
Di sebuah bangunan yang sudah terlihat sangat kuno yang ditutupi oleh lebatnya salju, terjadi sebuah ledakan besar dari dalam bangunan, meruntuhkan seluruh pondasi sehingga bangunan tersebut jatuh ke tebing di sampingnya.
Beriringan dengan jatuhnya bangunan itu, lesatan kilat hitam keluar dari gedung, beradu cepat dengan udara malam yang sangat dingin. Sedetik kemudian, empat makhluk bersayap dengan jubah juga keluar dari bangunan, mengejar kilat hitam itu.
Kilat tersebut mendadak berbelok ke kiri, diikuti dengan keempat makhluk itu. Di depan ada sebuah tebing yang menjulang tinggi, kilat itu semakin cepat. Dengan kecepatan seperti itu, kilat tersebut memanjat... bukan, berlari keatas.
Tiba-tiba, muncul salah satu makhluk bersayap itu dari atasnya. Ia dipukul kembali ke tanah dengan sangat keras sehingga memunculkan suara BUM. Kepulan salju yang ada di tanah itu berterbangan di udara, belum habis kepulan itu mereda, kilat itu keluar dari sana dan berhenti di lapangan salju itu.
Ternyata, kilat tersebut adalah orang berjubah hitam dengan mata emas dan rambut hitam yang menutupi mata kanannya. Ia mengenggam kedua pedang panjang dan mengenakan sebuah topeng penutup mulut.
Keempat makhluk tadi mendarat beberapa meter di sekitar lelaki itu, berdiri mengepungnya.
"Kembalikan apa yang bukan hakmu" ucap salah satu dari mereka.
Keempat makhluk tersebut tidak berwujud seperti manusia. Mereka berwajah mirip seperti anjing dengan badan tegap yang bisa berdiri dengan kedua kaki. Sayap hitam mereka berasal dari sayap burung gagak dengan ukuran besar.
"Apa yang disembunyikan Dark Lord? Coba katakan" tanya lelaki itu dengan suara khasnya.
"Ini tidak ada hubungannya denganmu. Serahkan benda itu atau nyawamu yang melayang"
Lelaki itu memegang erat kedua pedangnya. Mencoba fokus untuk membaca pergerakkan mereka. Mendadak saja, lelaki itu berbalik dan menebas pedangnya ke belakang, ia berhasil menangkis serangan kejutan yang dilancarkan oleh salah satu dari musuhnya.
Ia menendang kepala makhluk itu, lalu muncul yang lainnya dari samping sampai seterusnya. Mereka berupaya untuk membuat lelaki bermata emas ini kelelahan. Menyadari situasi semakin memburuk untuknya, lelaki itu mempercepat gerakannya, sehingga keadaan langsung berbalik.
Salah satu makhluk melesat cepat dengan kedua lengan kuatnya di depan. Ia berhasil mendaratkan serangannya ke dada lelaki itu hingga terhempas, namun sebuah gerbang teleportasi terbuka dengan sendirinya di belakang lelaki itu hingga ia lenyap dari sana.
Tiba-tiba, ia muncul dari atas makhluk yang menyerangnya tadi. Kedua kakinya ia gunakan untuk menginjak tubuh makhluk itu hingga terbenam ke tanah yang diselimuti salju yang tebal.
Dua makhluk datang dari atas, kedua pedang yang ia genggam berhasil menahan mereka. Tapi, kekuatan yang dipunyai oleh kedua makhluk itu tiga kali lebih besar dari manusia biasa dalam ukuran fisik.
Mereka adu kekuatan disana. Lelaki tersebut bisa membaca gerakan mereka, sehingga ia bisa menghindari beberapa serangan dari mereka. Ia melesatkan kakinya ke kepala mereka berdua, lalu membenturnya ke tanah. Ia ingin menghunuskan pedangnya kearah kedua kepala makhluk itu tapi ia dijegal oleh salah satu dari mereka hingga lelaki itu kehilangan keseimbangan.
Melihat kesempatan emas, satu dari mereka mencoba mencekiknya, tetapi aliran listrik keluar dari tubuh orang itu dan kemudian meledak, menghempaskan kedua makhluk tersebut.
