THE CEO'S GENIUS DAUGHTER

THE CEO'S GENIUS DAUGHTER
TCGD-53


__ADS_3

"Lepaskan aku, Brengsekk!!"


Seorang wanita muda terus meronta karena tubuhnya diseret paksa oleh dua orang berbadan kekar yang mengenakan seragam berlogo Black Blood. Teriakan wanita itu semakin membuat Arkian meradang. Sungguh Arkian sudah tidak sabar ingin memberi hiu-hiu peliharaannya makan lezat siang ini.


Mengganggu sang putri, itu sama saja juga mengusik Arkian. Maka jangan harap hidupmu akan tenang setelahnya. Karena sang pemimpin Klan Black Blood itu tidak akan membiarkan ada seorangpun yang hidup tenang di atas penderitaan putrinya.


"SERET!"


Teriak Arkian, nada yang keluar dari dalam pita suaranya seakan mengisyaratkan bawahannya untuk menyeret perempuan itu ke hadapannya sesegera mungkin. Tangan kekar itu sudah tidak sabar ingin mengoyak tubuh perempuan sialan itu.


"Baik Lord!"


Mereka terus menyeret dan menyeret. Hingga berdirilah perempuan itu tepat di hadapan Arkian. Perempuan itu berdiri dengan ketakutan, sangat terlihat jika dia bukanlah penjahat yang sebenarnya. Pasti ada yang mengkambinghitamkan dirinya.


"Lepaskan saya, Lord! Saya tidak bersalah! Saya hanya disuruh!"


Ketika bawahan Arkian melepaskannya, perempuan itu seketika berlutut. Ia mengatupkan kedua tangannya di depan dada seraya meminta pengampunan dari pemilik WJY ENTERTAINMENT itu. Jika tahu ia akan berhadapan dengan raja bisnis itu, dirinya tidak akan mau disuruh untuk menculik putri dari Arkian.


"Ambil samuraiku!"


Titah Arkian dan salah seorang bawahan maju membawa sebuah samurai panjang yang begitu tajam. Bahkan kilatan ketajaman dari samurai itu begitu terpancar. Seakan siapapun yang terkena goresannya akan langsung terkoyak.


Arkian tetap tidak beranjak dari duduknya. Ia memegang dan mempermainkan sisi tajam samurai kesayangannya. Samurai yang sudah di asah setiap hari itu tidak akan pernah luput dalam mengoyak daging korbannya. Arkian adalah pemain samurai handal selain pistol. Menjadi ketua Klan gelap, dirinya dituntut untuk menguasai segala macam ilmu persenjataan. Mau tidak mau dan ingin tidak ingin, ia harus tetap bisa mengoperasikan segala jenis senjata tajam.


"Katakan!"


Sergah sang pemimpin. Tetapi semilir angin yang menghantam keras sepertinya masih belum menyadarkan wanita itu dari lamunannya.


"KATAKAN BODOH!"


Benar saja, teriakan itu seketika memenuhi area markas. Begitu mendengar nada bentakan keluar dari mulut Arkian, seketika wanita itu gemetar takut. Seraya tidak memahami apa yang diinginkan oleh Arkian. Karena Arkian hanya mengatakan satu kata yang singkat, padat dan jelas. Siapa yang akan mengerti selain Ginal? Oh tentu tidak ada.


"Katakan, siapa yang menyuruhmu dan apa alasanmu melakukan ini semua!"


Ginal yang geram karena kebodohan wanita itu, akhirnya angkat bicara. Dan wanita itu terlihat mengangguk paham.

__ADS_1


"Seorang wanita dan dia meminta saya untuk menculik Model cilik ternama di ibukota. Jika tidak dia akan membunuh saya, Tuan. Saya terpaksa melakukan ini, jika sebelumnya saya tahu kalau Nona itu adalah putri Anda. Saya bersumpah, lebih baik saya mati daripada harus berurusan dengan Anda."


Ucap wanita itu dengan ekspresi yang sudah menghiba meminta untuk dilepaskan. Gelombang air laut tengah naik, pasti banyak hiu-hiu lapar di dalam air itu.


"Cih, jangan berdusta! Kau pikir aku bodoh? Putar!"


Jawab Arkian, ia telah didustai oleh wanita sialan itu.


