THE CEO'S GENIUS DAUGHTER

THE CEO'S GENIUS DAUGHTER
TCGD-37


__ADS_3

Hari ini adalah hari kedua Kynara berada di rumah sakit. Rencananya, jika hasil pemeriksaan hari ini sudah stabil maka ia diperbolehkan untuk pulang. Kynara tentu tidak bisa mengantarkan putrinya ke sekolah dalam kondisi seperti sekarang ini. Terpaksa ia harus meminta tolong kepada Nyonya Ellena, dan wanita paruh baya itu dengan senang hati akan mengantarkan cucunya ke sekolah.


"Mas, aku engga enak ngerepotin mamah."


"Ya udahlah, Sayang, toh mamah juga senang bisa dekat terus sama cucunya."


Sahut Arkian seraya mengusap lembut kepala istrinya yang terbalut oleh kain hijab. Arkian masih menyelidiki lebih dalam, apa rencana musuhnya untuk selanjutnya. Ia harus bisa memprediksi rencana atau pergerakan yang akan dilakukan oleh musuh, karena tadi ia sudah mendapat laporan dari bawahannya bahwa box itu telah sampai di tempat semestinya.


Drtt drttt.


"Sebentar yah, aku angkat telepon dulu."


Kynara hanya mengangguk, setelah itu Arkian keluar ruangan. Ternyata panggilan dari Ginal, pasti informasi penting.


["Hallo Tuan."]


"Hmm?"


["Kami telah mendapatkan informasi, ternyata putranya itu tinggal di kota ini!"]


"Baguslah, dengan begitu mempermudah kita untuk mengawasi pergerakannya!"


["Benar Tuan."]


"Hari ini aku tidak bekerja, aku ingin bersama istriku!"


["Baik Tuan."]


Arkian kembali masuk ke dalam ruangan istrinya. Ia menemani wanita itu dalam segala hal, dari pagi hingga pagi lagi. Namun tidak dengan mandi, karena Kynara meminta perawat wanita untuk membantunya mandi.


"Hy Nara!"


Seorang pria berperawakan tinggi besar dan kekar nampak masuk ke dalam ruangan Kynara. Arkian pun segera tersadar, ia menatap tidak suka pada pria itu. Namun berbeda dengan sang istri yang terlihat begitu antusias bertemu dengan teman karibnya itu, siapa lagi kalau bukan Alex.


"Alex Hy!"


"Kamu tahu dari mana kalau aku di sini?"


"Oh ya, Nara, aku bawain buah-buahan dan beberapa makanan juga buat kamu."


Seraya mengubah topik pembicaraan, Alex memberikan dua bingkisan untuk Kynara. Arkian yang melihat lelaki itu mendekati istrinya, sontak berdiri di sisi Kynara dengan tetap memegang tangan istrinya.


Setelah mengobrol ringan dengan Kynara, Alex memutuskan untuk segera pulang. Pria itu bilang masih ada urusan di kantor.


Selain Alex, juga ada beberapa teman Kynara yang datang menjenguk, entah itu membawa buah-buahan atau makanan lainnya.


"Sayang, jangan terlalu dekat dengannya!"


"Dia temenku, Mas!"

__ADS_1


"Tapi aku engga suka kamu deket sama dia."


"Kamu ini kenapa, kok tumben sensi banget."


"Pokonya kamu dengerin aku."


"Iya Mas!"


Arkian izin kepada istrinya, karena dirinya hendak keluar sebentar. Namun, saat melewati pintu ruangan Kynara, ia tak sengaja menemukan sebuah lipatan kertas.


"Lakukan tugasmu dengan baik?"


"Jadi kau telah menunjukkan wujudmu sekarang? Aku paham sekarang! Kita lihat siapa yang akan memenangkan permainan ini!"


Pria itu membaca lipatan kertas itu yang sepertinya tidak sengaja terjatuh dari saku celana seseorang. Arkian, si genius itu tentu langsung paham, ia sudah memiliki prediksi bahwa musuhnya kali ini menggunakan orang lain untuk menjebak dirinya. Musuhnya ternyata melakukan lempar batu sembunyi tangan.


"Cih! Pengecut!"


Arkian mendecih seraya melanjutkan perjalanan. Sekarang tujuannya adalah ke mansion ibunya, untuk melihat kondisi putrinya. Semenjak kecelakaan istrinya, kini Arkian telah menempatkan pengawal bayangan untuk menjaga sang putri. Bukan hanya putrinya, tetapi juga ibunya.


