!!" Arkian mengacak rambutnya dengan kasar, ia berteriak-teriak memanggil nama Kynara dan Kynara. Bayangkan saja, ini sudah tengah malam, untung apartemen itu kedap suara, jika tidak mungkin Arkian sudah dikomplain penghuni lainnya.
"Saya akan bawa Nona Kynara. Asalkan Anda harus diam di ranjang."
Mendengar kalimat Ginal, seketika mata pria itu berbinar cerah. Seraya berdiri dan langsung berjalan limbung ke arah ranjang. Kemudian ia lempar tubuhnya di ranjang empuk itu, dengan posisi kaki yang masih menggantung di bawah ranjang.
"Jika Anda berubah posisi saat saya kembali, maka saya akan membawa Nona Kynara pergi jauh." Ginal mengancam, seakan tengah mengancam anak kecil penakut.
Pria itu mengangguk. Ia tetap menidurkan tubuhnya di ranjang itu, seperti kata Ginal, jika ia berubah posisi ia akan kehilangan Kynara-nya lagi.
__ADS_1
Kasihan Anda Tuan, karena obsesi ibu Anda sendiri yang membuat Anda menjadi seperti ini. Saya hanya berdoa untuk kebahagiaan Anda, Tuan.
Ginal segera saja beranjak keluar dari unit Apartemen Arkian. Ia mengendarai mobilnya ke rumah Kynara. Jangan tanya darimana pria itu bisa tahu, tentu saja dari para bawahannya. Yang ia minta untuk memata-matai Kynara.
Deru mesin mobil itu terus bersuara, memecah kesunyian malam. Tengah malam yang gelap gulita, hanya ada cahaya lampu jalan. Sudah jarang ada kendaraan lewat, mungkin hanya ada beberapa saja.
Tok tok tok.
Setelah sampai di pekarangan rumah Kynara, segera saja pria itu ketuk pintu rumah Kynara. Rumah sudah terlihat gelap dan sepi, mungkin Kynara sudah tidur. Pikirnya.
"Nona Kynara!"
Ceklek.
Pintu terbuka dari dalam, terlihat seorang wanita berhijab keluar. Dengan tasbih yang bergelantungan di tangannya.
"Iya, Anda siapa?" Siapa yang datang di tengah malam gulita, pikir Kynara.
"Mau apa kemari?" Seketika nada bicaranya sedikit mendesak. Ia takut Arkian berulah lagi dengan mengutus tangan kanannya.
"Tujuan saya kemari untuk meminta bantuan Anda, Nona."
"Saya akan membantu semampu saya, tetapi bantuan apa yang Anda perlukan?"
Sebenarnya Kynara ingin mempersilahkan pria itu untuk masuk, namun tidak sopan membawa masuk pria malam-malam. Apalagi dirinya hanya sendiri di rumah. Putri kecilnya sudah tidur sejak tadi. Jadilah, Kynara hanya mempersilahkan Ginal untuk duduk di kursi luar yang sudah disediakan.
"Saya benar-benar memohon untuk kali ini, Nona. Tuan sedang membutuhkan Anda, beliau benar-benar terpuruk, Nona. Bahkan beliau beberapa kali mencoba melakukan bunuh diri."
Deggg.
Kynara terlonjak, baru kali ini ia mendengar pria itu menyerah. Karena setahunya Arkian adalah pria ambisius dan tidak pernah menyerah. Tidak ada kata menyerah dalam kamus besar pria itu. Pikir Kynara.
"Ta.. tapi--"
__ADS_1
"Saya mohon, Nona. Untuk kali ini saja, apa Anda setega itu terhadap Tuan?"
Jika dibilang tega, sebenarnya wanita itu tidak tega. Namun rasa trauma enam tahun lalu itu membuat hati Kynara ragu untuk kembali menolong pria itu. Kejadian itu masih begitu membekas sempurna dalam hati dan ingatan wanita itu. Hingga ia pun ragu untuk kembali menolong pria itu.
"Saya tidak bisa, maafkan saya, Tuan."
"Saya mohon, Nona. Apa perlu saya berlutut?"
"Jangan berlutut, ba.. baiklah. Tetapi Anda harus menjamin keamanan putri saya dan juga saya. Bagaimana?"
"Tentu Nona, saya akan menempatkan beberapa pengawal disini untuk menjamin keamanan putri Anda. Jadi Anda tidak perlu khawatir, bisa kita berangkat sekarang?"
"Baiklah." Kynara menyempatkan untuk berganti pakaian terlebih dahulu. Dengan gamis simple dan hijab bergo maryam.
Sesuai perkataannya, Ginal meminta beberapa bawahannya untuk berjaga di sekeliling rumah Kynara.
***
.
.
.
.
.
TBC!
YOK RAMAIKAN! JANGAN LUPA VOTE LIKE AND KOMENNYA YAH!💖
sebenernya sih mau up dari tadi, tapi tadi lupa, hehe maap ya guys✌️🙈
__ADS_1