Salah seorang bawahan memutar sebuah rekaman suara dimana wanita itu telah berjanji untuk menculik Aileen. Hanya karena uang, wanita itu bersedia. Walaupun si dalang yang sebenarnya sama sekali tidak mengancam untuk membunuhnya. Justru wanita itulah yang menawarkan diri karena tergiur akan uang yang banyak.


"Bagaimana? Kau dengar kan?"


"A... Ampun, Tu... Tuan!"


Kejahatannya telah terbongkar, wanita itu semakin menjadi menangis. Dia berpikir Arkian sebodoh yang ia kira. Namun dugaannya salah, karena ketajaman Arkian tidak bisa diragukan lagi. Pria itu memiliki insting yang kuat untuk segala sesuatu. Apalagi sesuatu yang membahayakannya dan juga keluarganya.


Srak!


Satu terjangan dari samurai panjang yanb dipegang oleh Arkian. Dan kepala wanita itu terlepas dari tubuhnya yang sudah terkulai lemah di atas lantai. Kepalanya mendarat tepat ke laut dan tenggelam karena diserbu oleh para ikan-ikan predator.


"Potong-potong bagian tubuhnya dan berikan pada hiu-hiu peliharaanku!"


Beberapa bawahannya sudah bersiap sedia untuk menjalankan perintah Arkian. Tubuh wanita yang sudah berlumuran darah dengan kepala yang telah buntung itu akhirnya dibawa ke sebuah ruangan dan dieksekusi oleh beberapa orang.


"Tidak ada kata maaf untuk pecundang!"


"Benar, Lord!".


Ginal dengan santainya membawa sebuah lap untuk membersikan tangan sang Lord yang sudah dipenuhi darah. Dan juga samurai Arkian yang sudah basah akan kekentalan darah wanita pecundang itu. Yang bukannya memohon ampun dan berkata jujur atas segala kesalahannya. Wanita itu justru semakin menyerahkan nyawanya dengan berkata dusta.


Tidak semudah itu untuk mengelabuhi Arkian. Ginal paham benar, bagaimana susahnya Arkian untuk percaya pada perkataan orang lain. Di setiap peristiwa yang melibatkan kejujuran, Arkian sama sekali tidak mempercayai itu sebelum dirinya mencari tahu sendiri dan melihat buktinya.


"Kerja bagus hari ini, Ginal! Bonus tambahan menantimu di akhir bulan!"


"Terimakasih, Lord! Saya akan selalu siap untuk perintah selanjutnya!"

__ADS_1


"Bukankah kau sudah tahu apa yang aku inginkan?"


"Mencari titik lemah dari musuh baru kita! Tentu Lord, saya akan temukan semua itu."


"Anda telah ditunggu oleh Mr. Greal di perusahaan, Tuan!"


"Baiklah, kita ke sana sekarang!"


Helicopter pun membawa Arkian menuju perusahaan. Dan akan turun tepat di atap gedung. Hanya butuh waktu beberapa menit saja.


"Selamat datang, Tuan Arkian!"


Ucap Mr. Greal yang langsung saja berdiri ketika melihat sang pemimpin telah tiba. Dan di sana juga ada Daniel yang memang sengaja dipanggil oleh Arkian. Rasanya Daniel ingin mengumpat di depan wajah Arkian, karena telah mengganggu meetingnya. Bukan meeting bersama klien melainkan meeting bersama istri tercintanya.


"Apa Anda tidak mengucapkan selamat datang untuk saya, Mr. Daniel?"


"Sialan! Jangan sok basa-basi!"


Arkian tertawa sarkas, ia tahu Daniel tengah berada di mansion nya bersama istrinya ketika Arkian menelepon. Sepertinya Arkian sengaja mengganggu waktu berdua Daniel dan juga istrinya.


Bagaimana Arkian bisa tahu? Tentu saja, karena barusan istrinya menelepon kalau Reyhan ada di mansion daddy-nya bersama dengan Aileen. Dan seketika stimulus otak Arkian menangkap sesuatu aneh. Jika Reyhan berada di mansion bersama Aileen, itu artinya Daniel hanya berduaan bersama istrinya di mansion Daniel. Dan itu adalah kesempatan bagus untuk mengganggu sahabat karibnya itu.


Selain Arkian, Tuan besar juga sudah menganggap Daniel seperti putranya sendiri. Karena Daniel memang kerap kali menginap di mansion Tuan besar sebelum dirinya menikah dan memiliki Reyhan.


.


.


.


.


.


TBC!

__ADS_1


Vote like and komennya guys!


__ADS_2