THE CEO'S GENIUS DAUGHTER

THE CEO'S GENIUS DAUGHTER
TCGD-78


__ADS_3

Malam hari telah tiba dengan hawa dingin seperti biasa. Germelap cahaya bulan dan juga lampu bertebaran di sekitar hotel. Juga ada alunan musik melodi merdu menambah kenyamanan untuk penghuni hotel.


Sepasang pasutri yang baru saja menyelesaikan pergerumulan panasnya tengah berpelukan mesra di atas ranjang. Tertutupi oleh selembar selimut tebal dan menghangatkan. Arkian tak memberi celah pada istrinya untuk beranjak dari ranjang, bahkan setelah mendapat apa yang ia mau. Ia tetap merengkuh erat wanitanya dengan sesekali memberi kecupan cinta di pelipis istrinya.


"Mas, kenapa tadi mudah sekali menyetujui permintaan Nara?"


"Kepo!"


Sarkasnya dengan mudah. Membuat bibir peach wanita yang tengah bertelanjang itu maju lima senti.


Cup!


Arkian tak melewatkan kesempatan, baginya sang istri akan semakin cantik jika cemberut atau kesal padanya.


"Mas!!"


Rengek Kynara dengan sengaja melayangkan pukulan ringan ke lengan atas Arkian. Namun bagi pria itu sama seperti terpaan angin yang tidak terasa sakit sedikitpun.


"Kamu masih bertanya, Sayang? Tentu saja karena aku cinta sama kamu! Ini semua demi keutuhan rumah tangga kita. Lagi pula aku sudah memikirkan ini matang-matang. Dan yang terpenting sudah membicarakan dengan Daddy juga."


"Aku mau istri dan anak-anakku hidup bahagia. Walau aku keluar dari dunia mafia, bukan berarti klanku akan bubar. Tetap ada Ginal yang akan meneruskan aku. Dan aku tidak akan turun dalam perang, mungkin hanya akan ikut andil dalam mengambil keputusan."


Imbuhnya menjelaskan rinci pada istrinya yang hanya manggut-manggut mengerti.


"Makasih Mas. Maafkan Nara belum bisa mengerti Mas, Insyaallah akan belajar untuk menjadi lebih baik lagi."


"Permintaan maaf akan diterima kalau jatah boleh nambah!"


"Masss!!"


"Aku serius, Sayang. Kamu daritadi gerak terus, lihat tuh si jali bangun lagi!"

__ADS_1


"Apasih kamu, kok nyalahin jali. Kamunya aja yang doyan!"


"Emang iya."


Akhirnya kegiatan panas menguras tenaga itu kembali terjadi karena Kynara enggan bahkan tidak tega untuk menolak ajakan pria itu. Ia sebenarnya juga bahagia jika suaminya bahagia, dan ini adalah salah satu jalan menuju kebahagiaan.


Dua jam berlalu, bilangnya hanya sekali. Tetapi nyatanya Arkian melakukan berkali-kali hingga Kynara tertidur lelap dan seluruh tubuhnya bahkan sudah berkeringat di malam hari yang dingin dan dengan AC yang masih menyala.


***


Pagi ini, Arkian kembali mengurusi beberapa berkas. Pria itu berniat mengubah namanya dalam daftar pemilik perusahaan menjadi nama putri kecilnya. Walau putrinya masih kecil, ia yakin kelak putrinya akan bisa memimpin WJY ENTERTAINMENT dan juga cabang-cabang perusahaan agensi besar itu.


"Mas, ini tehnya!"


Kynara berinisiatif memesan secangkir teh untuk suaminya yang tengah berkutat dengan laptopnya. Ia duduk bersebelahan dengan suaminya dan hanya diam saja sembari memerhatikan tangan Arkian yang dengan lincah bermain di atas huruf-huruf keyboard.


"Loh kenapa ada nama putri kita, Mas?"


"Ma..maksud Mas?"


"Aku yakin putriku kelak akan menjadi wanita hebat dan bisa memimpin perusahaan yang aku wariskan. Aku akan membagi rata juga untuk calon putraku."


"Mas, beruntung sekali anak-anak kita."


"Karena mereka memiliki mommy yang baik dan juga pengertian."


"Karena mereka memiliki Daddy yang kaya raya dan pintar, haha!"


"Dasar nakal!"


"Ammar Aulian? Siapa itu Mas?"

__ADS_1


"Nama putra kita yang akan mewarisi perusahaan pusat perdagangan dan ada beberapa pabrik juga. Beberapa mall besar dan rumah sakit serta brand pakaian terkenal yang terletak di beberapa negara."


"Aduh, tajir melintir nih. Belum lahir aja hartanya udah sejagad apalagi udah lahir nanti?"


"Ya Sayang, aku masih perlu tandatangan dan persetujuan dari pemegang saham terbesar setelah aku."


"Siapa Mas?"


"Daddy-ku. Kamu pikir siapa lagi, pria tua banyak uangnya, Sayang. Bahkan dalam sekali kedipan mata ia bisa menghasilkan ratusan dollar!"


"Waw. Jangan bilang sendal papah itu--"


"Lima puluh juta untuk sepasang!"


"Ya Allah, aku menantu Sultan. Nak, kamu cucu Sultan!"


Ujarnya tiba-tiba sembari mengelus lembut perutnya.


"Hahaha..." Arkian spontan tertawa mendengar celotehan istrinya.


.


.


.


.


.


TBC!

__ADS_1


Vote like and komennya guys!


__ADS_2