
"Sayang, Nak! Mommyh ingetin sekali lagi. Kalau engga kenal, Aileen jangan mau diajak. Kalau Aileen diculik gimana? Bilang aja, Aileen mau pipis. Terus kabur ya, Sayang. Minta tolong sama orang-orang. Paham kan, Nak?"
Wanita berhijab itu tengah memberi wejangan pada sang putri. Kynara tidak mau kalau sampai putrinya diculik lagi.
Mereka berdua berbaring di ranjang. Seraya Kynara menepuk-nepuk pantat putrinya agar gadis kecil itu bisa tertidur. Kynara juga membacakan sholawat-sholawat nabi untuk Aileen. Ia ingin menanamkan kebiasaan yang baik untuk sang putri.
"Hmm!"
Aileen hanya merespon ucapan ibunya dengan deheman. Kedua matanya bahkan sudah hampir menutup rapat. Kynara beranjak untuk mematikan lampu ruangan dan menghidupkan lampu tidur. Aileen terbiasa tidur dengan ruangan yang hanya disinari oleh lampu tidur. Jadi gadis itu tidak akan bisa terlelap jika ruangannnya terang benderang.
Cklek!
Pintu ruangan terbuka, sang suami masuk dengan membawa segelas susu hangat di atas nampan. Entah untuk siapa susu itu, Kynara juga tidak tahu.
"Sayang, Aileen udah tidur?"
Ujar Arkian dengan suara yang ia buat sepelan mungkin. Agar tak mengusik tidur nyenyak putri kecilnya.
"Iya Mas, itu susu buat siapa?"
Kynara beranjak duduk. Ia mengambil alih susu yang dibawa oleh Arkian. Dan menilik, sepertinya itu untuk Aileen.
"Buat Aileen, Sayang. Berhubung anaknya udah tidur, ya sudah buat kamu aja."
Jawab Arkian yang masih tetap menilik pada wajah cantik sang putri. Tetapi Kynara sukses dibuat melongo, masa iya dirinya disuruh meminum susu untuk anak umur lima sampai dua belas tahun? Apa Arkian mengira kalau dirinya masih bocah?
"Mas, kamu apa-apaan sih? Kamu kira aku bocah, ini kan untuk anak seumuran Aileen. Aku itu udah kepala dua loh!"
Protesnya pada sang suami yang masih saja memeluk Aileen. Dan mengecupi wajah gadis kecil itu. Hingga si gadis merasa terganggu dalam tidurnya dan merengek. Jika sudah begini, akhirnya Kynara juga yang akan direpotkan.
"Myhh!! Hiks... Hiks... ."
"Mas, jangan diganggu terus anaknya!"
"Hehe, maaf Sayang. Habisnya gemes."
Kynara dan Arkian tidur di sisi kanan dan kiri Aileen. Mereka nampak seperti keluarga kecil yang bahagia. Arkian memeluk tubuh putri dan istrinya dengan posesif. Sedangkan Kynara menepuk perlahan pantat putrinya agar kembali tenang.
***
["Lord!"]
"Ada apa? Pagi buta kau menelponku! Jangan ganggu tidurku!"
["Baik Lord!"]
__ADS_1
Tuttt.
Arkian sungguh merasa kesal, baru saja dirinya tidur setelah sholat shubuh. Ginal justru mengganggu tidurnya, hampir saja dirinya terlelap. Handphone sialan itu!
"Daddyh, hiks... Hiks... ."
Tiba-tiba saja putrinya merengek, mungkin karena terganggu suara Arkian barusan. Akhirnya papa muda itu berusaha untuk kembali menenangkan putrinya.
Semenjak kejadian penculikan itu, Arkian tidak lagi membiarkan sang putri keluar rumah. Arkian akan menerapkan home schooling untuk putrinya, dimana nanti akan ada seorang guru khusus yang datang ke mansion. Dan untuk siapapun yang masuk ke dalam mansion akan dilakukan penyelidikan, karena tidak sembarang orang bisa masuk ke dalam mansion mewah milik Daddy-nya itu.
"Daddy."
"Yes Girl?"
"Hunglly!"
