
"Gina, beritahu Daniel kalau nanti aku akan datang ke club Beauty Night. Sekalian aku ingin membicarakan sesuatu dengan Daniel."
"Baik Tuan, saya akan segera hubungi Tuan Daniel."
Arkian tetap berkutat dengan segudang pekerjaannya. Sebagai CEO WIJAYA ENTERTAINMENT dan Pemimpin Klan Black Blood tentu pria itu memiliki banyak rekan dan juga lawan. Tetapi Daniel adalah salah satu rekan baiknya, bahkan ia tidak sungkan untuk meminta bantuan dari Daniel. Karena pria itu sangat berbakat dalam dunia IT. Jadi tidak heran jika Daniel bisa meretas data seseorang dengan mudah.
Dan Arkian perlu bantuan Daniel untuk meretas data musuh-musuhnya. Terutama kali ini adalah Daddy Veronica, pria tua menyusahkan itu. Dari sekian banyak musuh yang ada, hanya pria tua itu yang datanya sangat sulit untuk diretas. Apalagi putra dari pria tua itu.
"Gina, kenapa data pria tua itu sangat susah untuk diretas. Apalagi putranya yang sialan itu! Dari sekian banyak musuh yang sudah aku taklukkan, hanya pria tua itu yang paling menyusahkan."
"Saya juga kurang tahu untuk itu, Tuan. Bahkan di setiap negara dia memiliki nama yang berbeda di ID Card-nya. Dia begitu licik, kita harus sedikit berusaha lebih keras untuk menumpas Klan Dragon Black ini."
Bayangkan saja, di setiap negara pria itu telah memiliki data diri yang berbeda-beda, hal itu membuat Arkian bingung, sebenarnya data yang mana yang merupakan data aslinya. Namun, Arkian adalah pria ambisius, ia tidak akan pernah menyerah sebelum apa yang ia inginkan terpenuhi. Pria itu bukan haus akan kekuasaan ataupun harta, namun hanya untuk mencegah terjadinya hal buruk pada keluarganya.
Jika soal harta dan kekuasaan, jangan ditanya. Arkian bahkan bisa membeli sebuah pulau dengan secuil hartanya. Apalagi seluruh hartanya, mungkin sudah bisa untuk membangun sebuah negara.
"Tuan, sekarang kita ada pertemuan dengan Tuan Alex. CEO dari perusahaan Iplad Technology."
"Baiklah, kita berangkat sekarang."
Keduanya pun segera berangkat menuju ke perusahaan Iplad Technology. Arkian terpaksa menerima pengajuan kerja sama dari perusahaan milik Alex karena ia harus mengawasi pria itu selalu. Untuk sesuatu kebutuhan.
Lima belas menit mengemudi, mobilpun berhenti di depan sebuah gedung pencakar langit. Dimana banyak orang terlihat berlalu-lalang di dalam gedung itu. Penjaga keamanan segera menggiring mobil Arkian.
Arkian masuk ke dalam gedung asing itu dengan tegap dan berwibawa. Bahkan semua karyawan dan staff pun menunduk, melihat siapa yang memasuki gedung. Mereka menunduk seraya mengucapkan selamat pagi yang hanya dianggap angin lalu oleh Arkian.
"Engga dapet atasannya engga apa-apa deh, asalkan sekertarisnya dapet."
"Sumpah mataku langsung sehat melihat pemandangan menyejukkan ini!"
Mereka menahan kekaguman mereka sendiri. Melihat dua pahatan indah yang terpampang nyata di depan mata. Berperawakan tinggi besar, kewibawaan serta ketegasan yang membuat pesona itu tidak bisa ditolak oleh siapapun kaum hawa.
"Selamat datang, Tuan Arkiansa Wijaya!"
"Hmm!"
Arkian hanya melewati saja sekertaris Alex yang menyapa dirinya dengan ramah. Pria itu segera masuk ke dalam ruangan Alex ditemani oleh Ginal yang setia berjalan di belakang sang Lord.
"Selamat datang Tuan Arkian, sebuah kehormatan bagi saya jika Anda bersedia datang ke kantor saya yang kecil ini."
Alex seraya berdiri dan membenarkan kancing jasnya, ia berkata dengan sinis kepada Arkian. Seakan melirik tajam ke arah sang lawan bicara. Arkian pun sama sekali tidak dibuat gentar, ia langsung duduk di sofa yang disediakan.
