
"Wah wah, baby-nya sudah terlihat. Jenis kelaminnya laki-laki, selamat yah Nyonya Kynara."
Ujar seorangpun dokter wanita yang tengah melihat sebuah layar yang menampakkan isi di dalam rahim Kynara. Ia juga menunjukkan dan menjelaskan kepada Kynara mengenai perkembangan janin.
"Laki-laki yah, Dok? Apa karena ini belakangan ini saya jadi suka wangi parfum suami saya."
Dokter terkekeh seraya membantu Kynara bangun dan turun dari bankar kemudian duduk di seberang meja dokter.
"Itu mungkin hanya hormon, Nyonya. Beberapa ibu hamil juga mengalami kasus demikian. Tolong minum vitamin yang saya resepkan sesuai anjuran ya. Juga jauhi mengonsumsi makanan tertentu."
Ujar dokter sembari menulis sebuah resep vitamin agar Kynara bisa menebusnya di apotek.
"Terimakasih Dokter!"
Bumil itu beranjak keluar dari ruangan dokter. Ada beberapa pengawal yang sengaja diperintahkan oleh Tuan besar untuk menjaga Kynara.
***
"Lepaskan aku, Sialan! Dasar manusia pecundang!"
Teriak seorang tahanan yang kini berada di sel bawah tanah milik anggota Black Blood. Wanita paruh baya yang diikat dengan sebuah rantai di tangan dan kakinya. Wanita yang dulunya selalu tampil seksi itu kini hanya bisa meraung untuk meminta dilepaskan kepada anggota Black Blood yang berjaga. Hingga ia akan lelah dan akhirnya pingsan dengan sendirinya.
"Katakan, kenapa kau melakukan semua ini?"
Arkian datang membawa sebuah pematik di tangannya seraya bermain-main dengan api kecil. Tampak jelas guratan emosi yang tercetak di wajah Arkian yang kini telah tampan kembali.
Wanita paruh baya itu tersenyum smirk. Begitu meremehkan Arkian.
"JAWAB!"
Bentak Arkian ketika wanita yang ia sebut pelacur itu sama sekali tak merespon ucapannya. Hanya dibalas dengan senyuman sarkas.
"Ndrong!"
"Saya Lord!"
"Suntikan cairan itu!"
Gondrong mengambil sebuah suntikan dari tangan dokter Franco yang dipaksa Arkian utnuk ikut. Bukan untuk apapun, melainkan hanya untuk mengancam wanita keras kepala itu. Yang tubuhnya hanya dibaluti jubah putih yang sudah kusam dan tercamput lumpur.
"Apa itu?"
Teriak wanita itu, ia memberontak seraya menolak untuk disuntik.
"Tentu saja racun!"
__ADS_1
Sahut Gondrong dengan santai membuka gembok sel dan masuk sembari menunduk. Tinggi tubuhnya bahkan tidak muat di dalam sel.
"Ah, aku tak peduli suntikkan saja ke tubuhku!"
Bukannya takut, wanita itu justru semakin menantang. Kondisi gelap di dalam sel membuat suasana semakin mencekam saja. Dengan kicauan burung-burung hantu yang berkeliaran di luaran sana. Menambah kesan seram mengerikan, membuat bulu kuduk siapapun merinding.
"Apa kau berpikir kau akan langsung mati? Tentu tidak! Dokter jelaskan!"
Arkian tetap santai menonton apa yang akan segera terjadi mengenai bagaimana reaksi wanita itu. Padahal sebenarnya cairan itu hanyalah obat bius biasa yang hanya akan membuat seseorang pingsan untuk beberapa jam ke depan.
Dokter Franco yang baru sekarang melihat bagaimana kejamnya Arkian hanya bergidik ngeri. Lebih baik dirinya menurut saja daripada posisi wanita itu akan digantikan olehnya.
"Jadi reaksi racun itu adalah lumpuh permanen serta nyeri-nyeri yang sangat amat sakit. Muntah darah dan ada banyak reaksi lainnya. Karena ada banyak jenis racun yang sengaja diracik dalam satu wadah suntikan itu!"
Pyar!
Wajah wanita itu berubah pias setelah mendengar penjelasan dokter Franco. Jika begini hanya akan mempersulit dirinya saja.
Cih! Sial! Jika bukan karena wanita sialan itu hidupku tidak akan seperti ini. Ini semua karena wanita pembawa sial itu! Jeritnya dalam batin menyalahkan Kynara atas semua penderitaan yang ia alami sekarang.
Jarum suntik tajam itu telah Gondrong arahkan ke pupu wanita itu. Dan hampir menyentuh pupunya yang tidak tertutupi walau hanya sehelai benang pun. Jubahnya telah robek tak beraturan seperti kain usang yang tak layak pakai. Bahkan kulitnya penuh dengan luka dengan lumuran cairan merah darah bukan karena siksaan melainkan karena ulahnya sendiri. Banyak bergerak membuat kulitnya terus bergesekan dengan rantai tajam yang mengikatnya hingga timbulah banyak luka robekan di kulit yang mulai keriput itu.
"Tidakk! Baiklah aku akan katakan!"
"Tetapi kau harus berjanji untuk melepaskan aku setelah aku berkata jujur!"
