THE CEO'S GENIUS DAUGHTER

THE CEO'S GENIUS DAUGHTER
TCGD-61


__ADS_3

Arkian dengan santainya merebahkan diri di bathub dengan sang istri yang mengolesi tubuh Arkian dengan sabun mandi. Penuh ketelatenan dan juga kelembutan Kynara mengoles sabun itu.


Ketika hendak sampai di bagian perut ke bawah, Kynara mulai perlahan-lahan menyentuhnya. Seraya memberikan kenikmatan lebih untuk sang suami. Ia sengaja membuat durasinya menjadi lebih lama di bagian benda panjang itu. Seraya terus mengelus dengan sedikit remasan. Sontak Arkian mengerang kenikmatan, ia sampai memejam mata karena kelakuan nakal istrinya itu.


"Akhh! Sa... Sayhang... Akh!"


Arkian menahan tangan istrinya yang hendak turun ke paha. Ia memimpin tangan istinya untuk terus menyentuh benda miliknya itu. Seraya memaju mundurkan tangan istrinya. Sampai di tengah permainan, tiba-tiba saja Kynara tersenyum smirk. Ini sudah saatnya ia memulai!


"Mas, Nara mau keluar sebentar yah. Kayaknya Mamah butuh sesuatu deh."


Ujar Kynara, ia mulai berhenti dengan kegiatannya memanjakan sang suami. Wanita itu pun juga mulai mencari alasan yang tepat untuk kabur dari suaminya. Ia sengaja, untuk mengerjai suami tengiknya itu.


Sontak wajah Arkian berubah masam ketika istrinya hendak pergi. Ia mulai berakting merubah raut wajahnya menjadi memelas. Sebenarnya lelaki itu tahu, istrinya pasti mengerjainya. Tidak mungkin mamah memanggil, karena hari sudah mulai malam. Mungkin saja kedua orang tuanya kini tertidur lelap bersama putri kecilnya. Lalu untuk apa Mamah memanggil istri tercintanya? Alasan yang sangat tidak masuk akal.


"Jangan pergi! Aku nanggung, Sayang."


Sahutnya seraya tetap menahan tangan istrinya di antara pahanya.


"Tapi Mamah pasti nunggu, Mas."


"Memangnya Mamah mau apa sih malam-malam? Mamah sama Papah udah tidur, seratus persen aku yakin. Mamah itu orangnya engga bisa begadang, beliau kan punya anemia, Sayang."


Aduh, alasanku engga tepat banget sih. Ayo Nara, semangat cari alasan lain!


"Ah itu Mas, ya Nara baru ingat. Nara kan harus... ."


"Harus apa, Sayang? Jangan bohong, aku engga ridho kalau kamu bohong. Ingat dosa, Sayang."


Arkian sengaja berkata demikian agar istrinya merasa terpojok. Benar saja, Kynara termakan rencananya sendiri. Niat hati ingin mengerjai eh malah dikerjai. Sungguh mengenaskan nasibmu, Kynara. Sekarang ia harus menanggung akibat dari rencananya sendiri.

__ADS_1


"Kok diam, Sayang?"


"Ah gini aja, Mas. Ini sudah malam dan engga baik lama-lama di kamar mandi. Gimana kalau Mas mandi dulu, Nara tunggu di ranjang. Okey Sayang?"


Kynara mencolek dagu Arkian seraya mengedip mata sebelah. Baru kali ini ia menggoda seseorang, dalam sejarah hidupnya tidak pernah sekalipun ia menggoda seorang pria yang bukan mahramnya.


"Janji?"


"Okey!"


Akhirnya, Arkian melepaskan tangan istrinya dan membiarkan wanita itu keluar dari kamar mandi. Ia ingin segera menyelesaikan acara mandinya ini agar segera beranjak untuk menyantap makanan lezatnya.


"Maafin Nara, Mas. Entah kenapa engga puas kalau engga ngerjain kamu. Nara tidur dulu ya, Sayang! Tapi tetap Nara tungguin di ranjang kok!"


Lihat, betapa cerdasnya wanita beranak satu itu. Sengaja ia hanya mengatakan bahwa ia menunggu di ranjang. Bukan artinya ia akan memberi jatah kepada suaminya. Kynara tidak bisa disebut ingkar janji, justru Arkian lah yang tidak mengerti maksud dari ucapannya dengan baik.


Kynara sama sekali tidak melepas hijabnya. Ia tidur tetap dengan hijab yang masih melekat di kepalanya. Baginya hijab adalah mahkota yang istimewa untuk seorang wanita.


"Sayang? Kuy!"


Lima menit masih tidak ada sahutan dari sang istri. Ia mengira mungkin istrinya gerogi. Lelaki itu masih belum menyerah.


"Udahlah Sayang engga usah gerogi, kan kita udah ngelakuin beberapa kali!"


Karena masih belum ada jawaban akhirnya Arkian naik ke atas ranjang dan melihat wajah istrinya. Dugaannya benar, wanita itu sudah tertidur pulas memeluk guling dengan selimut yang membungkus tubuhnya sampai bagian leher.


Sial! Istri nakalku ini! Aku kecolongan lagi. Lihat saja besok, aku hukum kamu sampai engga bisa jalan!


Drttt drttt.

__ADS_1


Saat dirinya tengah dalam mood yang begitu buruk karena gagal mendapat jatah. Handphone-nya bergetar. Dengan malas, Arkian mengangkat panggilan yang ternyata dari Ginal.


"Hmm?"


"Jika ini tidak penting, kupenggal kepalamu besok!"


"Bicara yang jelas!"


"Hmm!"


Tutt.


Arkian memutus sambungannya dan melempar benda pipih itu kembali ke atas nakas. Sultan mah bebas!


Sedangkan di apartemennya, Ginal tengah merasa heran akan tabiat Arkian yang tiba-tiba aneh.


"Ini orang kerasukan setan jalanan kali yah. Ah bodoamat lah."


Malam ini, menjadi malam tersial dalam hidup Arkian karena telah dikerjai oleh istrinya. Yang notabenenya adalah wanita polos dan tidak pernah bertingkah seperti ini. Sebenarnya ada apa dengan wanita tercintanya itu.


.


.


.


.


.

__ADS_1


TBC!


Vote like and komennya guys!


__ADS_2