
"Mommyhh... Daddyhh... Aileen kangen!"
Gadis kecil itu nampak begitu antusias melompat ke rengkuhan sang ayah. Sudah hampir tiga hari tak bertemu orang tuanya, rasa rindunya pun menggebu-gebu. Karena dia memang jarang ditinggal pergi lama terutama oleh Kynara.
"Sayang, Aileen jadi anak penurut kan?"
Ujar Kynara berjongkok menyamakan tingginya dengan Aileen. Arkian hanya diam setelah menurunkan putrinya, ia melihat interaksi antara istri dan putrinya.
"Iya dong!"
"Gadis cantik Mommyh memang pintar."
Sahut Kynara sembari mengusap perlahan pucuk kepala putrinya.
***
Malam harinya seusai makan malam, seperti biasa Kynara akan kembali ke kamarnya di lantai atas bersama suaminya. Sedangkan sang putri telah tertidur bersama dengan Nyonya Ellena dan Tuan besar.
Greb!
Saat dirinya tengah bersantai duduk di sofa setelah melaksanakan sholat isya, tiba-tiba saja Arkian tidur di pangkuannya. Wajahnya menengadah melihat wajah cantik istrinya yang tengah serius memegang gadget sembari mendengarkan sebuah ceramah islami.
Sontak Kynara menatap balik suaminya. Ia bertanya-tanya tak biasanya pria itu mau bermanja-manja seperti ini apalagi tanpa imbalan.
"Mau apa kamu?"
"Kamu apa sih, Sayang! Aku kan cuma mau tidur di pangkuan kamu."
"Eleh, kamu pikir aku engga tahu tabiat kamu?"
Arkian cengengesan, walau istrinya sudah tahu bahwa dirinya menginginkan sesuatu. Namun ia masih enggan mengatakan, pria itu justru mengusuk-ngusuk wajahnya di perut buncit istrinya dan merasakan tendangan kecil dari dalam sana. Yang membuat ia semakin semangat bermain dengan perut istrinya dan melupakan niat awalnya.
"Sayang, dia gerak! Ini Daddy, Nak. Nanti kalau kamu sudah lahir, Daddy akan berikan bonus untuk sepuluh ribu tujuh ratus karyawan di perusahaan. Dan juga anak-anak yang membutuhkan serta beberapa yayasan sosial dan panti asuhan juga."
"Beneran?"
Ujar Kynara tak percaya, kalau suaminya memiliki jumlah karyawan yang fantastis.
"Iya Sayang, maaf aku tidak memberitahukanmu sebelumnya. Sebenarnya, perusahaan telah mengalirkan dana perbulan untuk lima ratus yayasan dan juga panti asuhan. Dan setiap akhir tahun, akan diadakan syukuran tahunan dengan mengundang anak-anak yang yatim dan yang tidak mampu!"
"Alhamdulillah, aku bersyukur dan senang banget kalau kamu punya pemikiran seperti itu, Mas. Aku harap ini akan menjadi berkah dunia dan akhirat."
"Aamiin."
__ADS_1
"Aku boleh minta sesuatu engga, Mas?"
"Boleh, dengan satu syarat."
"Apa Mas?"
"Jali mau masuk kandang dulu, hehe."
"Dasar kamu! Ujung-ujungnya engga jauh dari jali kan?"
"Dia kan piaraanku yang paling spesial, Sayang!"
Akhirnya apa yang diinginkan oleh Arkian bisa dirinya dapatkan. Arkian tahu benar kalau istrinya tidak mungkin menolak ajakannya. Namun Arkian pun juga tahu kondisi dan tidak akan memaksa jika istrinya dalam keadaan lelah.
Satu jam!
Kegiatan ranjang berdecit itu masih berlangsung penuh kenikmatan. Peluh telah membasahi tubuh keduanya, dan bau badan mereka pun sudah tidak karuan antara parfum dan keringat. Pacuan jantung terus mengencang menandakan bahwa kegiatan yang tengah mereka lakukan memeras banyak tenaga.
Dua jam!
Sang istri mulai merengek karena punggung dan pinggulnya seakan sudah kebas. Namun suaminya masih saja belum puas dan belum sampai puncak. Sedangkan dirinya sudah keluar berkali-kali. Kynara akui suaminya memang perkasa jika urusan ranjang. Arkian tetap melakukan dalam irama yang pelan dan lembut, karena ia tak mau melukai calon buah hatinya. Walau rasanya ia sudah tidak tahan ingin menghentak cepat dan lebih cepat, namun ia tidak ingin egois.
"Makasih, Sayang!"
Arkian melabuhkan kecupan cinta di pelipis istrinya dan segera membersihkan diri. Ia pun tak luput untuk membantu sang istri, wanita itu sudah terlihat terlelap. Arkian sama sekali tidak merasa keberatan jika ia harus memandikan istrinya, toh ia sudah biasa.
Keesokan paginya, Arkian dan Kynara turun selepas membersihkan diri. Keduanya disambut oleh tiga anggota keluarga lainnya.
"Selamat pagi Mom, Dad!"
"Selamat pagi putri cantiknya Daddy."
"Selamat pagi, Sayang."
Saat Arkian dan Kynara duduk, Aileen justru menanyakan sesuatu yang membuat dirinya mati kutu dan malu setengah hidup.
"Myh, kok di rahang Mommyh ada merah-merah? Besar lagi."
Blush!
Mas Kiannn!
Sontak mendengar pertanyaan itu, seluruh keluarga menatap bagian rahang Kynara yang tidak tertutupi oleh hijab. Sialnya, kenapa dirinya tidak berkaca dulu sebelum turun tadi.
__ADS_1
"Ops!"
Nyonya Ellena sebisa mungkin menahan tawanya. Berbeda dengan tuan besar yang hanya diam.
"Itu Sayang, kemarin ada nyamuk ganas di kamar Mommyh!"
"Ah, ganas ya Myh? Biar nanti Aileen bawakan setrum untuk nyamuk yang ada di kamar Grandma!"
"Hahaha..."
Kali ini Nyonya Ellena tidak bisa lagi menahan gejolak dalam dirinya, ia pun tertawa terbahak-bahak dan mendapatkan reaksi keheranan dari gadis kecil itu.
"Grandma, Aileen boleh pinjam kan?"
"Boleh, huhh."
"Setrum aja Myh, biar kapok!"
"Iya Nara, setrum biar kapok!"
Dasar Mamah!
Arkian mengumpat dalam hati kenapa ibunya justru mendukung putrinya. Memangnya ia seganas itu sampai harus disetrum menggunakan setruman nyamuk. Kynara melirik dirinya dengan tajam dan mematikan, riwayatnya akan segera dipertaruhkan.
"Ayo makan!"
"Baik Grandpa!"
Selesai sudah drama pagi ini dan diakhiri dengan sarapan pagi bersama yang menjadi rutinitas keluarga Sultan itu.
.
.
.
.
.
TBC!
Vote like and komennya guys!
__ADS_1