Seekor lagi terbang diatasnya, mengeluarkan semacam cahaya merah dari mulutnya. Ia mengumpulkan cahaya itu di dalam mulutnya lalu mengeluarkannya dalam jumlah besar. Sedetik kemudian, terjadi ledakan besar yang menyebabkan gelombang angin yang kuat, menyebar kemana-mana.
Kepulan debu dan salju memenuhi arena pertarungan. Keempat makhluk itu menunggu kepulan itu reda agar mereka bisa melihat lelaki tersebut tewas disana.
__ADS_1
Namun, sesuatu yang tidak mereka duga terjadi di depan mereka. Lelaki itu tidak ada disana, lebih tepatnya menghilang.
Mereka hanya memandangi tempat bekas ledakan itu. Tubuhnya hancur? Mereka tidak tahu. Lelaki yang mereka lawan tadi adalah Shadow Emperor yang tidak lain merupakan seorang Eden Blackclaws.
***
Di sebuah desa kecil, sebuah gerbang portal mengeluarkan seorang lelaki berjubah di pinggir sungai yang jernih. Berbeda dengan iklim di tempat sebelumnya, disini hangat walau hari masih malam.
Gerbang itu tertutup dan menghilang seiring Eden melangkah menjauh. Ia memasuki keramaian, di desa ini kegiatan masih hidup, mereka tetap berjualan, berkeliling, bergaul dan banyak lagi.
Tempat yang Eden tuju adalah sebuah kedai minuman kecil. Disana tidak terlalu ramai oleh pengunjung. Ia memesan segelas minuman dan duduk di meja yang paling sudut. Sambil menunggu minumannya datang, ia menghisap cerutunya. Jika ia pikir-pikir, sudah dua bulan ia tidak merokok semenjak investigasinya ke beberapa tempat yang berhubungan dengan Ethinos dan pertarungan terakhirnya tadi, ia tidak sengaja menemukan sesuatu yang berkaitan dengan Dark Lord.
Jika ia menyimpulkan, ada dua ancaman di benua ini, bahkan bisa merambat keseluruh benua di dunia ini. Ethinos dan Dark Lord itu sendiri.
Sejauh investigasinya tentang Ethinos, Eden belum menemukan rencana sesungguhnya dari organisasi ******* ras Demi-Human ini. Tapi, ia pernah bertemu dengan beberapa dari mereka tanpa harus bertarung. Walaupun yang ditemuinya itu adalah anggota bawahan, ia mendapat sedikit info dengan beberapa cara, salah satunya bergaul.
Eden dapat beberapa info. Ethinos akan mengambil alih dua kekaisaran di benua ini dan akan menggunakan kekuasan dua kekaisaran itu untuk menyebarkan seluruh ras Demi-Human di dunia ini. Dengan begitu, Ethinos dapat menjadi organisasi yang ditakuti.
Hanya itu. Eden menganggapnya berguna dan bisa juga tidak. Karena apa? Eden menilai rencana yang mereka bilang menjadikan Ethinos organisasi terkuat akan sulit terwujud karena di jalan mereka ada Dark Lord yang menghalangi. Walau Ethinos cukup ditakuti saat ini, Dark Lord sama sekali tidak menganggap mereka. Ia juga tidak banyak bergerak jika mendengar masalah yang ditimbulkan oleh Ethinos.
Dan disinilah masalahnya, dengan adanya Ethinos, mereka bisa saja membukakan jalan untuk Dark Lord secara tidak sengaja. Walau Eden belum mengetahui apa yang akan direncanakan Dark Lord, Eden mencemaskan Dark Lord akan memanfaatkan situasi ini untuk rencananya di masa depan.
Ribuan tahun yang lalu pernah terjadi perang disana yang dimenangkan bangsa Garvens. Sampai sekarang, pulau itu seakan mati dan hilang dari keberadaban.
Tapi, dengan penasarannya Dark Lord kepada pulau karang itu, menimbulkan tanda tanya di kepala Eden. Apa maunya Dark Lord?
