
Arkian baru saja pulang bekerja. Hari sudah malam, putrinya sudah tidur, hanya ada sang istri yang tengah menemani dirinya makan malam. Sungguh bahagia memiliki istri seperti Kynara. Walaupun wanita itu masih belum siap untuk melayani kebutuhan batinnya.
Setelah selesai makan, Kynara membereskan semua alat-alat bekas makan sang suami. Setelah itu ia duduk di sofa dekat suaminya. Ia ingin bertanya kepada pria itu perihal berita yang tengah beredar.
"Mas, boleh aku bertanya?"
"Tentu, Sayang."
"Soal berita yang tengah beredar, mengenai video itu."
Arkian sudah tahu, kalau sang istri telah mendengar berita itu dari sahabatnya. Tadi ia mendapat laporan dari bawahannya. Ia benar-benar merutuki Ginal, yang tidak bisa menjalankan perintahnya dengan baik. Bagaimana bisa istrinya sampai mendengar berita itu.
"Sayang, dengerin aku. Demi Allah, aku tidak pernah melakukan hal sehina itu, walaupun aku bukan orang yang baik. Tetapi aku masih bisa menjaga kehormatanku sebagai seorang pria."
Arkian menatap dalam netra istrinya seraya menunjukkan kejelasan pada sang istri, bahwa berita itu hanya hoax. Kynara menatap dalam netra sang suami, namun nihil ia tak menemukan jejak kebohongan di netra tajam itu.
"Aku percaya sama, Mas. Aku harap kamu bisa menjaga kepercayaan ini."
"Sayang, aku minta maaf kalau aku pernah nyakitin hati kamu. Aku tahu aku sudah jahat sama kamu, perbuatanku engga pantas dimaafkan. Tapi kamu harus tahu, kalau cuma kamu yang aku cinta, aku cuma berhasrat sama kamu, Sayang."
"Aku percaya sama, Mas. Tapi maaf, aku masih belum siap, Mas. Kejadian itu masih terngiang-ngiang di ingatan aku."
Wanita berhijab itu tertunduk malu, ia tidak bisa memberikan kepuasan pada suaminya sendiri. Namun dari ucapan sang suami ia tahu, bahwa Veronica adalah pembohong. Jadi kejadian saat Veronica memamerkan jejak percintaannya dengan Arkian tempo hari, itu hanya bualan wanita itu saja. Kynara yakin, suaminya tidak serendah itu.
"Aku paham, dan aku ngerti kok. Aku bakalan tunggu sampai kamu siap."
Kurang apalagi pria itu, bahkan rela menahan gejolak hasrat dalam tubuhnya hanya demi Kynara. Menunggu istrinya sampai siap untuk kembali melayani dirinya. Arkian tahu, tidak mudah untuk sang istri melupakan kejadian naas enam tahun lalu. Karena istrinya merupakan korban pemerkosaan, jadi wajar jika wanita itu masih trauma.
Kynara pun beranjak, ia masuk ke dalam kamar untuk segera tidur. Menemani sang putri yang terlihat sudah terlelap.
"Sayang, kalau kamu yang di tengah gimana?"
"Kasihan Aileen, nanti dia jatuh, Mas."
Arkian tiba-tiba mengambil sebuah penghadang, ia menempelkan di tepi ranjang agar sang putri tidak jatuh saat bergerak ke tepi. Kini, tidak ada lagi alasan untuk Kynara menolak permintaan Arkian. Akhirnya wanita itu hanya pasrah saja, dirinya didekap erat dari belakang oleh Arkian.
__ADS_1
"Mas, jangan erat-erat aku engga bisa nafas."
"Hehe, maaf Sayang."
Bukan hanya tidak bisa bernafas dengan baik, tetapi detak jantungnya juga tidak bisa berdetak normal. Sedangkan Arkian, mendengar istrinya komplain ia segera mengendurkan dekapannya. Tetapi ia tetap menyelipkan kepalanya di ceruk leher istrinya sertas mencium leher yang berbalut kain hijab itu.
