
Pagi yang cerah kuawali dengan senyuman, sinar matahari yang hangat menerobos masuk ke celah celah dinding kamar tidurku yang kemudian membangunkanku kubuka jendela dan kulihat kendaraan yang berlalu lalang melintasi jalan raya.
Di pikiranku masih teringat akan suasana di desa, namun sekarang aku berada di kota mungkin sebaiknya aku harus mulai terbiasa beradaftasi disini walau terasa asing bagiku (sambil merapikan tempat tidur), setelah selesai merapikan tempat tidur aku pun membersihkan diri lalu aku menuju ke dapur.
Di dapur.
Terlihat nenek Tina yang sedang memasak
aku pun menghampirinya.
"Selamat pagi nek, maaf Celia baru bangun" Sapa Celia.
nenek itu menoleh dilihatnya seorang gadis menghampirinya
"Tidak apa apa cu!" ucap nek Tina tersenyum
"Mari lia bantu nek!" lanjut Celia
beberapa menit kemudian nek Tina dan Celia sudah selesai memasak mereka pun makan sehabis makan Celia membersihkan piring lalu membersihkan toko selanjutnya aku hendak menuju ke dapur untuk membuat kue, nek Tina juga membantuku sekaligus mengajariku lagi cara membuat kue yang ada di toko miliknya tersebut.
Berbagai macam bentuk,olahan,dan nama kue yang nek Tina ajarkan kepadaku.
Akhirnya selesai juga Celia dan nek Tina membuat kue, selanjutnya nek Tina meletakkan kue yang dibuatnya itu di tempat Etalase kue sembari nek Tina menjelaskan pekerjaan yang harus dilakukan Celia lagi.
Beberapa jam kemudian akhirnya nek Tina telah selesai menjelaskan dan Celia pun sudah paham. Nek Tina yang hendak membeli lauk pauk untuk besok seketika langkahnya terhenti
"Nek mau kemana?" tanya Celia
langkah nek Tina terhenti sejenak dan menoleh Celia.
"Nenek mau keluar sebentar cu ,membeli lauk pauk untuk kita besok!" jawab nek Tina
"Biar Lia saja yang beli nek, sambil jalan -jalan agar Lia mengetahui seisi kota ini!" sahut Celia dengan penuh antusias
"Baiklah terimakasih cu!"
Celia pun pergi menuju ke pasar yang ada di kota.
------------------------------------
Skip sampai di tempat belanja.
Tampak tempat berbelanja disana sangat ramai dan bermacam macam barang ia tertegun melihat semua barang barang yang menarik perhatiannya itu.
__ADS_1
"Wahh apa itu?" batin Celia ia kagum dengan apa yang dilihatnya tampak barang yang berkilauan indah ia pun menuju kesana.
"Mau beli apa dik" tanya penjual barang yang berkilauan tersebut, ia pun mengambil barang itu sejenak dilihatnya sungguh menarik perhatian mata.
ia belum menjawab pertanyaan dari si penjual barang tersebut karena ia sedang tertuju pada barang yang berkilauan ditangannya tersebut.
"Ini berapa pak?"
"Yang itu 50.000 ribu , adik berminat?"
"50.000 ribu pak, maaf ya pak mungkin lain kali saja ?!" Ucap Celia ia terkejut mendengar harga barang yang begitu mahal dan juga uangnya tidak cukup.
ia pun kembali melanjutkan perjalanannya lagi mencari barang tujuannya, dengan berjalan berkeliling akhirnya ia menemukan penjual lauk pauk ia pun menghampirinya dan membelinya.
Skip Selesai berbelanja.
Celia pun berjalan kembali menuju ke rumah dengan membawa barang belanjaan yang tadi ia beli, saat diperjalanan tiba tiba Celia mendengar seorang berteriak meminta tolong.
"To..to..tolong aku!" Teriakan itu tertangkap di telingaku ku cari cari asal dari teriakan itu dan suara teriakan tersebut bersumber dari sebuah rumah aku pun menuju kesana.
sampai di sebuah rumah itu aku melihat seorang pria yang mencoba melecehkan seorang gadis, gadis itu berusaha untuk melawannya tetapi tidak bisa aku pun mencari cara untuk menyelamatkan gadis tersbut aku berpikir dan "yapp" aku menemukan sebuah kayu aku pun mengambilnya dan berjalan dengan mengendap endap sambil membawa sebuah kayu.