Ditengah-tengah pemikirannya tentang rencana Dark Lord, minumannya pun akhirnya sampai. Tidak lama kemudian, seorang berjubah lebar dan tongkat kayu datang memasuki kedai minuman. Pria itu duduk di samping meja Eden dan memesan minuman.
Eden menghembuskan asap rokoknya ke udara. Ia meletakkan minumannya kembali ke meja dan bersandar di kursi kayunya sambil melipat tangannya di dada.
Minuman orang itu datang beberapa saat kemudian, ia meneguknya secara perlahan lalu meletakkannya ke meja.
"Ada urusan apa Shadow Emperor berada di desa ini?" Pria itu bersuara.
"Seharusnya aku yang menanyakan pertanyaan itu. Kenapa Necromancer ada disini?" Eden merespon.
Mereka sama-sama mengeluarkan kekuatan mereka masing-masing di tangan mereka tanpa ada yang mengetahui apa yang akan mereka perbuat. Mereka tidak saling menyerang untuk saat ini, mereka bertingkah normal seakan tidak pernah terjadi apa-apa diantara mereka.
__ADS_1
"Aku baru saja berdiskusi dengan diriku tentang Dark Lord. Apa kau tertarik mendengar diskusiku?" tanya Eden sambil menghirup rokoknya.
"Tidak, yang kau diskusikan hanya mengalahkan Dark Lord. Aku tidak tertarik" jawab Retian sambil menyeruput minumannya.
"Kalau Ethinos?" Eden melirik ke Retian.
"Baiklah, aku baru tertarik. Apa yang ingin kau bicarakan?" Retian mengangguk, tapi tetap tidak menurunkan kewaspadaannya.
"Mengingat kau berada di pihak Dark Lord, sepertinya aku tidak ada ruginya, tapi..." Eden menoleh sedikit ke Retian. "Aku takut kalau info ini menjadi keuntungan kalian di masa depan"
Retian tersenyum tipis. "Bagaimana aku memberi sebuah info padamu terlebih dahulu, lalu kau bayar aku dengan info yang kau dapat itu?"
"Akan kupertimbangkan" Eden mengangguk setuju.
"Temanmu Whiteblood itu, aku bertemu dengannya akhir-akhir ini"
Mata Eden melebar, ia memalingkan wajahnya ke Retian. "Kau serius?"
"Tergantung kau menyikapinya. Dan juga, aku diberi misi untuk menangkapnya, tapi..." Retian menghentikan ucapannya ketika merasakan ujung pedang di sisi perutnya.
"Jangan berani melakukannya" Eden yang masih duduk dengan tenang di kursinya, menatap Retian dingin, seperti es.
Retian membalas tatapan itu dengan mata datarnya. "Aku tidak akan menangkapnya, tapi sebagai imbalan kau beri info itu"
Eden menarik kembali pedangnya, lalu mendengus pelan. "Baiklah. Soal Ethinos, mereka akan melakukan rencana menaklukan dua kekaisaran dan menjadi organisasi terkuat"
Retian tersenyum miring, lebih tepatnya meremehkan. "Sava sangat tinggi imajinasinya"
"Tapi, itu bukan tidak mungkin. Mereka bisa saja menggunakan seluruh ras Demi-Human di benua ini untuk menjadi yang terkuat. Menurutku, mereka bisa melakukannya dengan mudah, tergantung dengan cara yang akan mereka pakai" ujar Eden.
"Menggunakan seluruh ras Demi-Human sebagai senjata? Mereka keji juga" jawab Retian.
"Hmph, tidak ada bedanya dengan kau" Eden menyindir keras Retian yang menggunakan mayat sebagai prajuritnya.
"Kau bilang dua kekaisaran? Mereka akan menyatukan dua kekaisaran itu, lalu menjadi Ethinos sebagai pemerintahan yang resmi?" tebak Retian.
"Ya, aku juga berpikiran seperti itu. Kekaisaran mana yang akan mereka taklukan terlebih dahulu?" tanya Eden.
__ADS_1
"Kemungkinan kekaisaran yang baru berdiri akhir-akhir ini, Rabadar Empire" jawab Retian seraya meneguk kembali minumannya. "Rabadar dalam bahaya kali ini" lanjutnya.