Arkian meminta Dendy untuk menemaninya ke mansion daddy-nya. Ia harus segera membicarakan hal ini bersama daddy-nya. Ia yakin pria paruh baya itu pasti sudah tahu perihal semua ini. Karena daddy-nya memiliki banyak mata-mata, walaupun ia hanya duduk seharian ia pasti sudah tahu apa saja yang terjadi hari ini. Dan perihal berita mengenai keluarganya yang tengah beredar di jagad maya.


Sesampainya di mansion, ternyata sang putri sudah tertidur. Ia sungguh bahagia melihat wajah polos nan cantik itu tertidur dengan damainya. Akan ia lakukan apapun demi menciptakan sebuah senyuman indah dari wajah cantik itu.


"Dad!"


Arkian dan Ginal seraya berjalan membututi Tuan besar.


"Daddy sudah tahu semuanya. Sekarang apa rencanamu, ingat Son! Kali ini musuhmu bukan orang sembarangan! Kamu telah membunuh putrinya, dia pasti tengah menyiapkan rencana yang matang untuk membalasmu!"


"Aku tahu Dad, tapi aku mendapat kabar bahwa dia memiliki putra. Dan putranya adalah teman dekat istriku!"


"Jauhkan istrimu dari orang itu, Son!"


"Tentu Dad."


"Tapi aku juga menemukan kertas ini, Dad!"


Arkian menunjukkan kertas yang ia temukan di pintu ruangan istrinya tadi kepada sang Daddy.


"Jadi dia lempar batu sembunyi tangan! Artinya teman istrimu bukanlah putranya, Son! Tetapi ada dalang lain dibalik teman istrimu!"


"Aku juga menduga hal itu, Dad."


***


"Kau tahu kan apa yang harus kau lakukan?"


"Tentu Tuan!"

__ADS_1


Tanpa diminta pun, Ginal sudah paham apa yang harus ia lakukan.


Pertama, ia harus mengamankan istri dan putrinya terlebih dahulu. Dengan memindahkan istrinya ke mansion mungkin akan lebih aman. Ginal telah menyuruh bawahannya untuk memindahkan semua barang-barang Nyonya muda mereka ke mansion Tuan besar.


"Kau bawa istriku pulang, dan berikan dokter terbaik agar istriku bisa dirawat di mansion."


"Baik Tuan!"


Beberapa bawahan Arkian telah menjalankan tugas yang diberikan oleh Ginal.


***


"Mas, aku sudah sembuh engga perlu dirawat lagi."


Kynara protes, karena dirinya sudah diperbolehkan pulang oleh dokter, kemarin. Itu artinya dia sudah sembuh dan tidak perlu perawatan lagi. Tetapi hari ini, seorang dokter wanita kembali datang ke mansion untuk memeriksa dirinya.


"Sayang, kamu nurut aja."


"Heuh, baiklah!"


Akhirnya dokter itu memeriksa Kynara. Dan Kynara hanya bisa pasrah, jika suaminya sudah bertitah ia tidak bisa membantah. Karena titah lelaki itu merupakan mutlak bagi siapapun.


"Tuan, semuanya sudah normal. Nyonya sudah baik-baik saja dan boleh melakukan aktivitas seperti semula. Hanya tingga pengeringan lukanya, bisa gunakan salep yang sudah diresepkan pihak rumah sakit. Mungkin dua hari lagi akan mengelupas dengan sendirinya."


"Baiklah!"


Dokter pun pamit untuk undur diri. Arkian pun izin kepada Kynara untuk berangkat bekerja. Karena sang putri telah diantar oleh sopir pribadi Tuan besar dan juga Nyonya Ellena.


"Tuan, Tuan Daniel beserta para rekan kerja Anda mengajak untuk bertemu di klub Beauty Night!"


"Baiklah jika aku sempat."


"Baik Tuan."


Mobil pun melaju menuju ke kantor pusat WIJAYA ENTERTAINMENT. Kantor besar yang bergerak di berbagai bidang itu, terutama agensi terbesar di negara ini. Gedung pencakar langit yang sudah lengkap dengan segala teknologi canggih di dalamnya. Bukan hanya teknologi yang canggih, tetapi manusia-manusia yang bernaung di gedung itu juga harus sama canggihnya dengan teknologi yang ada.


.


.


.


.


.


TBC!


YOK RAMAIKAN! JANGAN LUPA VOTE LIKE AND KOMENNYA YAH!💖

__ADS_1


__ADS_2