__ADS_1
Pembicaraan di antara keduanya tetap berjalan dengan lancar, walaupun dengan kata-kata sinis dan tatapan mematikan. Ginal yang tetap berdiri di sisi Arkian pun merasa begitu merinding.
Namun ditengah-tengah pembicaraan, Alex mendapatkan telepon entah dari siapa. Pria itu segera izin untuk mengangkat telepon terlebih dahulu.
"Halo!"
"Bisakah kau tidak mengganggu aku lagi? Aku sudah lelah melakukan semua kekejianmu itu!"
"Aku tahu, tetapi tidak semua kejahatan harus dibalas dengan kejahatan kan?"
"Heuh, baiklah! Berhenti mengganggu aku!"
Ketika telepon telah terputus, Alex kembali ke tempat duduknya dan membicarakan kerja samanya dengan Arkian seperti semula.
Selepas pertemuan dengan Alex, Arkian kembali ke kantornya. Melanjutkan pekerjaannya yang lain.
"Gina, tadi dia melakukan telepon bersama siapa?"
"Dilihat dari cara bicaranya, itu tidak mungkin rekan kerjanya atau temannya, Tuan."
"Aku pikir, itu dari saudara atau kerabat dekatnya. Cara bicaranya saja sangat kasar dan seperti terlihat akrab!"
"Benar sekali, Tuan."
***
Selepas bekerja, hari sudah malam. Arkian memutuskan untuk langsung menuju club Beauty Night, jika pulang pun waktunya mepet, pikirnya. Sedangkan Ginal hanya mengikuti saja apa yang Arkian perintahkan.
"Gina, kita langsung ke club Beauty Night!"
"Apa tidak sebaiknya pulang dulu, Tuan?"
"Tidak usah, waktunya mepet, Daniel pasti sudah menunggu."
Ginal segera saja melajukan mobil menuju ke club Beauty Night. Mobil terus melaju dengan lancar, membelah kepadatan jalan ibukota di malam hari. Dengan lampu-lampu yang bersinar warna-warni di tepi jalan. Jalanan terlihat tidak begitu padat, karena hari ini memang bukan akhir pekan.
Mobil berhenti di sebuah bangunan megah nan menyala. Berbagai lampu warna-warni ada di luar dan di dalam bangunan itu. Perempuan-perempuan berpakaian minim dengan tato-tato yang terlukis di tubuh seksi mereka. Arkian hanya melewati kerumunan itu menuju ruang VIP. Karena Daniel sudah menunggu dirinya di sana.
"Hy Bro!"
"Niel! Lama tak jumpa!"
__ADS_1
"Sialan omong kosong, kita baru berjumpa di event putra-putri kita di sekolah!"
"Oh aku lupa, kehadiranmu memang tidak terlalu penting jadi aku sering lupa. Ya kan Gina?"
"I... Iya Tuan!"
Aku lagi, aku lagi, jika aku menjawab tidak, Tuan Arkian yang akan marah. Tetapi jika aku menjawab iya, Tuan Daniel yang akan marah, tenggelamkan saja aku!
"Atasan dan bawahan sama-sama sialan!"
"Niel, aku membutuhkanmu! Untuk meretas data seseorang, musuh baruku yang mengincar keluargaku."
"Berani bertaruh berapa?"
"Apapun yang kau minta, asalkan kau berhasil mendapatkan datanya!"
"Tentu, kau kirimkan saja semua hasil penelusuranmu ke email-ku!"
"Gina akan mengirimkannya padamu."
Mereka pun membicarakan perihal bisnis seperti biasa. Bertemu di sebuah club, bukan berarti membuat mereka lupa akan tanggungjawab sebagai suami yang akan selalu setia hanya pada istri mereka.
"Baiklah, cukup sekian!"
"Hey, sekarang minum ini, aku akan segera melakukan apa yang kau minta!"
Tanpa berpikir panjang, Arkian meneguk habis minuman yang diberikan oleh Daniel. Entah karena haus, atau otaknya mulai tak berfungsi. Minuman itu terlihat seperti soda memang tidak ada yang mencurigakan.
.
.
.
.
.
TBC!
YOK RAMAIKANNN! JANGAN LUPA VOTE LIKE AND KOMENNYA YAH!💖
__ADS_1