Pluggg...! aku mendaratkan sebuah kayu di punggung pria itu.
aku pun memegang tangan gadis itu dan membawanya keluar dari rumah tersebut aku berlari dengan cepat.
Saat Celia tengah berlari bersama gadis yang ditolongnya itu tiba tiba ia tersandung sebuah
batu besar yang ada di dekat rumah itu.
"Brukk, Aduhh.. !"
"Maaf, maaf gara gara aku kamu jadi terluka!" Ucap gadis itu kepada Celia berulang kali.
"Tidak apa!" ucap Celia berusaha kuat
"Woiy,jangan lari!" Seru pria tadi sambil berlari.
"Ayo cepat kita pergi tak ada waktu lagi!"ujar Celia kepada gadis yang ditolongnya itu, ia dihadapkan oleh dua jalan ke kiri dan ke kanan maka Celia memilih menuju jalan pintas yang ada di sebelah kanan agar pria tersebut tidak bisa mengejarnya lagi.
Gadis itu pun berusaha membantu Celia untuk berdiri dan memapahnya berjalan.
Celia berusaha berlari tetapi tak bisa karena lututnya sakit ia pun berjalan dengan terpincang pincang.
__ADS_1
~ ~ ~
Beberapa saat kemudian akhirnya celia sampai di Toko milik nek Tina, Celia melihat ke belakang dan tidak terlihat pria yang tadi mengejarnya.
"Hhh, syukur tuhan menyelamatkan kita!" batin Celia sambil menghela napas ringan.
Ketika sampai di toko gadis itu pun membuka pintu seraya memapah Celia.
Ting...ting...ting, bunyi lonceng pintu sontak membuat nek Tina kaget saat melihat Celia dipapah oleh seorang gadis ia langsung menghampiri Celia.
"Ya,ampun culia,kenapa bisa begini apa yang terjadi?!"desak nek Tina khawatir
" Tidak apa apa kok nek, Lia hanya terluka sedikit!" sahut Celia tersenyum berusaha menahan sakit, nek Tina pun menyuruh Celia dan gadis itu duduk, sedangkan ia bergegas untuk mengambil kotak p3k.
saat nek Tina mengambil kotak hening sejenak dan gadis itu memulai.
"Terima kasih banyak ya kamu sudah menolong saya sampai sampai kamu jadi terluka begini gara gara saya,kalau tidak saya tidak tahu bagaimana nasib saya selanjutnya" Ucap gadis itu dengan penuh berterima kasih
"Hehe, itu bukan apa apa sudah kewajiban saya menolong!" sahut Celia sambil tertawa ringan
"Oh ya, nama kamu siapa?" tanya gadis itu
"Salam kenal,namaku Celia kalau kamu?" lanjut Celia sambil berjabat tangan
"Salken too,namaku Muffy mulai sekarang kita berteman ya!"
"Baik!", nek Tina pun tiba dan segera mengobati Celia sambil menanyakan apa yang sebenarnya terjadi .....
Setelah mendengar cerita dari keduanya nek Tina pun bersyukur dan menghela napas berat, tak disangkanya malam pun telah tiba.
"Nek apakah saya boleh menginap disini sehari saja" tanya muffy sebenarnya ia tak enak namun apalah daya dia masih takut dengan kejadian yang tadi dialaminya dan masalah pribadinya.
"Baiklah." Jawab nek Tina
"Terima kasih banyak nek sudah memperbolehkan saya untuk menginap disini"
lanjut Muffy, nek Tina pun menyuruh mereka mandi secara bergantian,lalu makan,selanjutnya tidur.
Bersambung...
Tunggu kelanjutan cerita Celia ya😉, Author ucapin terimakasih banyak yang udah mampir,nunggu cerita ini ❤🙏
#Jaga kesehatan dan Semoga pandemi ini segera berakhir🙏💫
__ADS_1