***
Pagi hari yang indah telah tiba, kini saat Kynara dan Arkian untuk mengantar putri semata wayangnya itu ke sekolah. Sebenarnya Arkian bisa saja menyuruh sopir pribadinya, namun pria itu bilang bahwa dirinya ingin membahagiakan putrinya. Karena Aileen akan lebih bahagia jika orang tuanya sendiri yang mengantarkan dirinya sekolah.
"Dadah Mommyh Daddyh." Gadis kecil itu melambai tangan saat hendak masuk ke dalam kawasan sekolah. Arkian dan Kynara pun membalas dengan melambai tangan.
"Sayang, nanti aku engga bisa jemput. Soalnya aku ada meeting sama klien, nanti aku suruh sopir pribadi aku buat anterin kamu jemput Aileen."
"Iya, Mas."
Setelah mengantar istrinya ke apartemen, Arkian segera melajukan mobilnya menuju kantor. Karena Ginal sudah menunggu dirinya di sana.
Arkian memarkirkan mobilnya saat telah sampai di depan gedung tinggi pencakar langit. Ia memasuki bangunan itu dengan postur gagahnya, para staff dan karyawan pun seketika menunduk. Melihat pimpinan mereka telah memasuki area gedung, Ginal segera menjemput pria itu dan mengikuti di belakang Arkian.
"Oh, jadi dia bersembunyi di balik topeng."
"Benar Tuan."
"Ikuti permainannya, setelah selesai kita akan memberikan hadiah untuk permainannya ini!"
Pria itu tersenyum smirk, dia bukanlah pria bodoh yang mudah ditipu. Kita lihat saja siapa yang akan memenangkan peperangan ini.
***
Kynara tengah di perjalanan untuk menjemput sang putri. Namun, di tengah jalan ban mobilnya bocor, jadi dia memutuskan untuk berjalan kaki, karena jarak sekolah sudah dekat. Namun saat dirinya hendak menyeberang jalan, tiba-tiba saja ada sebuah mobil yang melesat cepat. Hingga menyerempet dirinya, dan seketika darah mengucur dari dahi wanita itu yang terbentur aspal.
"Tuan, Nyonya kecelakaan!"
"Bodoh! Menjaga istriku saja tidak becus! Tidak berguna."
__ADS_1
Mendengar sang istri kecelakaan, ia segera melesat menuju tempat kejadian. Yang kini tengah di kerumuni oleh banyak orang.
Pria itu khawatir setengah mati, ia tidak mau kehilangan cintanya lagi. Ia bahkan meminta Ginal untuk menyetir mobil secepat kilat. Ginal yang hanya bawahan bisa apa, selain menuruti perintah tuannya.
"Minggir!" Arkian menembus kerumunan, di jalan itu sang istri terkapar tak berdaya dan bodohnya orang-orang justru hanya menonton bukan menolong. Pria itu membopong tubuh istrinya ke dalam mobil. Persetan dengan berita yang akan beredar karena seorang Arkiansa Wijaya telah menyelamatkan wanita tidak dikenal yang merupakan istrinya sendiri.
"Jalan Gina!"
"Sayang aku mohon bertahanlah."
"Mas... Aku engga apa-apa kok, cuma lecet sedikit."
Wanita itu masih bilang dirinya tidak apa-apa, padahal Arkian melihat jelas darah yang melucur dari dahi istrinya. Arkian memangku istrinya, kepala istrinya ada di antara pahanya.
"Aku tahu ini sakit kan?"
"Sedikit."
Mobil terus melaju membelah padatnya jalanan ibukota. Menuju rumah sakit, sesampainya di rumah sakit Arkian segera memanggil dokter untuk menangani istrinya. Jujur saja, kecelakaan yang menimpa istrinya benar-benar membuat pikirannya kacau.
Arkian yakin, pasti ada dalang di balik kejadian ini. Tidak mungkin tiba-tiba ada mobil melaju secepat itu. Lihat saja pembalasan Arkian, ia akan membalas siapapun yang telah berani mencelakai istrinya. Tapi ia sudah menduga, pasti ini semua adalah ulah dia dan dia lagi.
.
.
.
.
.
TBC!
YOK RAMAIKAN! JANGAN LUPA VOTE LIKE AND KOMENNYA YAH!💖 Hehe
__ADS_1