Sahut Arkian sembari mendudukkan dirinya di kursi yang disediakan oleh bawahannya. Ia duduk dengan bersedekap dada dan bertopang kaki begitu memancarkan aura keangkuhan. Seperti berbicara pada seorang budak.
"Ja..jadi aku melakukan ini karena iri pada ibu kandung Kynara. Wanita itu mendapatkan lelaki yang lebih kaya dibandingkan aku. Aku hanya mendapatkan seorang mantan anggota mafia. Yang tidak memiliki kekuasaan apalagi harta!"
Arkian mengepal geram! Cih! Wanita naif buta akan harta. Walaupun harta bisa dicari, tetapi wanita itu memilih untuk mengganggu kehidupan rumah tangga orang yang sama sekali tidak bersalah. Ingin sekali Arkian memutilasi tubuh wanita tua itu.
"Wanita pengganggu!"
Sarkas suami dari Kynara itu, suami mana yanb terima mengetahui kebenaran jika keluarga istrinya memang sengaja diluruh-lantahkan oleh wanita pelacur itu. Yang bahkan rela merebut suami orang hanya demi kekayaan dan juga kekuasaan. Saat wanita itu datang ke dalam kehidupan rumah tangga ibu kandung Kynara, dan berhasil merebut ayah Kynara. Sehingga membuat ibu kandung Kynara mengalami depresi dan akhirnya harus meregang nyawa.
"Sekarang buktikan ucapanmu untuk melepaskan aku!"
"Apa aku berkata iya?"
Arkian tersenyum licik, ternyata semudah itu untuk membodohi wanita paruh baya itu. Yanb mungkin sudah seumuran dengan mamahnya.
"Dasar pria licik! Lepaskan aku, Brengsekk!"
Ia kembali berteriak dan memberontak keras. Namun tak ada seorang pun yang peduli, Arkian beranjak bersama gondrong dan juga Dokter Franco. Tanpa mempedulikan wanita malang yang kini nasibnya hanya ada di tangan Arkian. Sungguh karma itu pasti ada.
__ADS_1
***
Seorang wanita berhijab, termenung sendiri di balkon kamarnya. Duduk bersantai menikmati semilir angin malam yang sedikit mengguncang menerbangkan kain hijabnya yang meluruh ke bawah. Sesekali ia akan tersenyum ataupun menangis dikala mengingat semua kenangan indah bersama suami tercintanya. Sungguh tidak ada yang lebih berarti dibandingkan dengan menikmati setiap detik bersama suaminya yang kini tidak akan pernah ia lihat lagi.
"Aku tahu, memang hanya Cinta-Mu yang kekal, Ya Allah. Dengan segenap hati, aku telah mengikhlaskan segalanya."
Kynara tersenyum, melirih seraya mengusap sebuah foto. Foto Arkian tengah mencium dirinya dengan mesra. Sebutir air bening dari pelupuk mata wanita itu turun membasahi kaca pembatas foto itu agar tidak mudah luntur.
"Hiks... ."
"Nara, Nak!"
"Eh Mah, masuk."
Kynara memberi ruang untuk Nyonya Ellena duduk. Wanita itu juga dengan manja bersandar di belahan dada wanita paruh baya yang merupakan mamah mertuanya. Walaupun dirinya hanya mertua, namun sebagai seorang wanita Nyonya Ellena juga merasakan apa yang saat ini tengah dirasakan oleh Kynara. Tanpa Kynara bercerita pun, Nyonya Ellena sudah paham duduk perkaranya.
"Sayang, Mamah bukannya mauikut campur rumah tangga kamu. Tapi Nak, Nara harus hidup dengan baik. Bukannya terus menyendiri seperti ini. Jika memang Nara ingin menikah dan memiliki suami lagi yang bisa menjaga Nara dan Aileen, Mamah izinkan kok."
Ujarnya lembut, tangannya terus bergerak mengusap lembut punggung Kynara. Memberi semangat dan ketabahan untuk wanita berhijab itu.
"Mah Hiks... Nara engga mau menikah lagi. Nara bersyukur banget karena dikaruniai Mamah mertua sebaik Mamah! Nara cuma rindu Mas Kian."
"Mommyh! Udah besar kok nangis sih! Sini Aileen peyuk-peyuk."
Kynara benar-benar gemas dengan putrinya yang tiba-tiba datang bersama Tuan besar. Tanpa mengucap salam tiba-tiba langsung nyelonong. Lebih tepatnya Aileen yang memaksa Tuan besar untuk menghampiri Kynara di kamarnya. Sebenarnya, ia kerap kali melihat sang ibu menangis.
"Aileen! Kalau masuk ruangan--"
"Harus ngucapin salam. Udah kok, tanya aja sama Grandpa! Aileen ngucapinnya dalam hati, Myh!"
"Nakal yah anak Mommyh!"
Aileen melompat manja ke dalam rengkuhan sang ibu. Anak sekecil dirinya pun juga bisa merasakan bagaimana sedihnya hati ibunya. Ikatan batinnya dengan Kynara, membuat ia bisa merasakan kegundahan hati Kynara.
.
.
.
.
.
TBC!
__ADS_1
Vote like and komennya guys!