Gadis kecil itu menggeliat, merasa perutnya lapar dengan terpaksa ia pun membuka matanya. Dan kembali memeluk Daddy-nya yang hanya memakai celana pendek tanpa atasan. Gadis kecil itu tidur di atas dada bidang Daddy-nya. Ia merasa tempat itu adalah tempat ternyaman dan yang paling hangat.
"What do you want to eat, Girl? Anak Daddy mau makan apa, Hmm?"
Arkian mengelus lembut kepala sang putri. Sesekali papa muda itu mengecup sekilas pucuk kepala putrinya. Satu-satunya makhluk kecil yang paling ia sayangi dan sangat mirip dengannya. Mungkin hanya berbeda bentuk hidungnya saja. Hidung Aileen menurun dari Kynara yang juga memiliki hidung mancung tapi juga mungil.
"I wanna meat with cheese, Daddy!"
"Oh anak Daddy mau daging sama keju? Baiklah, tetapi syaratnya harus mandi dulu."
"Okey, mau mandi sama Daddy."
"Tumben manja, hmm? Biasanya putri Daddy ini mandi sendiri kok."
"Maunya sama Daddy."
"Baiklah, Girl! Let's go Shower!"
Aileen tetap berkoala pada sang Daddy. Bermanja bersama ayah memang adalah kesenangan tersendiri seorang putri. Apalagi jika ayahnya adalah sosok penyayang dan juga pengertian seperti Arkian. Ayah adalah pria pertama yang kita cintai. Pria yang selalu ada disaat kita susah atau senang. Pria yang sama sekali tidak menuntut balas walau untuk semua jasa yang telah ia berikan. Dan juga pria terbaik dalam sejarah hidup seorang putri.
"So sweet!"
Tanpa Arkian dan Aileen sadari, sedari tadi Kynara berdiri di ambang pintu mengamati interaksi kedua ayah dan anak itu. Dan ia begitu bersyukur, jika sang suami bisa membagi waktu untuk keluarga dan juga pekerjaan. Kynara pun paham seberapa sibuknya Arkian. Jadi ia tidak terlalu menuntut untuk dirinya, ia hanya ingin suaminya bisa membagi waktu untuk putrinya. Karena bagaimanapun gadis kecil itu membutuhkan perhatian dari kedua orangtuanya.
***
"Sayang, nanti akan ada guru khusus untuk Aileen. Aku berangkat yah!"
"Iya Mas, hati-hati di jalan."
__ADS_1
Kynara mencium telapak tangan Arkian kemudian pria itu pun melangkah menuju mobilnya dan sudah ada Ginal yang menunggu dirinya.
Brummm!
"Tuan!"
"Hmm?"
"Dia sudah ada di markas! Apa perlu kita ke markas sekarang?"
"Tentu! Aku ingin menghukum orang yang telah berani menyentuh putriku!"
"Bagaimana untuk pertemuan dengan Mr. Greal, Tuan?"
"Tunda saja sementara. Putriku lebih penting dari apapun!"
Apalah daya. Jika Arkian sudah menginginkan sesuatu, Ginal hanya bisa mengiyakan tanpa membantah apa-apa. Karena ia masih belum memiliki banyak nyali untuk sekedar membantah titah dari raja bisnis itu.
Seperti biasa, ada sebuah helicopter yang telah bersedia menjemput Arkian dan mengantarkan pria itu menuju markas. Sesampainya di markas, sudah ada beberapa bawahannya yang berdiri tegap dan membungkukkan badan menyambut kedatangan dari sang pemimpin.
"Selamat datang, Lord!"
Ujar pimpinan dari mereka.
"Hmm! Tunjukan padaku! Aku ingin dia berdiri di depanku!"
"Siap Lord!"
Ginal mengkode salah satu bawahannya untuk membawa orang yang telah berani menculik nona muda alias putri dari sang Lord. Sepertinya orang itu memang sudah bosan untuk hidup.
"Lepaskan aku, Brengsekk!"
Seorang wanita tengah meronta karena dirinya ditarik paksa oleh dua orang berbadan kekar dan berseragam hitam. Serta tertulis logo Black Blood di seragam itu. Yang menandakan mereka adalah anggota dari Black Blood dan akan tetap setia pada Klan Black Blood hingga titik darah penghabisan.
.
.
.
.
.
TBC!
__ADS_1
Vote like and komennya.