THE CEO'S GENIUS DAUGHTER

THE CEO'S GENIUS DAUGHTER
TCGD-75


__ADS_3

Melihat air mata sang istri, Arkian seakan luluh. Ia tak mampu lagi membentak bahkan berkata kasar kepada wanita yang selama ini telah menemani dirinya walau sering kali ia sakiti. Ia merasa, dirinya tidak pantas bersanding dengan wanita sesuci dan selembut Kynara, entah bagaimana caranya untuk berterimakasih kepada Tuhan. Karena telah memberi wanita yang istimewa dalam hidupnya selain sang ibu.


Pagi ini, sebuah helicopter telah mendarat dan membawa Kynara beserta Arkian untuk keluar dari pulau dan melihat sesuatu yang ingin ditunjukkan oleh Arkian.


Selama diperjalanan, wanita berhijab itu hanya diam seraya menyandarkan kepalanya di sandaran sofa. Bersama sang suami yang merangkulnya erat seakan tak mau kehilangan wanita tercintanya itu.


"Mau tidur?"


Dan hanya dijawab gelengan kepala oleh sang istri.


"Sayang, berjanjilah untuk tidak memikirkan ini terlalu dalam. Ingat kamu sedang hamil dan engga boleh mikir terlalu berat. Aku telah menyelesaikan semua ini dan akan segera ditangani oleh pihak berwajib setelah kamu melihatnya."


Ujar Arkian dengan satu tangan yang merangkul mesra bahu istrinya dan satu lagi mengelus lembut perut buncit Kynara. Kepala Kynara ia sandarkan pada dada bidangnya yang kekar berotot dibaluti oleh sebuah jas dan kemeja.


"Hm!"


***


Sampailah sepasang suami istri itu di sebuah gudang yang terbengkalai. Di sisi kanan gudang itu terdapat sebuah makam besar dengan pepohonan yang menjulang tinggi menambah kesan keramat di tempat itu. Kynara terus menggenggam tangan suaminya yang juga menuntunnya, ia berjalan perlahan melingkahi sebuah besi-besi kecik yang berceceran. Karena jika kita menginjak besi itu, maka dipastikan telapak kaki kita akan berlubang.

__ADS_1


"Kenapa engga boleh diinjak, Mas? Itukan cuma besi biasa."


"Jangan Sayang, itu sengaja dipasang oleh anggotaku untuk mencegah pemberontakan. Didalam sana ada sebuah panah beracun, dan jika kamu injak besinya. Panah itu akan muncul dari dalam tanah dan menembus telapak kakimu!"


"Besi ini benar-benar samar, mungkin jika Mas engga ingatkan Nara. Hampir saja tadi Nara injak."


"Berhati-hatilah, Sayang!'


Kriett


Pintu kayu yang hampir rapuh itu dibuka oleh Arkian hingga menimbulkan sebuah suara besi berkarat yang bergesekan. Kynara tetap pada posisi di belakang suaminya dengan beberapa anggota Arkian yang mengawal di belakang. Wanita itu meringkuk di bawah ketiak Arkian.


Gumamnya lirih walau masih bisa didengar oleh Arkian yang hanya ditanggapi dengan kekehan kecil.


Gudang kotor dengan sebuah ruangan yang tidak begitu luas. Ada beberapa barang yang sudah terbengkalai dan menjadi rumah serangga seperti laba-laba dan banyak lainnya. Bahkan gudang itu terlihat begitu gelap hanya ada sebuah obor yang dibawa Arkian sebagai penerangan. Jika diamati sekilas, mungkin terlihat seperti gudang biasa.


"Masuk Sayang, hati-hati!"


Arkian memegangi pinggul istrinya yang hendak turun di sebuah lorong kecil. Yang hanya muat satu orang saja, entah Arkian membuka seperti penutup yang menyatu dengan lantai. Kemudian munculah sebuah lorong panjang di bawah tanah. Di sisi lorong banyak ditaruh obor agar ada pencahayaan.

__ADS_1


"Mas Nara takut."


"Kamu tetap di belakang! Tenang saja ada anggotaku yang mengawal dari belakang."


Arkian menuntun istrinya seraya dirinya berjalan di depan. Agar jika ada jebakan, istrinya tidak kebobolan. Takutnya anggotanya menaruh jebakan berbahaya.


Setelah sepuluh meter berjalan, Kynara melihat sebuah sel tahanan yang besinya sudah berkarat. Seorang wanita dengan pakaian lusuh dan rambut berantakan duduk membelakangi mereka menangis sesegukan. Entah apa maksud semua ini, Kynara masih belum paham.


.


.


.


.


.


TBC!

__ADS_1


Vote Like and komennya guys!


__ADS_2